Skip to content

ihsg mikir, indy cair mengalir … 060110

Januari 6, 2010

06/01/2010 – 16:54
IHSG Lunglai, Bertahan di Atas 2.600
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Aksi ambil untung mulai menyerbu pasar, menghentikan pesatnya penguatan bursa saham Indonesia. Namun, IHSG masih mampu bercokol di atas level 2.600, didukung saham tambang.

Pada perdagangan Rabu (6/1), IHSG  ditutup melemah 1,980 poin (0,08%) ke level 2.603,297. Indeks saham unggulan LQ 45  juga turun 1,061 poin (0,21%) ke level 513,208 dan indeks JII .
IHSG pada awal perdagangan tercatat masih menguat 0,25% ke level 2.611, namun menjelang penutupan sesi pertama hingga penutupan, aksi jual investor mulai marak. Indeks pun terpaksa berakhir di 2.603.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG terkoreksi di tengah penguatan bursa regional Asia. Aksi jual saham mulai membanjiri pasar, dimana investor merealisasikan keuntungan setelah penguatan signifikan 7 hari terakhir. “Pelemahan bursa ini akibat koreksi teknikal semata,”ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, data inflasi Desember yang rendah, berlanjut pada suku bunga acuan BI rate yang bertahan di level 6,5%, sesuai dengan estimasi pasar, “Hal ini membuka peluang investor untuk aksi ambil untung,”ulasnya.

Meski melemah, bursa saham Indonesia masih memikat investor asing. Berdasarkan data transaksi di BEI, investor asing membukukan pembelian saham di pasar reguler senilai Rp 1,43 triliun dengan penjualan Rp 789,62 miliar. Ini berarti, pembelian bersih (net buying) tercatat sebesar Rp 644 miliar.

Sektor-sektor saham bergerak variasi, dimana pelemahan dipimpin sektor finansial yang jatuh 0,9%, kemudian konsumsi yang turun 0,8%, aneka industri yang melemah 0,6%, manufaktur 0,4% dan properti 0,13%. Sedangkan saham tambang masih memimpin penguatan dengan naik 1,4%, disusul perkebunan 0,7%, industri dasar 0,5%, serta infrastruktur dan perdagangan 0,2%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia tampaknya sudah kembali normal. Volume transaksi tercatat 5,467 miliar lembar saham, senilai Rp 5,139 triliun dengan frekuensi 125.096 kali. Sebanyak 94 saham naik, 98 saham turun dan 71 saham stagnan.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Delta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 63.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 21.300, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 33.000, Astra International (ASII) turun Rp 200 ke Rp 35.300, PT Bank Central Asia (BBCA)turun Rp 150 ke Rp 4.950.Astra Agro (AALI) turun Rp 100 ke Rp 24.100, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 ke Rp 7.750, dan Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 9.500.

Sedangkan emtien-emiten yang menguat antara lain Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 18.200, Adira Finance (ADMF) naik Rp 250 ke Rp 7.200, Goodyear (GDYR) naik Rp 250 ke Rp 9.250, Hexindo (HEXA) naik Rp 175 ke Rp 3.325, Indika (INDY) naik Rp 150 ke Rp 2.400, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 150 ke Rp 10.650, dan Indocement (INTP) naik Rp 150 ke Rp 14.200.

IHSG melemah di tengah dominasi penguatan bursa regional Asia. Indeks Hang Seng naik 137,09 poin (0,62%) ke level 22.416,67, indeks Nikkei-225 naik 49,62 poin (0,46%) ke level 10.731,45, indeks Straits Times naik 6,11 poin (0,21%) ke level 2.926,3984 dan indeks KOSPI naik 14,70 poin (0,87%) ke level 1.705,32. [mdr]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: