Skip to content

indy waktu ipo … emang JOSSSSSssss….ssstttt

September 23, 2009

Permintaan saham Indika di atas 10 kali

* Cetak

JAKARTA: Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT
Indika Energy Tbk mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed)
lebih dari 10 kali, sehingga harga perdana kemungkinan besar
ditetapkan di level Rp2.950 per saham.

Sumber Bisnis yang mengetahui transaksi itu mengatakan penetapan harga
perdana saham Indika diputuskan pada Sabtu dini hari waktu Jakarta.

“Harga perdana saham Indika kemungkinan besar ditetapkan di level
teratas dari kisaran harga penawaran umum yaitu Rp2.300-Rp2.950 per
saham. Permintaan sudah di atas 10 kali lipat dari jumlah saham yang
ditawarkan,” tuturnya kepada Bisnis kemarin.

Presdiden Direktur Indika Energy M. Arsjad Rasjid P.M. ketika
dikonfirmasi membenarkan permintaan investor bisa mencapai lebih dari
10 kali.

“Itu karena para investor memberikan respons yang cukup positif,”
katanya saat dihubungi Bisnis berada di New York.

Menurut dia, dengan permintaan yang besar tersebut, Indika bisa
melepas saham pada harga perdana di atas Rp2.500-Rp2.950 per saham
karena kisaran itu bisa diterima oleh pemodal.

Namun, katanya, Indika sejauh ini belum bisa menentukan kepastian
harga sahamnya.

Indika Energy akan melepas 937,28 juta saham atau 18% saham dalam IPO.
Perusahaan itu menawarkan saham perdana di kisaran Rp2.300-Rp2.950 per
saham dengan nominal Rp100. Apabila mengacu pada harga penawaran itu,
saham Indika dilepas pada estimasi rasio harga saham terhadap laba
bersih per saham (price to earning ratio/PER) 12-15 kali tahun ini.

Jika dihitung berdasarkan harga Rp2.950, Indika akan meraup dana segar
Rp2,76 triliun dari penjualan 18% saham. Dengan oversubscribed minimal
10 kali, berarti permintaan terhadap saham itu mencapai Rp27,6 triliun.

Selain melepas 18% saham, Indika juga menyiapkan penjatahan saham
berlebih (green shoe) sebanyak 104,14 juta saham.

Berdasarkan materi paparan publik Indika, roadshow untuk mengetahui
minat investor terhadap saham perdana Indika dijadwalkan pada 9-23
Mei, sedangkan penetapan harga perdana dijadwalkan pada 23 Mei.

Lokal siap borong

Direktur Investment Banking Danareksa Sekuritas Reza B. Zahar
menambahkan pemodal domestik juga banyak yang siap memborong saham
perdana Indika.

“Yang banyak antara lain dari dana pensiun, para manager investasi,
dan perusahaan asuransi nasional juga banyak yang meminati saham
Indika. Namun, untuk penjatahannya, kami belum bisa memberikan
informasi,” tuturnya.

Sejauh ini Indika memberi porsi yang lebih besar kepada investor
asing, yaitu hingga 70%, sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk
investor domestik.

Indika akan menggunakan dana dari IPO untuk ekspansi bisnis, yang
salah satunya dengan mengakuisisi satu perusahaan tambang batu bara.
Sejauh ini, perseroan menyelesaikan perjanjian jual beli terhadap
perusahaan yang akan diakuisisi itu.

Selain itu, dana tersebut juga akan dipakai untuk membangun pembangkit
listrik di Cirebon yang berkapasitas 660 MW. Pembangunan pembangkit
tersebut butuh dana sebesar US$779 juta.

Dalam lima tahun ke depan, Indika Energy akan mengalokasikan belanja
modal (capital expenditure/capex) US$580 juta, atau setara dengan
Rp5,33 triliun. Dana tersebut akan dipenuhi dari IPO 18% saham dan
sisa penerbitan obligasi pada tahun lalu sebesar US$250 juta.

Menanggapi harga saham Indika Energy, analis pertambangan dari BNI
Sekurities Norico Gaman mengatakan harga tersebut cukup realistis bagi
perseroan. Menurut dia, harga tersebut bisa melonjak hingga
Rp3.800-Rp4.000 per saham dalam tiga bulan ke depan.

“Hal itu disebabkan oleh harga komoditas batu bara yang saat ini
sangat bagus. Dilepasnya harga IPO Indika di level Rp2.900 itu sangat
wajar.”

Maraknya sambutan investor kepada saham perdana Indika lantaran
perseroan memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, dan memiliki
cadangan batu bara untuk 15 tahun hingga 20 tahun ke depan.

“Kondisi ini yang membuat Indika banyak diburu oleh investor. Selain
juga, Indika merupakan perusahaan batu bara yang cukup besar,” tuturnya.

Masuknya Indika ke bursa, dinilai juga akan mendorong semaraknya pasar
saham pertambangan nasional. Sejauh ini belum banyak
perusahaan-perusahaan tambang yang menjadi perusahaan terbuka.

“Ini juga akan mendorong semakin semaraknya kondisi bursa Tanah Air.
Kami melihat kapitalisasi pasar juga akan semakin besar dengan
masuknya Indika,” paparnya. (wisnu.wijaya@ bisnis.co.id)

Indika Energy Nine-Month Profit Jumps on Coal Prices (Update1)
2008-10-31 10:02:29.420 GMT

(Adds coal prices in third paragraph.)

By Leony Aurora
Oct. 31 (Bloomberg) — PT Indika Energy, a shareholder in Indonesia’s third-biggest coal mining company, said first-half profit tripled because of higher prices of the fuel.
Net income in the nine months ended Sept. 30 jumped to 724 billion rupiah ($66 million), or 154 rupiah a share, from 243 billion rupiah, or 56 rupiah, a year earlier, the company said in an e-mailed statement in Jakarta today. Sales climbed 22 percent to 1.96 trillion rupiah.
Prices of coal sold at PT Kideco Jaya Agung, in which Indika has a 46 percent stake, rose 43 percent in the period to $48.50 a ton. Asian benchmark coal prices have fallen 50 percent from a record $194.79 a ton reached in July to $96 a ton in the week ended Oct. 25, according to the globalCOAL NEWC Index, on concern demand will slow as economies falter.
Coal output at Kideco climbed 5.7 percent to 16.2 million tons in the first nine months of the year. Kideco, whose earnings aren’t consolidated into Indika, contributed 671 billion rupiah to the company’s income, it said. Revenue from contracting services increased 23 percent to 1.79 trillion rupiah, Indika said.
Indika rose 50 rupiah, or 3.9 percent, to 1,330 rupiah today. The stock has dropped 61 percent since it started trading on June 11 as investors desert emerging markets and prices of the fuel decline.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: