Skip to content

utangnya indy panjangin aja, sekaligus amankan ekspansi : 280909

September 28, 2009

Indika Perpanjang Fasilitas Pinjaman US$ 53 Juta
28/09/2009 08:26:54 WIB
JAKARTA , INVESTOR DAILY
PT Indika Energy Tbk (INDY) akan memperpanjang fasilitas pinjaman HSBC senilai US$ 53 juta, yang jatuh tempo akhir Oktober 2009. Pinjaman itu tercatat atas nama anak usaha perseroan, yakni PT Tripatra Engineers and Construction.

Total fasilitas utang Tripatra kepada HSBC terdiri atas fasilitas kredit overdraft senilai US$ 2 juta, fasilitas kredit impor US$ 2,5 juta, kredit dokumenter US$ 2,5 juta, pembayaran ditangguhkan US$ 2,5 juta, bank garansi US$ 15,5 juta, dan jaminan tender US$ 15,5 juta.

“Fasilitas pinjaman tersebut diberikan untuk modal kerja Tripatra,” kata Direktur Keuangan Indika Aziz Armand kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Aziz menjelaskan, selama ini, Tripatra baru menggunakan sebagian kecil dana fasilitas pinjaman dari HSBC. Karena itu, perseroan berencana memperpanjangnya selama satu tahun.

Sebelumnya, Indika dikabarkan bakal mendapatkan pinjaman senilai US$ 375 juta untuk membiayai akuisisi 90% saham PT Berau Coal, produsen batubara terbesar kelima di Indonesia.

Pinjaman sebesar US$ 375 juta itu berasal dari sindikasi bank asing. Ada tujuh bank yang siap mengucurkan pinjaman kepada Indika dengan tenor 3-5 tahun. Ketujuh bank tersebut antara lain BNP Paribas, Citigroup, dan United Overseas Bank (UOB).

Indika termasuk salah satu calon pembeli 90% saham Berau Coal yang dimiliki PT Armadian Tritunggal dan pemegang saham lainnya. Indika bersaing ketat dengan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Quattro Inti Investama milik pengusaha asal Surabaya, Kentjana Widjaja (Grup Widjaja).

Selain itu, Recapital Advisors dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga disebut-sebut ingin membeli Berau Coal. Sementara itu, Indika telah merampungkan akuisisi 81,9% saham PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai US$ 83,8 juta.

Pada semester I-2009, laba bersih Indika yang diaudit mencapai Rp 360,56 miliar atau turun 25,39% dibandingkan periode sama 2008 sebesar Rp 483,26 miliar. Pendapatan perseroan juga turun, yakni sekitar 37,2% dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 815,17 miliar.

Pendapatan kontrak Indika sepanjang semester I-2009 anjlok hingga 60% dari Rp 1,18 triliun menjadi Rp 475,29 miliar. Di sisi lain, penjualan batubara perseroan naik 76,79% menjadi Rp 199,88 miliar. Sedangkan penjualan jasa meningkat tajam dari Rp 830,55 juta menjadi Rp 139,99 miliar. (yoy)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: