Skip to content

indy terjerat Rp yang rodo perkoso … H1 2009

September 18, 2009

Laba Bersih Indika Energi Turun

Jum’at, 18 September 2009 | 12:57 WIB

TEMPO InteraktifJakarta -Laba bersih PT Indika Energy Tbk turun 25 persen menjadi Rp 361 miliar pada semester pertama 2009 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan itu dipicu oleh anjloknya pendapatan perseroan sebesar 37 persen menjadi Rp 815 miliar.

“Bisnis minyak dan gas bumi sedang melemah sehingga kami tidak mendapatkan kontrak baru sepanjang pertengahan 2009 ini,” ujar Vice President Investor Relations Indika Energy Retina Rosabai dalam siaran persnya kemarin (17/9).

Namun demikian, ia optimistis kinerja perseroan akan terdongkrak pada semester kedua 2009. Anak usahanya yang bergerak dalam jasa konstruksi minyak dan gas bumi, Tripatra, telah mendapatkan kontrak baru senilai US$ 60 juta pada Agustus lalu.

Sementara pendapatan dari anak usahanya yang bergerak di produksi batu bara, Kideco Jaya Agung, pada semester pertama 2009 meningkat 21 persen menjadi US$ 630 juta. “Kenaikan pendapatan itu karena volume penjualan naik 10, 8 persen menjadi 11,96 juta ton dan penguatan harga jual rata-rata sebesar US$ 52,69 per ton,” katanya.

Laba bersih Kideco yang naik 36 persen menjadi US$ 156,5 juta tidak dapat mendongkrak kinerja Indika Energy. Pendapatan perseroan di sektor batu bara yang dalam dolar AS dan penguatan nilai rupiah menyebabkan rugi kurs sebesar Rp 222 miliar.

SORTA TOBING

INDY: Laba Bersih Semester I 2009 lalu turun 34%, Belum Tampil Cemerlang
Kamis, 17 September 2009 11:40 WIB

(Vibiznews – Stocks) Emiten pertambangan, PT Indika Energy tbk (INDY) mencatat kinerja yang kurang memuaskan pada semester I 2009 lalu. INDY tercatat mengalami penurunan laba sebesar 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

Laba bersih Semester I 2009 INDY tercatat turun menjadi Rp 360,5 miliar atau turun cukup dalam dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 483,265 miliar. Turunnya pendapatan menjadi factor utama penurunan kinerja INDY kali ini, dengan total pendapatan semester I 2009 sebesar Rp 815,174 miliar jauh dibawah pendapatan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,3 triliun.

Penurunan pendapatan terbesar berasal dari pendapatan kontrak yang turun menjadi Rp 475,29 miliar dimana sebelumnya tercatat sebesar Rp 1,189 triliun. INDY sendiri sebenarnya telah mampu menekan beban kontrak pokok penjualan menjadi Rp 708,77 miliar dari sebelumnya yang sebesar Rp 1,105 triliun.

Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting melihat saham INDY masih belum tampil maksimal pada semester I lalu. Mengingat potensi pendapatan setelah akuisisi-akuisisi perusahaan dan tambang besar oleh INDY masih belum memberikan kontribusi yang maksimal. Saham INDY menjadi menarik untuk dikoleksi mengingat potensi pendapatan yang masih cukup besar, terutama dari penjualan batubara mengingat pergerakan harga minyak yang positif mampu memicu kenaikan harga jual batubara.

(Nanda Sitepu/NS/vbn)

Indonesia’s Indika sees ’09 coal output near 25 mln T
Mon May 11, 2009 7:12am EDT
JAKARTA, May 11 (Reuters) – Indonesian’s PT Indika Energy Tbk (INDY.JK: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) said on Monday it expects coal output to rise about 14 percent to nearly 25 million tonnes this year after finalising the acquisition of engineering firm PT Petrosea Tbk (PTRO.JK: Quote, Profile, Research, Stock Buzz).

Coal production at PT Kideco Jaya Agung, in which Indika has a 46 percent stake, should reach 24 million tonnes this year, while Petrosea should add an additional 850,000 tonnes, AziZ Armand, Indika’s finance director, said.

Indika Energy agreed to buy an 81.95 percent stake in Petrosea from Clough International Singapore Pte. Ltd for $83.8 million in February. Petrosea has a 50 percent stake in local coal miner PT Santan Batubara.

Indika, which produced 22 million tonnes of coal in 2008, expects coal production to reach nearly 28 million tonnes in 2010, including 26 million tonnes produced by Kideco and 2 million tonnes by Petrosea, Armand said.

The firm is now seeking shareholders approval for the purchase of an 82 percent shares at Petrosea.

“We will hold a tender offer for the remaining 18 percent in the third quarter of this year,” Armand said.

Seperately, Indika expects to book a net profit of $110-120 million this year and revenue of $185 million, he said.

Indika booked net profit of 1.08 trillion rupiah ($104.6 million) in 2008 and revenue of 2.31 trillion rupiah.

Indika’s shares closed down 2.83 percent at 2,575 rupiah per share on Monday, against a 1.71 percent fall in the broader market .JKSE.

(Reporting by Andreas Ismar and Tyagita Silka; writing by Fitri Wulandari; Editing by Ed Davies)
By Ian C. Sayson

May 12 (Bloomberg)
PT Indika Energy (INDY IJ): A shareholder in Indonesia’s third-biggest coal-mining company expects its net income to increase to between 1.2 trillion rupiah and 1.3 trillion rupiah this year, Finance Director Azis Arman said. Indika declined 2.8 percent to 2,575 rupiah.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: