Skip to content

kata analis pro, koreksi maseh terjadi di ihsg : 280909

September 28, 2009

Senin, 28/09/2009 01:41 WIB

Harga minyak & batu bara sulit motori kenaikan indeks

oleh :

JAKARTA: Pemodal sepanjang perdagangan pekan ini diperkirakan lebih mencermati sentimen data ekonomi Amerika Serikat (AS) karena harga minyak dan batu bara cenderung tertekan.

Penurunan harga komoditas itu di pasar global itu sulit menjadi motor penggerak kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia. Saham emiten berbasis komoditas menyumbang lebih dari separuh nilai transaksi harian bursa.

IHSG diprediksi masih tertekan karena valuasi masih mahal dengan mengandalkan sentimen kenaikan rupiah yang bisa berbalik menguat terhadap dolar AS.

Kepala riset PT Financorpindo Nusa Edwin Sebayang mengatakan harga komoditas batu bara sedang tertekan hebat, menyusul koreksi harga minyak mentah dunia, sehingga sulit menjadi penopang penguatan IHSG.

Tekanan harga juga menimpa logam karena stok yang melimpah, sehingga harga nikel dan komoditas tertekan hingga 10% sepanjang tahun berjalan.

“Harga komoditas pertambangan kemungkinan stagnan di level sekarang, sehingga berpeluang kecil bisa menopang kenaikan bursa sepekan ini. Pemodal cenderung mencermati data ekonomi penting di AS,” tuturnya, akhir pekan lalu.

Data indeks keyakinan konsumen negara maju tersebut, lanjutnya, berperan penting terhadap psikologi pasar karena memengaruhi pertumbuhan produk domestik brutonya (PDB). Sebanyak 70% PDB negara tersebut disumbang konsumsi masyarakat. Di sisi lain, Pemerintah AS juga akan mengumumkan data pengangguran pada Jumat yang diperkirakan naik menjadi 9,8% dari posisi Agustus 9,7%. Pada Kamis, Pemerintah AS merilis data penjualan perumahan dan belanja individu.

“Banyaknya laporan data ekonomi dalam sepekan itu bisa membuat indeks Dow Jones bergerak fluktuatif. Di dalam negeri, sentimen yang bisa diandalkan hanya penguatan rupiah,” ujarnya.

Dia memperkirakan IHSG bergerak dari titik topang 2.397 dengan titik resistance 2.499. Saham komoditas diduga masih banyak tertekan, sedangkan saham energi, konstruksi, dan perbankan berpotensi menjadi pilihan.

Sepanjang pekan lalu, harga minyak mentah dunia anjlok signifikan hampir 10% menuju level US$66,02 per barel. “Meski permintaan China diperkirakan naik, sampai akhir tahun ini harga tambang diestimasi melemah karena suplai tidak berkurang,” ujar Edwin.

Di tengah sepinya sentimen positif dalam negeri, pemodal juga cenderung memanfaatkan berita fundamental sebagai landasan untuk memasukkan dananya ke bursa dalam jangka pendek. “Dari sisi valuasi, saham unggulan sekarang mahal, sehingga ini hanya persoalan waktu bagi IHSG terkoreksi. Sembari menunggu laporan keuangan triwulan III, pemodal biasanya lebih memilih memegang kas daripada masuk pasar,” ujarnya.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks Dow Jones terkoreksi 0,44% ke level 9.665,19, diikuti penurunan bursa-bursa utama Asia. Indeks Nikkei-225 melemah 2,64%, diikuti Kospi dan Hangseng sebesar 0,14% dan 0,13%.

Harga surat utang

Harga surat utang negara (SUN) bertenor di atas 10 tahun justru berpotensi menguat dan menekan imbal hasil 10 basis poin -20 basis poin pada pekan ini.

Kepala Divisi Fixed Income PT Anugerah Securindo Indah Ramdhan Ario mengatakan penguatan seri bertenor panjang itu mungkin terjadi menyusul tren apresiasi rupiah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah menguat hingga bertengger di posisi Rp9.647 per dolar AS pekan lalu.

“Seri yang lebih pendek masih berpeluang menguat juga, tetapi potensi pergerakan yield dan harganya lebih kecil,” ujarnya ketika dihubungi kemarin. (21) (arif.gunawan@ bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: