Skip to content

ekspektasi peningkatan produksi batubara berkalori rendah … : 131009

Oktober 13, 2009

Selasa, 13/10/2009 00:00 WIB

Royalti akan turun jadi 9%
Investasi batu bara dinilai butuh insentif

oleh :

JAKARTA: Produsen batu bara akan mendapatkan stimulan berupa penurunan pembayaran royalti atau dikenal dengan nama dana hasil produksi batu bara (DHPB) untuk berkalori rendah (low rank) dari semula 13,5% menjadi sekitar 9%.

Dengan adanya rencana itu, Keputusan Presiden (Kepres) No. 75/1996 tentang Ketentuan Pokok Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara harus direvisi. Tujuan pemberian stimulus itu untuk meningkatkan daya saing dan minat investor di sektor tersebut.

Dirjen Mineral, Batu bara, dan Panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Setiawan mengemukakan tujuan pemberian pemanis itu untuk meningkatkan produksi batu bara nasional, terutama batu bara berkalori rendah.

“Disparitas royalti itu terlalu lebar. Oleh karena itu, kami merencanakan memberikan pemanis,” ujarnya kemarin.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batu bara Ditjen Mineral, Batu bara, dan Panas bumi Departemen ESDM Bambang Gatot Ariyono menambahkan pemberian pemanis itu tengah dikaji antara Departemen ESDM dan Departemen Keuangan.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi rencana itu, yakni pertama, besaran DHPB 13,5% dinilai tidak menarik bagi investor sehingga memicu pemilik izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) enggan memasok kebutuhan batu bara domestik.

Kedua, harga jual batu bara berkalori rendah milik produsen batu bara berstatus PKP2B sering kali kalah bersaing dalam beberapa tender pengadaan batu bara, terutama sebagai bahan bakar pembangkit dibandingkan dengan batu bara kalori rendah milik pemegang kuasa pertambangan (KP).

Rencana pemberian pemanis itu nantinya akan dibagi dalam tiga kategori, yakni DHPB batu bara kalori 5.000 kal – 4.600 kal menjadi 9%, batu bara kalori kurang dari 4.600 kal menjadi 7,5%, dan batu bara tambang bawah tanah sebesar 8,75%.

“Kami harapkan keputusan soal penurunan DHPB itu bisa dikeluarkan segera. Ini menyangkut kebutuhan batu bara nasional. As soon as possible, kami akan menyelesaikan kajiannya.”

Namun adanya rencana itu ditanggapi datar saja oleh Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Bob Kamandanu. Menurut dia, rencana itu masih sebatas wacana.

“Bila benar ada rencana itu, pemberian ruang profit penjualan batu bara kalori rendah diharapkan meningkatkan daya saing komoditas tambang itu selain menggenjot produksi lebih besar lagi.” Tahun ini produksi batu bara diharapkan bisa mencapai 250 juta-258 juta ton.

Pernah nunggak

Dalam konteks royalti, enam kontraktor batu bara sebelumnya sempat bermasalah dan diketahui menunggak royalti selama periode 2001-2007 dengan nilai keseluruhan mencapai Rp7 triliun. Kontraktor itu a.l. PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia, PTB Kideco Jaya Agung, PT Adaro Indonesia, PT Berau Coal, dan PT Kendilo.

Kepala Riset BNI Securities Norico Gaman menilai pemangkasan royalti yang disesuaikan dengan tingkat kalori batu bara yang ditambang akan menjadi insentif tersendiri bagi produsen batu bara.

“Pemberian insentif itu memberi dorongan bagi perusahaan tambang ini untuk turut aktif menambang batu bara berkalori rendah. Penurunan royalti juga akan menjaga keuntungan perusahaan.”

Pemangkasan royalti batu bara, tambahnya, juga berpotensi meningkatkan kapasitas produksi batu bara nasional menyusul aktifnya produsen menambang batu bara berkalori rendah.

Dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan global yang mulai tumbuh, permintaan batu bara sebagai bahan bakar alternatif diperkirakan kian meningkat. Proyek pembangunan pembangkit listrik, sebagai bagian dari pendorong pertumbuhan ekonomi, diprediksi kian marak. (12/Pudji Lestari) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: