Skip to content

batu item lowrank, berkalori rendah … hmmm, indy : 060110

Januari 6, 2010

Dahlan Minta Batubara Lowrank Diubah Jadi Gas
04 Januari 2010 | 15:54 WIB

Abraham Lagaligo
abraham@majalahtambang.com

Jakarta – TAMBANG. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Herman Afif Kusumo, mendesak agar pemerintah dalam hal ini Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk sepenuhnya mendukung pemenuhan energi listrik oleh PLN. Diantaranya dengan memaksimalkan pemanfaatan batubara lowrank 2.000-2.500 kalori, yang sumber dayanya melimpah ruah di Indonesia.

Menanggapi ini, Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, mengusulkan agar batubara kalori rendah tersebut diubah dulu menjadi gas sebelum masuk pembangkit listrik PLN.

Usulan tersebut disampaikan langsung Herman Afif Kusumo, saat “Minum Kopi Bersama” Menteri ESDM, di Jakarta, Kamis 31 Desember 2009. Menurutnya, semua komponen pemerintah harus mencermati permintaan Presiden, bahwa pemenuhan energi listrik tidak bisa lagi dilakukan secara “business as usual” (cara-cara biasa).

Herman juga mengingatkan, dua hal yang menjadi fokus pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) ke-2 ialah pemenuhan pasokan energi dan pangan. Maka dari itu, dari sisi energi PLN harus berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan listrik, sebagai faktor utama pendorong dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi.

Dia juga memahami keterbatasan dana PLN, terutama untuk pemerataan listrik sampai daerah-daerah di luar Jawa. “Karena yang punya duit adalah para pengusaha batubara, kami minta Menteri ESDM mendukung PLN dengan mengimbau pengusaha batubara PKP2B membangun PLTU mulut tambang, menggunakan batubara lowrank,” tandas Herman.

Menurutnya hal itu sangat dimungkinkan, mengingat semua tambang PKP2B yang ada pasti memiliki sumber daya batubara lowrank. Keberadaan tambang mereka juga rata-rata di luar Jawa, sehingga tidak membutuhkan biaya transmisi distribusi yang besar untuk sampai ke konsumennya. “Apalagi ultimate dari semua penggunaan energi adalah listrik,” tandas Herman lagi.

Herman juga meminta agar kebijakan crash program 10.000 Megawatt (MW) yang menggunakan batubara 4.000 kalori dievaluasi. Karena di negara lain, contohnya di Australia, batubara kalori 2.500 sudah bisa untuk pembangkit listrik, dengan teknologi mine mooth power plant (PLTU mulut tambang). Mengapa di Indonesia tidak?

Dahlan yang juga hadir dalam kesempatan itu menyambut gembira, jika pemerintah memiliki itikad meningkatkan dukungan bagi PLN. Namun karena masih banyak pembangkit listrik PLN yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM), maka ia berorientasi untuk mengubahnya ke gas.

“Untuk batubara kalori 2.500 menurut saya lebih baik diubah dulu jadi gas (lewat teknologi gasifikasi batubara), baru kemudian dibuat bahan bakar power plant. Kalau sudah jadi gas, pasti PLN mau beli,” tutur Dahlan yang duduk tak jauh dari Herman Afif.

Dalam program kerjanya sebagai Dirut PLN, Dahlan memang hendak memprioritaskan penggantian bahan bakar pembangkit listrik, dari minyak ke gas. Langkah progresif ini diyakini dapat menekan biaya operasional PLN hingga Rp 15 triliun per tahun. Sayangnya pemerintah juga belum bisa menjamin pasokan kebutuhan gas PLN sebesar 1 juta MMBTU per hari.

Menjawab ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (Minerba Pabum), Bambang Setiawan mengatakan, pihaknya sudah memulai usaha memaksimalkan pemanfaatan batubara lowrank. “Untuk yang 2.500 kalori akan kita manfaatkan baik lewat mine mooth maupun dengan proses lebih lanjut, pencairan maupun gasifikasi,” ujar Bambang.

Menurutnya, proyek mine mooth power plant saat ini sudah ada yang mulai berjalan, diantaranya di Sumatera Selatan. Bahkan pihaknya juga telah menyusun MoU untuk penjualan listrik dari PLTU mulut tambang, juga mendorong upaya gasifikasi serta pencairan batubara.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: