Skip to content

pengembangan tambang gas metana … 091209

Desember 9, 2009

Tumpang Tindih Lahan, Kendala Utama Pengembangan CBM 26 November 2009 | 17:56 WIB Abraham Lagaligo abraham@majalahtambang.com Jakarta – TAMBANG. Saat ini potensi coal bed methane (CBM) Indonesia tercatat 453,30 triliun kaki kubik (TCF), dengan total 11 daerah cekungan (CBM Basin). Pemerintah memperkirakan, pada 2025 mendatang total produksi CBM Indonesia akan mencapai 1500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sayangnya, hingga saat ini upaya peningkatan pemanfaatan sumber energi alternatif itu terhalang banyak kendala. “Kendala utama pengembangan CBM di Indonesia ialah maraknya kasus tumpang tindih lahan,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Evita Herawati Legowo. Evita mengungkapkan, sampai Agustus 2009 baru sebanyak 15 kontrak CBM yang ditandatangani. Selain itu, pada Rabu, 25 November 2009, pihaknya telah mengumumkan tiga perusahaan pemenang lelang wilayah kerja (WK) CBM tahun 2009. “Sejumlah kendala yang kita hadapi, membuat banyak calon investor mundur dari lelang WK CBM,” ungkapnya. Salah satu kendala utama, ialah tumpang tindih lahan dimana dalam satu WK terdapat lebih dari satu izin Kuasa Pertambangan (KP) dan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara). Selain itu, lanjut Evita, beberapa wilayah yang diduga mempunyai potensi CBM, tidak dilengkapi oleh data evaluasi yang diperlukan. Seperti data well, seismic, dan coal properties. Pemasaran gas dari CBM juga masih terkendala oleh belum adanya infrastruktur pipa penyaluran di dekat WK CBM. Terkait tumpang tindih lahan, ujarnya lagi, pemerintah telah mengupayakan agar seluruh KP batubara dan PKP2B dalam satu WK migas, membentuk grup. Satu grup ini nantinya akan dikoordinir oleh salah satu kontraktor yang bertindak sebagai leader (pemimpin). Sedangkan untuk kendala data, pemerintah akan mengupayakan agar dilakukan korelasi dengan data yang sudah ada di wilayah terdekat. Kelengkapakan data evaluasi juga bisa dilakukan melalui analogi dengan data yang ada di negara lain. “Kita juga melakukan core hole tes serta analisa laboratorium, setelah mendapatkan semua izin yang diperlukan,” tukasnya. Pemerintah juga akan segera membangun jaringan baru pipa gas, dan pembangunan pembangkit listrik skala kecil. Langkah ini guna mengatasi problem minimnya infrastruktur distribusi dan pemasaran.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: