Skip to content

maseh soal royalti batu item : 191009

Oktober 19, 2009

Senin, 19 Oktober 2009 | 07:10

PROSPEK SAHAM INDUSTRI BATUBARA

Menakar Panasnya Saham Batubara

JAKARTA. Pemerintah sedang menyiapkan beberapa ketentuan baru bagi industri batubara. Sebagai contoh, pemerintah akan menurunkan porsi royalti atau Dana Hasil Produksi Batubara (DHPB) batubara berkalori rendah, dari yang selama ini 13,5% per ton menjadi hanya 9% dan 7,5% per ton.

Pemotongan DPHB ini kemungkinan berlaku tahun depan. Perinciannya, porsi royalti batubara berkalori 4.600 kilo kalori per kilogram (kkal/kg)-5.000 kkal/kg menjadi 9% per ton. Sementara batubara berkalori kurang 4.600 kkal/kg menjadi 7,5%.

Selain pemotongan DPHB, pemerintah juga berniat membatasi ekspor batubara maksimal 150 juta ton setahun. Tujuan pembatasan ini adalah supaya produsen batubara lebih mementingkan pasokan batubara di dalam negeri. belum jelas kapan pembatasan ekspor batubara ini berlaku.

Frederick Daniel Tanggela, Analis Sucorinvest Central Gani menilai, penurunan DPHB batubara akan berpengaruh besar bagi PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), tapi kurang berdampak bagi emiten lain. Maklum, PTBA lebih banyak menghasilkan batubara berkalori rendah di bawah 5.000 kkal/kg. “Kandungan kalori batubara emiten lainnya lebih tinggi,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Analis Bahana Securities Katherine Hermawan juga menilai, penurunan DPHB ini akan berdampak positif bagi PTBA. Emiten batubara pelat merah ini bisa menghemat biaya, sehingga akan menaikkan keuntungannya.

Soal pembatasan ekspor batubara, Katherine bilang, ketentuan ini akan berdampak besar pada kinerja emiten batubara. Sebagian besar emiten batubara di Indonesia menjual produknya di pasar luar negeri. Tahun ini saja, menurutnya, total ekspor batubara Indonesia bisa mencapai 180 juta ton.

Di sisi lain, pasar dalam negeri lebih banyak membeli batubara berkalori rendah berharga murah. Padahal sebagian besar batubara produksi para emiten di bursa berkalori di atas 5.000 kkal/kg. Dus, selain tidak menikmati harga tinggi, para emiten juga tak menikmati pemotongan DPHB. “Makanya ini sangat berdampak bagi emiten batubara,” ujar Katherine.

Tapi Frederick melihat, pembatasan ekspor batubara ini tidak berdampak signifikan bagi emiten. Sebab, harga jual batubara di dalam negeri hanya bertaut tipis dengan harga di pasar global. Lagi pula, pembangkit listrik di Tanah Air juga membeli semua jenis batubara, entah berkalori rendah maupun berkalori tinggi.

Maka itu, Frederick masih yakin, tahun ini kinerja para emiten batubara masih lumayan bagus. Apalagi, berbagai ketentuan itu baru berlaku paling cepat tahun depan.

Namun, Frederick melihat, saat ini harga sebagian besar saham produsen batubara sudah melampaui harga wajarnya alias sudah kemahalan. Toh, ada beberapa saham yang tetap layak koleksi.

Abdul Wahid Fauzi KONTAN

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: