Skip to content

sang calon ipo berkoar-koar… : 290909

September 29, 2009

29/09/2009 – 14:47
Berau Targetkan Produksi Batubara 10,5 Juta Ton
Makarius Paru

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM. Jakarta – PT Berau Coal menargetkan pada kuartal III tahun ini mampu mencetak produksi batubara sebesar 10,5 juta ton dari target produksi 2009 sebesar 15 juta ton.

Presiden DIrektur Berau Coal Bob Kamandanu menjelaskan pada kuratal III tahun ini perusahaan mampu mencetak produksi batubara sekitar 10,5 juta ton dari target 2009 sebesar 15 juta ton. “Artinya Berau masih harus menggenjot produksi sebanyak 4,5 juta ton lagi untuk dapat mencapai target 2009,” katanya di Jakarta, Selasa (29/9).

Bob Kamandanu mengaku optimis perusahaannya bisa mencapai target tersebut. “Akan diupayakan supaya tercapai. Target kami adalah produksi sebanyak 15 juta ton dengan penjualan 14,2 juta ton. Sementara tahun depan, penjualan ditargetkan sekitar 16 juta sampai 16,5 juta ton dengan produksi 17 juta sampai 18 juta ton,” katanya.

Bahkan dengan meningkatkan eksplorasi di wilayah tambang yang dimilikinya saat ini, Bob menargetkan pada 2014 sampai 2015 produksi batubara Berau bisa menyentuh angka 30 juta ton. “Berau itu perusahaan yang melakukan eksplorasi sambil berjalan. Setiap

output produksi di dasarkan harga jual di waktu tertentu. Saat ini harga sekitar US$ 69 sampai US$ 70 per ton. Sampai akhir tahun bahkan tahun depan kemungkinan tetap di level itu. Mudah-mudahan indeks harga Newcastle naik. Sehingga Indonesia bisa menaikkan volume produksinya,” katanya.

Menurut Bob, peluang ekspor yang harus diperhatikan saat ini datang dari negeri tirai bambu, China. Bob mengaku mendapat informasi bahwa pada kuartal terakhir tahun ini, China akan mengurangi volume ekspor batubaranya karena peningkatan permintaan dalam negerinya. “Saya dengar terakhir kuartal empat, ekspor yang tadinya 40 juta ton drop ke 20 juta ton karena kebutuhan dalam negeri meningkat. Itu artinya impornya akan bertambah, dimana negara produsen yang paling dekat Indonesia dan Australia. Memang Australia batubaranya bagus, tapi seringkali tidak cocok di harga,” kata Bob yang juga Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Seiring dengan mengawasi peluang tersebut, APBI juga tengah mengupayakan digaetnya nilai tambah dari ekspor batubara Indonesia ke luar negeri. Selain melalui Indonesian Coal Index (ICI), APBI juga tengah mengupayakan bekerja dengan bursa berjangka untuk mengumumkan seluruh kontrak penjualan yang terjadi di Indonesia. “Sehingga harga batubara Indonesia bisa menjadi acuan ke depannya. Sekarang kita eksportir terbesar di dunia, tetapi masih mengacu kepada Newcastle. Kenapa tidak mengacu kepada kita sendiri? Itu yang mau kita buat, mungkin bisa siap dalam 1 atau 2 tahun ke depan,” jelas Bob.

Sementara, total produksi batubara Indonesia sampai Agustus 2009 dalam catatan APBI adalah 172.039.591 ton. Dimana penjualan untuk domestik sebesar 34.767.029 ton dan ekspor 137.272.562 ton. “Masih 58 juta ton lagi untuk mencapai target 230 juta ton. Saya yakin bisa tercapai target itu, bahkan diharapkan bisa melampaui target sampai 250 juta ton dari 70 perusahaan anggota kami. Tahun depan, kalau melihat persiapan sekarang bisa sampai 270 juta ton,” jelas Bob. [hid]

Produksi Batu Bara Berau Coal 2009 Capai 70%
Selasa, 29 September 2009 – 14:38 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani – Okezone

Batu Bara. Foto: Corbis
JAKARTA – PT Berau Coal mencatatkan produksi batu bara sebesar 10,5 juta ton hingga kuartal III-2009 atau sudah mencapai sekira 70 persen dari target produksi 2009 yang sebesar 15 juta ton.

Dengan demikian, Berau Coal masih harus menggenjot produksinya sebanyak 4,5 juta ton lagi pada kuartal keempat ini untuk dapat memenuhi target produksi.

“Akan diupayakan supaya tercapai,” ujar Presiden Direktur Berau Coal, Bob Kamandanu, di sela-sela acara Halal Bihalal Indonesia Mining Association (IMA) di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (29/9/2009).

Selain itu Berau juga menargetkan penjualan batu bara sebesar 14,2 juta ton. Sementara untuk tahun depan, target penjualan sekira 16 juta-16,5 juta ton dengan produksi 17 juta-18 juta ton.

Dengan meningkatkan eksplorasi di wilayah tambang yang dimilikinya saat ini, target produksi batu bara Berau Coal pada 2014-2015 bisa mencapai angka 30 juta ton.

Hal ini dikarenakan setiap output produksi didasarkan harga jual di waktu tertentu. Saat ini harga batu bara sekira USD69-USD70 per ton. Bahkan tahun depan kemungkinan tetap di angka tersebut.

“Mudah-mudahan indeks harga Newcastle naik. Sehingga Indonesia bisa menaikkan volume produksinya,” tukasnya. (ade)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: