Skip to content

INDY maen AKSI dong … juga :P : 250909

September 25, 2009

25/09/2009 – 05:55
Saham BUMI Memang Berbeda
Jagad Ananda

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) memang lain. Saham sejuta umat ini terus diguyur sentimen positif. Efek andalan dari kelompok Bakrie ini diprediksi masih melanjutkan penguatannya hingga mencapai Rp 6.000. Lantas bagaimana nasib saham batubara lainnya?

Kemungkinan masih akan meningkatnya harga saham BUMI diungkapkan sejumlah pelaku pasar yang dihubungi INILAH.COM di hari pertama perdagangan pasca lebaran, Kamis 24/9. Kata mereka, BUMI akan terus menguat seiring dengan stabilnya harga batubara plus naiknya permintaan dunia.

Ditambah lagi, perusahaan ini baru saja mendapat kucuran utang US$ 1,9 miliar dari China Investment (CIC). Sehingga, dengan modal yang kuat, pertumbuhan perseroan diyakini akan semaiin cepat. “Angka Rp 6.000 akan tercapai paling lama dalam waktu 10 bulan,” kata seorang analis.

Itu sebabnya, kendati di hari pembukaan paska Lebaran harganya sudah mengalami peningkatan hingga Rp 3.475, BUMI masih mendapatkan rekomendasi beli. “Ke depan, harganya akan terus berfluktuasi dengan kecenderungan menguat,” kata sang analis. Penguatan diperkirakan bakal terjadi secara signifikan, jika Aburizal Bakrie jadi terpilih sebagai Ketua Umum Golkar pada Munas 4 Oktober depan dan kembali menjadi anggota kabinet SBY-Boediono.

Harus diakui, meningkatnya harga BUMI bukan semata-mata disebabkan oleh naiknya harga serta permintaan batubara dunia. Lebih dari itu, saham ini menguat lantaran banyaknya aksi korporasi yang dilakukan manajemen.

Lihat saja saham-saham tambang batubara lainnya. Walaupun sama-sama mendapat berkah dari kenaikan harga komoditas, toh penguatan harga sahamnya terbilang biasa-biasa saja. Bahkan, beberapa malah mengalami penurunan.

Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) contohnya. Begitu dibuka langsung mengalami penurunan, dar Rp 24.600 ke Rp 24.200 (24/9). Padahal oleh para analis saham ini direkomendasikan beli dengan harga wajar Rp 36.000. artinya, potensi gain yang terkandung dalam ITMG masih sangat besar (48%).

Begitu pula saham PT Indika Energy alias INDY, pada hari yang sama malah mengalami penurunan hampir 3% ke Rp 2.475. INDY juga sebenarnya mendapat rekomendasi beli, dengan target harga di level Rp 3.000.

“Saya yakin, target itu akan tercapai. Tapi tanpa aksi korporasi yang nyata, pencapaiannya akan lambat,” katanya. Itu sebabnya para analis tetap lebih mengedepankan BUMI sebagai saham batubara yang layak dikoleksi untuk jangka pendek maupun menengah. [E1]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: