Skip to content

energi batubara MASEH PRIMADONA … 261009

Oktober 26, 2009

[ Sabtu, 24 Oktober 2009 ]
Energi, Tantangan Terbesar SBY
Oleh : M. Sigit Cahyono

Presiden SBY telah mengumumkan susunan kabinet yang akan membantunya selama 5 tahun ke depan. Berbagai tantangan siap menghadang pemerintah baru ini. Di antaranya, yang terbesar adalah di bidang energi.

Arti Penting Energi

Tidak bisa dimungkiri, energi menjadi sesuatu yang sangat vital. Semua aspek kehidupan di muka bumi memerlukan energi. Manusia, hewan, bahkan tumbuhan membutuhkan energi untuk tetap hidup. Selain hidup, manusia memerlukan energi khusus seperti listrik untuk menerangi jalan dan BBM untuk menghidupkan mesin.

Bisa dikatakan, energi merupakan penentu pertumbuhan, tata kehidupan, ekonomi, sosial, politik, dan kehidupan bernegara. Tidak heran, semua negara berlomba-lomba mendapatkan sumber energi dengan segala cara. Bahkan, sejumlah konflik pun terkait dengan masalah energi.

Tata ekonomi global juga digerakkan energi. Krisis global yang terjadi beberapa tahun ini pun diakibatkan melonjaknya harga sumber energi. Itu menunjukkan bahwa energi memegang peran penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Krisis Energi di Indonesia

Di Indonesia, permasalahan energi telah menjadi bom waktu sejak Indonesia pulih dari krisis multidimensi. Saat itu Indonesia mengalami lonjakan hebat dalam konsumsi energi. Mulai 2000 hingga 2004, konsumsi energi primer Indonesia sebesar 5,2 persen per tahun. Peningkatan itu cukup signifikan jika dibandingkan dengan 1995 hingga 2000 yang sebesar 2,9 persen per tahun.

Di sisi lain, peningkatan tersebut tidak diimbangi produksi. Menurut Indonesian Petroleum Association (IPA), awal 2004 produksi minyak Indonesia mencapai 1,11 juta barel per hari, kemudian pada akhir 2007 turun menjadi 970 ribu barel per hari. Dengan cadangan minyak yang siap produksi 4 miliar barel, jumlah tersebut diperkirakan hanya cukup hingga 2019.

Saat ini Indonesia juga tidak lagi menjadi negara pengekspor minyak, tetapi harus mengimpor 500 ribu barel per hari. Dengan harga BBM USD 60 per barel, dibutuhkan anggaran USD 30 juta atau Rp 300 miliar per hari (USD 1=Rp 10 ribu). Bagaimana jika harganya melebihi USD 100 per barel? Tidak bisa dibayangkan.

Meroketnya harga minyak bumi itu membuat pemerintah mengambil opsi lain, yaitu menjadikan batu bara dan gas alam sebagai tumpuan.

Menurut hasil survei, Indonesia mempunyai cadangan batu bara 18,7 miliar ton. Dengan rata-rata produksi 250 juta ton per tahun, cadangan itu baru habis dalam 75 tahun. Kondisi tersebut menyebabkan keran investasi dibuka lebar-lebar. Akan tetapi, para pengusaha dengan seenaknya sendiri menjual batu bara ke luar negeri karena harganya lebih mahal. Hal itu berakibat fatal terhadap kondisi dalam negeri, terutama kelistrikan yang notabene sangat bergantung pada batu bara.

Kondisi yang tidak jauh berbeda terjadi pada gas alam. Cadangan gas alam yang mencapai 165 triliun standar kaki kubik, sekitar 60 persen dari produksinya diekspor. Hal itu menyebabkan industri pengguna gas alam ikut kembang kempis.

Masalah Listrik

Satu lagi yang menjadi monster bagi bangsa ini adalah ketenagalistrikan. Di mana-mana terjadi pemadaman listrik, seakan-akan bangsa ini tidak layak menjadi bangsa yang terang benderang dialiri listrik.

Sumber petaka utama adalah penyediaan listrik oleh pemerintah yang minim. Tingginya kebutuhan listrik tidak diimbangi produksi dari pembangkit yang ada. Kondisi pembangkit sangat memprihatinkan, sering rusak sana-sini karena mesin yang sudah tua, bahkan terkadang suplai bahan bakar tersendat.

Bisa dibayangkan, daerah dengan tingkat elektrifikasi tinggi seperti Jawa dan Bali sering mengalami pemadaman listrik. Apalagi, daerah lain yang notabene sangat minim suplai dari pembangkit, seperti Sulawesi Tenggara (43,88 persen), Papua (35,35 persen), dan NTT (26,35 persen). Pemerintah harus merogoh kocek yang besar untuk memberikan subsidi listrik. Sebagai contoh di Maluku, pemerintah harus memberikan subsidi Rp 1.830,75 per kWh, belum termasuk daerah lain yang minim suplai listrik. Tingginya subsidi tersebut tentu menyedot anggaran negara yang sangat besar.

Kebijakan yang Komprehensif

Melihat kondisi energi yang parah, pemerintah harus membuat langkah-langkah komprehensif untuk menyelamatkan bangsa ini. Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2006 harus diimplementasikan secara menyeluruh. Semua kebijakan harus diarahkan untuk menurunkan ketergantungan Indonesia pada minyak bumi dan meningkatkan peran sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Diharapkan, target bauran energi pada 2025 bisa dicapai. Saat itu penggunaan minyak bumi harus di bawah 20 persen, gas bumi naik di atas 30 persen, batu bara 33 persen, bahan bakar bio dan panas bumi masing-masing 5 persen, energi baru dan terbarukan (EBT, termasuk nuklir) 5 persen, dan batu bara dicairkan 2 persen. Jika target itu terpenuhi, Indonesia pasti bisa menjadi top leader dalam penyediaan energi di dunia.

Selain itu, sumber daya energi harus diprioritaskan sebagai modal pembangunan. Sumber energi diperlakukan sebagai masukan kegiatan dalam negeri, baik sebagai bahan baku maupun bahan bakar, untuk proses yang bisa menghasilkan nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, untuk menjaga kedaulatan negara atas migas, pemerintah harus menetapkan target kemandirian pengelolaan migas pada 2025. Misalnya, otoritas pengelolaan blok migas 50 persen harus dipegang perusahaan nasional. Seperti, Libya yang menetapkan porsi kepemilikan negara sebesar 50 persen untuk tiap blok atau Malaysia yang mewajibkan perusahaan multinasional menggandeng Petronas untuk blok yang berproduksi.

Namun, untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan ketegasan pemimpin dalam mengelola sektor energi. Harapannya, di bawah kepemimpinan SBY dan menteri yang baru, masa depan energi Indonesia bisa terjamin demi mewujudkan negeri Indonesia yang mandiri energi. (*)

*) M. Sigit Cahyono ST MEng, pengamat energi dari UGM dan ITS, kandidat doktor di Universiti Teknologi Petronas Malaysia

From → Seputar Indy

2 Komentar
  1. Hai, salam kenal, artikel anda ada di

    http://energi.infogue.com/energi_batubara_maseh_primadona

    ayo gabung bersama kami dan promosikan artikel anda ke semua pembaca. Terimakasih ^_^

    • bumi2009fans permalink

      situs anda bagus full desain dan teknologinya … sukses bwat anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: