Skip to content

minyak naekkk, indeks amrik nunut : 230909

September 23, 2009

23/09/2009 – 06:17
Harga Komoditas Dongkrak Wall Street
Mosi Retnani Fajarwati
INILAH.COM, New York – Rebound pada harga komoditas menarik kembali para investor ke lantai bursa, indeks pun terdongkrak hingga mencapai level tertinggi sepanjang 2009.

Pada perdagangan Selasa (22/9), indeks rebound dan ditutup pada level tertingginya selama 11 bulan. The Dow Jones naik 51 poin usai anjlok 41 poin pada perdagangan hari sebelumnya.

Pada saat yang bersamaan, dolar AS kembali melemah terhadap beberapa mata uang asing utama dunia. Hal tersebut mendongkrak komoditas seperti minyak dan emas yang berdampak pada saham-saham sektor energi dan material. Saham sektor keuangan pun turut terdongkrak.

Gain yang tercatat dipicu oleh pertemuan Federal Reserves selama dua hari untuk membicarak suku bunga. Para investor berharap, bank sentral tersebut akan memberikan indikasi yang tepat kapan waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga. Sementara para analis berharap, pernyataan yang akan dikeluarkan the Fed Rabu nanti (23/9) akan mengindikasikan perkembangan ekonomi. Chairman the Fed Ben Bernanke mengatakan pekan lalu bahwa keadaan ekonomi AS mulai tampak pulih secara tehnikal kendati masih banyak permasalahan utama seperti jumlah pengangguran.

The Fed sebenarnya sangat berharap untuk dapat mempertahankan suku bunga mendekati nol.

Konsesi dari Wall Street adalah perekonomian pulih kendati banyak hambatan seperti jumlah pengangguran. Namun para investor masih memiliki keraguan akan seberapa kuat ekonomi pulih.

“Saat ini, pasar lebih mengarah pada ‘pesanan’. Para investor mencerna semua data ekonomi, mencoba mencari tahu ke arah mana ekonomi bergerak,” ujar senior vice president of asset management Lenox Advisors, Greg Reynholds.

Dow Jones naik 51,01 poin (0,5%) ke 9.829,87, level tertinggi sejak 6 Oktober lalu. Sedangkan S&P 500 naik 7 poin (0,7%) ke 1.071,66 dan Nasdaq naik 8,26 poin (0,4%) ke 2.146,3. Kedua indeks tersebut berada pada level tertinggi selama 11 bulan terakhir.[mre]

23/09/2009 – 06:13
Lemahnya Dolar AS Picu Minyak Naik Diatas US$ 71
Mosi Retnani Fajarwati
INILAH.COM, New York – Harga minyak kembali menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap Euro. Nilai tukar dolar AS berada pada leel terendahnya selama lebih dari setahun.

Pada perdagangan Selasa (22/9), harga minyak untuk kontrak Oktober naik US$ 1,84 menjadi US$ 71,55 per barel berdasar New York Mercantile Exchange.

Kontrak minyak untuk bulan Oktober berakhir hari ini, para trader fokus pada kontrak November yang diawali dengan level US$ 71,6 atau naik US$ 1,67 per barel.

Sedangkan nilai tukar Euro berada pada level tertingginya sejak Agustus tahun lalu, yaitu US$ 1,48.

Pelemahan nilai tukar dolar AS berdampak juga pada kenaikan harga komoditas lainnya, seperti emas, minyak cair, dan gasolin. Dolar AS yang melemah membuat harga-harga komoditas menjadi lebih murah bagi para investor.

Selain itu, pasar juga masih menanti keputusan dari pertemuan the Fed yang digelar selama dua hari sejak Selasa ini, mengenai kenaikan suku bunga.

Ekonomi AS, menurut Chairman the Fed Ben Bernanke, mulai tampak pulih kendati masih banyak hambatan yang harus dihadapi yaitu tingginya jumlah pengangguran dan masih rendahnya permintaan energi dunia.

Pada perdagangan Nymex, harga gasolin naik 3,27 poin ke US$ 1,78 per galon dan minyak cair naik 5,54 sen menjadi US$ 1,81. Harga gas alam turun 6,1 sen menjadi US$ 3,51 per 1.000 kaki kubik.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: