Skip to content

22,4 juta X $51 = $1,142 M … itu ekspektasi di indy : 180909

September 18, 2009

Kamis, 17 September 2009 | 06:33 PENJUALAN BATUBARA INDIKA ENERGY INDY Telah Mengantongi Kontrak Penjualan 80% Batubara JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah mengamankan kontrak penjualan sebagian besar batubaranya. Kini INDY telah meneken kesepakatan penjualan 19,2 juta ton batubara atau 80% dari total target produksi batubara tahun 2009. Kepala Hubungan Investor INDY Retina Rosabai menjelaskan, tahun ini perusahaannya menargetkan produksi batubara seberat 24 juta ton. Angka ini naik 9,09% dari total produksi tahun 2008 yang mencapai 22 juta ton. Dari target tersebut, hingga paruh pertama 2009, INDY telah memproduksi 11,4 juta ton batubara. Meskipun belum mencapai setengah dari target, Retina yakin perusahaannya mampu memenuhi target produksi. “Sejauh ini, kondisi cuaca di semester kedua cukup mendukung, sehingga kami bisa menggenjot produksi lagi untuk mencapai target,” ujarnya, kemarin (16/9). Ia menjelaskan, komposisi penjualan ekspor dan du pasar dalam negeri tidak berubah dari tahun lalu. INDY mengekspor 70% produknya ke luar negeri. Produsen batubara milik Agus Lasmono ini memasarkan sisanya di dalam negeri. INDY tidak muluk-muluk mematok target rata-rata harga penjualan batubara. Perusahaan ini menargetkan rata-rata harga jual batubara tahun ini sekitar US$ 50 sampai US$ 51 per ton. Harga ini hanya naik 4,08% dari harga jual rata-rata batubara INDY tahun 2008 yang mencapai sebesar US$ 49 per ton. Untuk menaikkan produksi batubara, Indika kabarnya berniat membeli tambang batubara Maruwai di Kalimantan Tengah. Tambang batubara ini milik BHP Billiton. Namun Retina membantah kabar tersebut. Ia bilang sampai saat ini manajemen INDY belum membicarakan rencana pembelian tambang batubara Maruwai. “Kalau pun toh ada yang menawarkan dan kami melihatnya, bukan berarti kami langsung tertarik membelinya,” ujarnya. Pada penutupan perdagangan saham kemarin (26/9), harga saham INDY berakhir di posisi Rp 2.525 per saham, naik 3,06% dari posisi sehari sebelumnya. Yuwono Triatmodjo KONTAN

riwayat jumlah saham indy:
Rabu, 18 Februari 2009 | 07:34

AKUISISI INDIKA ATAS PETROSEA

Gosip Akuisisi Beredar, INDY dan PTRO Disuspend

JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin melakukan penghentian sementara perdagangan efek atas saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Hal ini dilakukan, lantaran beredar kabar bahwa Indika bermaksud mengakuisisi sebagian besar saham Petrosea.

Oleh sebab itu, terhitung sejak sesi I perdagangan, kedua saham tersebut untuk sementara waktu ditiadakan perdagangannya. “Saat ini bursa sedang meminta penjelasan lebih lanjut kepada PT Indika Energy Tbk dan PT Petrosea Tbk,” terang Umi Kalsum, Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEI dan Supandi, Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Selasa (17/2).

Sayang, Kepala Hubungan Investor Indika Energy Retina menolak menanggapi hal tersebut. “Saya belum bisa terangkan apa-apa untuk saat ini,” ujarnya. Tetapi mengenai pengembangan usaha berupa akuisisi baik itu perusahaan pertambangan maupun kontrak pertambangan batubara baru memang sudah menjadi bagian dari rencana perseroan.

Retina mencontohkan, seperti pada tahun lalu 2008 lalu, Indika telah mengakuisisi setidaknya 12 kontrak pertambangan baru. Jadi, bukan sesuatu yang tidak mungkin, aksi akuisisi itu akan terus berlanjut di tahun 2009 ini. Apalagi, Indika memang saat ini memiliki dana kas yang cukup besar, yaitu US$ 367 juta.

Sebelum rumor mengenai akuisisi Petrosea mencuat, Indika juga dikabarkan tengah melirik Straits Asia Resources Limited, sebuah perusahaan pertambangan batubara dari Australia. Tetapi hingga kini, berita itu pun hilang tak ada kelanjutannya.

Untuk tahun 2008, dalam laporan keuangan yang tidak diaudit (unaudited) Retina memperkirakan pendapatan perseroan sebesar Rp 2,2 triliun. Sementara laba bersihnya diperkirakan mencapai Rp 940-950 miliar.

Pada tahun ini, Indika menargetkan pendapatan bersih sebesar US$ 185 juta dan laba bersih mencapai US$ 110 juta. Selain itu, Indika juga berencana membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. “Jumlahnya kemungkinan berkisar 25% dari laba bersih 2008,” ujar Retina. Dividen tersebut akan dibagikan setelah perusahaan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Yuwono Triatmodjo KONTAN
kontan:
Jumat, 27 Februari 2009 | 09:03

AKUISISI INDY & PTRO

Indika Resmi Menguasai 82% Saham Petrosea

JAKARTA. Akhirnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) segera masuk ke pangkuan PT Indika Energy Tbk (INDY). Kamis (26/2) kemarin, INDY sudah meneken kesepakatan pembelian 82,5 juta saham atau setara 81,95% saham PTRO.

INDY akan memboyong saham PTRO dari Clough International Singapore. Clough adalah perusahaan konstruksi yang tercatat di Bursa Efek Australia. Total nilai akuisisi tersebut mencapai sekitar US$ 83,8 juta. Jadi, harga pembelian itu setara Rp 12.194 per saham (dengan sumsi Rp 12.000 per dolar AS).

Clough dan INDY akan meneken kesepakatan jual beli atau conditional sales and purchase agreement (CSPA) pada 31 Maret 2009. “Sehingga transaksi jual beli final bisa berlangsung pertengahan 2009,” kata Direktur Utama INDY Arsjad Rasjid, kemarin (26/2).

Sumber pendanaan akuisisi ini seluruhnya berasal dari kas internal INDY. Maklum saja, kas internal INDY saat ini masih lumayan gendut, yakni sekitar US$ 367 juta.

Arsjad menjelaskan, akuisisi ini merupakan bagian strategi INDY untuk melakukan diversifikasi investasi di sektor sumber daya energi, jasa konstruksi, dan infrastruktur di bidang energi. Nah, kata Arsjad, PTRO memiliki semua persyaratan tersebut. “Semua itu nantinya akan melengkapi INDY dalam menjalankan bisnis tambang,” ujarnya.

Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing menilai tepat langkah INDY membeli PTRO. Akuisisi ini merupakan langkah jitu karena Petrosea merupakan perusahaan dengan kinerja yang baik. Langkah tersebut merupakan bagian diversifikasi usaha INDY. “Mereka selama ini bergerak di bidang pertambangan batubara dan akan menjajal bisnis kontraktor batubara. Sebentar lagi katanya juga masuk bisnis kimia,” ujar Pardomuan.

Pardomuan memperkirakan PTRO kelak akan memberikan kontribusi pendapatan yang besar kepada INDY. Catatan saja, sampai September 2008 lalu, pendapatan PTRO mencapai US$ 162,01 juta dengan laba bersih sebesar US$ 7,34 juta.

Tender offer

Kata Pardomuan, harga wajar PTRO saat ini di kisaran Rp 15.000 per saham. Jika INDY membeli pada harga di bawah Rp 15.000 per saham, harga akuisisi ini cukup menguntungkan buat INDY.

Sejak kabar akuisisi merebak, saham PTRO melompat tinggi. Pada awal Februari lalu, harga saham PTRO masih di kisaran Rp 4.000 per saham. Namun pada penutupan perdagangan saham kemarin, saham PTRO sudah melesat menjadi Rp 9.100 per saham

Setelah mengakuisisi Petrosea, INDY bisa saja terkena kewajiban tender offer. Sebab, sesuai aturan pasar modal, emiten wajib menggelar tender offer jika membeli lebih dari 50% saham emiten lain. Dalam kasus ini, INDY sudah memenuhi ketentuan tersebut.

Sejauh ini, INDY tak keberatan dan akan mengikuti aturan main pasar modal itu. “Kalau memang harus tender offer, ya, kami harus menjalankan tender offer,” kata Direktur Keuangan INDY Aziz Armand. Lagi pula, isi kas perusahaan tambang batubara ini masih banyak, yakni US$ 367 juta.

Hubungan Investor INDY Retina Rosabai menambahkan, kemungkinan isi kantong INDY makin gemuk. Sebab, pendapatan INDY 2008 diperkirakan sekitar Rp 2,2 triliun. Sementara laba bersih kemungkinan mencapai Rp 950 miliar. Untuk tahun ini, INDY menargetkan pendapatan bersih US$ 185 juta dan laba bersih mencapai US$ 110 juta.

Badrut Tamam, Yuwono Triatmojo KONTAN

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: