Skip to content

abis ptro, terbitlah NAFSU AKUISISI lagi …

September 18, 2009

Kamis, 23 Juli 2009 | 06:24

AKSI KORPORASI INDY

INDY Akan Membeli Saham Berau Coal

JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali membuat kejutan. Setelah sukses mengakuisisi 81,95% saham PT Petrosea Tbk (PTRO), Indika kini telah mengajukan penawaran saham PT Berau Coal, perusahaan tambang batubara terbesar kelima di Indonesia.

Sumber Reuters menyebutkan Indika maju bersama Huaneng Power International Incorporated, perusahaan asal China. Dia akan memborong mayoritas saham Berau milik PT Armadian Tritunggal, perusahaan milik Rizal Risjad. Armadian akan melego 51% saham Berau dengan nilai tidak kurang dari US$ 1 miliar.

Manajemen Indika membenarkan rencana aksi korporasi tersebut. “Kami memang telah memasukkan penawaran untuk mengambil mayoritas saham Berau,” tandas Wisnu Wardhana, Direktur INDY kepada KONTAN, kemarin (22/7).

Wisnu menegaskan, sampai saat ini, Indika masih berniat maju sendiri dan belum berencana menggandeng perusahaan lain, termasuk Huaneng Power. Wisnu bahkan menyatakan, Indika siap memborong 90% saham Berau, jika pemegang saham lain berminat menjualnya. Namun, ia tak bersedia menjelaskan sumber pendanaan akuisisi tersebut.

Sebagai catatan, selain Armadian, pemegang saham Berau lainnya adalah Rognar Holding BV asal Belanda yang memiliki 39% saham. Sojitz Corp, perusahaan Jepang, juga memiliki 10% saham Berau Coal.

Presiden Direktur Berau Coal Bob Kamandanu mengaku tidak mengetahui persis rencana penjualan saham Berau Coal. “Kami di manajemen Berau belum mendapat banyak informasi mengenai hal itu,” tuturnya.

Peluang INDY untuk mendapatkan Berau terbilang cukup berat. Sebab mereka harus bersaing dengan perusahaan kelas kakap dunia, yang juga berniat memborong saham Berau Coal. Kabar yang beredar, Banpu Public Company Ltd asal Thailand, Peabody Energy dari Amerika Serikat (AS) dan perusahaan patungan Inggris dan Swiss bernama Xstrata, siap membeli saham Berau.

Banpu, misalnya. Saat ini, induk usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) itu tengah meminta pendapat dari penasehat keuangan mereka untuk rencana pembelian saham ini. “Kami masih mempertimbangkan untuk ikut penawaran,” kata Chanin Vongkusolkit, Chief Executive Banpu kepada Reuters.

Kepala Riset Batavia Prosperindo Suherman Santikno mengingatkan agar Indika berhati-hati dan memperhatikan kondisi keuangan mereka sebelum mengakuisisi Berau. “Jangan terlalu agresif. Terlalu agresif justru bisa menjadi bumerang bagi mereka,” ujar Suherman.

Hingga akhir kuartal pertama 2009, jumlah kas dan setara kas Indika tercatat Rp 3,43 triliun. Nilai 51% saham Berau saja hingga US$ 1 miliar atau setara Rp 10,1 triliun (kurs US$ 1 = Rp 10.100). Jika ingin melanjutkan niatnya, Suherman menduga Indika akan melakukan penawaran umum terbatas atau rights issue agar bisa mendapatkan dana segar.

Yuwono Triatmodjo KONTAN

Resmi Miliki PTRO, Ekspansi INDY Belum Berakhir
Tuesday, 07 July 2009 10:43
Selasa, 07 Juli 2009 10:06 WIB

(Vibiznews – Stocks) PT Indika Energy (INDY) pada tanggal (06/07) kemarin akhirnya resmi miliki perusahaan tambang batubara PT Petrosea Tbk (PTRO). Dengan pelunasan transaksi akuisisi tersebut INDY resmi memiliki 81,95% saham PTRO atau sebanyak 82,65 juta saham dengan harga US$ 1,014 per lembar saham

Kurs yang dipakai adalah kurs tengah BI pada (03/07), yaitu sebesar Rp 10.255 per dolar AS. Dengan Akuisisi PTRO ini maka kinerja dan valuasi saham INDY diharapkan juga akan meningkat. Pada kuartal 1 2009 PTRO berhasil meraih pendapatan sebesar US$ 30 juta meskipun turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu dari US$ 44,3 juta namun PTRO optimis dengan kinerja tahun ini karena banyaknya proyek yang dipegang.

INDY sendiri mentargetkan pendapatan tahun ini US$ 180 juta pada tahun ini dan diharapkan akuisisi PTRO ini bisa memberi tambahan pendapatan hingga diatas 20 % dari target bagi INDY dalam laporan konsolidasi mulai pertengahan tahun ini

Ekspansi INDY juga masih belum berakhir, karena beredar kabar bahwa INDY juga berminat membeli areal tambang milik BHP Biliton di Kalimatan Tengah. Areal tambang batu bara Haju tersebut dikabarkan tidak lagi dilanjutkan pengembangannya oleh BHP Biliton

Analis Vibiz Research melihat ekspansi besar-besara INDY dengan banyak mengakuisi perusahaan tambang akan sangat strategis bagi kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Hal itu dikarenakan dalam jangka panjang diperkirakan harga komoditas akan kembali naik. Namun aksi ekspansi besar-besaran INDY ini sebaiknya harus tetap menjaga rasio utang yang dimiliki dan giat melakukan diversifikasi risiko.

(Nanda Sitepu/NS/vbn)

Indonesia Stocks: Astra International, Indika Energy, Medco
Share | Email | Print | A A A

By Berni Moestafa

May 18 (Bloomberg) — Indonesia’s Jakarta Composite index advanced 52.65 points, or 3 percent, to close at 1,803.57, the steepest gain since May 4. Indonesian stocks were upgraded today to “overweight” at JPMorgan Chase & CO., which cited rising commodity prices and improved domestic demand.

The following stocks are among the most active in the Indonesian market.

PT Astra International (ASII IJ), Indonesia’s largest auto retailer, slid 1.1 percent to 18,100 rupiah, the second-biggest drag on the composite index today. The nation’s vehicle sales in April fell 33 percent from a year earlier to 34,611 units, the company said, citing data from the automotive association. April sales rose 1.4 percent from March, it said.

PT Indika Energy (INDY IJ), the stakeholder in Indonesia’s No. 3 coal miner, climbed 3.1 percent to 2,525 rupiah. Indika and its partner, PT Pertamina, plan to buy BP Plc’s 46 percent stake in a West Java oil field for an estimated $600 million, Bisnis Indonesia newspaper said, citing an unidentified executive familiar with the matter.

Pertamina will team up with Indika, Basuki Trikora Putra, a spokesman at the state company told reporters today. Retina Rosabai, Indika’s head of investor relations, couldn’t be reached on her mobile phone for comments.

PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP IJ), Indonesia’s second-largest cement maker, jumped 12 percent to 6,150 rupiah, the steepest increase since Nov. 3.

Indocement rose after Bisnis Indonesia reported on May 16 that HeidelbergCement AG may sell a 15 percentage point part of its 65 percent stake in the company. Indocement Corporate Secretary Dani Handayani couldn’t be reached when called at her office.

PT Medco Energi Internasional (MEDC IJ), the bigger of Indonesia’s two listed oil companies, advanced 2.9 percent to 2,675 rupiah, the sharpest gain since May 7. Medco may also bid for a stake in BP’s West Java oil and gas field, company said Director Lukman Mahfoedz today.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: