Skip to content

indy disebut lagi, sih … 281209

Desember 28, 2009

28/12/2009 – 04:00
Ayo! Beli ADRO, PTBA, ANTM, BBRI & BMRI
Agustina Melani

(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan IHSG ^JKSE diperkirakan akan menguat pada Senin (28/12) di kisaran 2.450 -2.510. Saham-saham yang direkomendasikan antara lain ADRO, PTBA, INCO, ANTM, TINS, BBCA, BBRI, dan BMRI.
Hal itu disampaikan Kepala Riset PT Financorpindo Nusa Edwin Sebayang, saat dihubungi INILAH.COM, kemarin. Edwin mengatakan, faktor yang mendukung penguatan IHSG antara lain kenaikan harga minyak mencapai US$77 per barel akibat musim dingin yang lebih buruk di Amerika Serikat dan Eropa, indeks Dow Jones pun ditutup positif di level 9.520, harga emas menguat mencapai 1.100 per troy ounce serta harga batubara yang menguat. “Faktor eksternal akan mendukung bursa saham Indonesia,” ujar Edwin.

Edwin mengatakan, dengan faktor eksternal tersebut akan mendukung kenaikan saham-saham pertambangan. Ia meramal, kenaikan harga komoditas sehingga akan mempengaruhi kenaikan saham pertambangan seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY), Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Meskipun volume perdagangan tipis, IHSG akan tetap menguat didukung fundamental perekonomian yang baik seperti rupiah relatif stabil, inflasi dan suku bunga rendah. Edwin menuturkan, selama 3 minggu ini investor asing sudah melakukan net buy sekitar Rp2 triliun. “investor asing sudah mempersiapkan investasi untuk 2010 dengan membeli saham mengingat harga saham masih murah,” tutur Edwin.

Edwin merekomendasikan, untuk membeli saham pertambangan seperti ADRO, BUMI, INCO, ANTM, TINS dan saham perbankan seperti BBRI, Bank Mandiri (BMRI), dan BBCA.”Saat ini harga saham masih murah,” kata Edwin.

Hal senada diungkapkan oleh pengamat pasar modal David Cornelis, potensi IHSG masih berpotensi naik dengan menguji level resistance di 2.520 hingga 2.560. “Target tutup tahun berada di level keseimbangan 2.500. Adapun pengaruh bursa global dan regional relatif tidak terlalu korelatif dengan pergerakan IHSG menjelang tutup tahun seiring terjadi pelemahan likuiditas di pasar,” kata David.

David menuturkan, biasanya akan terjadi kejutan di pasar ketika likuiditas dan volatilitas menurun. Kenaikan harga komoditas menjelang akhir tahun juga turut mempengaruhi kenaikan IHSG. [hid]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: