Skip to content

pemulihan itu pemicu peningkatan permintaan energi … 040110

Januari 3, 2010

Kenaikan Harga Minyak karena Fundamental Ekonomi
03/01/2010 23:34:45 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com

Peningkatan harga minyak yang terjadi saat ini karena fundamental perekonomian yang mengarah pada pemulihan ekonomi dunia, kata Direktur Perencanaan Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prijambodo.

“Secara fundamental ekonomi, peningkatan harga minyak tersebut dilihat dari permintaan dan penawaran,” katanya di Jakarta, Minggu, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, dari sisi permintaan, kawasan Asia merupakan konsumen yang boros terhadap minyak. Hal ini karena industri di Asia merupakan industri yang belum efisien dalam penggunaan bahan bakar minyak. Ini berbeda dengan Eropa dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi di dunia terutama didorong oleh kawasan Asia, terutama India dan Tiongkok. Kawasan Asia, menurut dia, membutuhkan bahan bakar minyak untuk menggerakan mesin-mesin produksinya terutama karena kawasan ini merupakan kawasan global manufacturing process.

“Sedangkan untuk Eropa, Amerika Serikat dan Jepang, meski pertumbuhan ekonomi meningkat dan mulai meninggalkan masa resesi secara teknikal tapi masih lambat,” katanya.

Sementara itu, dari sisi penawaran, menurut dia, negara-negara OPEC tampaknya akan berusaha mempertahankan agar harga minyak tidak jatuh. Di sisi lain, produksi OPEC dan non OPEC sekitar 86 juta barel per hari dan konsumsi minyak mentah dunia saat ini sekitar 85 juta barel per hari.

“Gerakan antara produksi dan konsumsi sudah berjalan beriring tipis, OPEC saat ini sekitar 34,5 juta barel per hari masih memiliki kemampuan tambahan sekitar tiga juta per barel, sementara non OPEC diperkirakan sulit untuk meningkatkan kapasitas produksinya,” katanya.

Selain itu, menurut dia, cadangan stok komersial minyak bumi AS dan negara OECD lainnya mulai turun.

“Bila pemulihan ekonomi terus berjalan, berarti permintaan juga akan terus meningkat, sehingga harga minyak pun juga akan merangkak naik,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan proyeksi dari departemen energi AS, harga minyak sejak Januari terus meningkat. Pada Januari departemen energi AS (EIA) memprediksikan harga minyak 2010 sebesar US$ 54,5 per barel.

Pada Desember lalu, EIA tekah menaikan proyeksi harga minyak menjadi US$ 78,7 per barel atau meningkat dibadingkan proyeksi November yang mencapai US$ 78,1 per barel. (*)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: