Skip to content

bhp indon MASEH DIINCAR indy tukh … 090110

Januari 8, 2010

Sabtu, 09/01/2010 00:00 WIB

PTBA tetap inginkan saham BHP Billiton

oleh :

JAKARTA: PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) tetap berkeinginan mengakuisisi 25% lahan konsesi tambang batu bara Maruwai, Kalimantan Tengah (Kalteng) seluas 355.000 hektare yang akan dilepas oleh BHP Billiton, Australia, kendati informasi yang berkembang menyebutkan BUMN pertambangan ini tidak berhasil mendapatkan lahan tambang itu.

Direktur Utama PTBA Sukrisno mengatakan perseroan itu telah mengirimkan surat resmi kepada BHP Billiton untuk segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perusahaan pemenang yang berhasil mengungguli beberapa perusahaan lainnya yang ikut tertarik membeli saham itu.

“Kalau memang PTBA tidak bisa masuk, kami [PTBA] juga menginginkan alasan jelas dari manajemen BHP Billiton sehingga kami tahu langkah lain apa yang harus ditempuh. Bila alasannya [PTBA tidak bisa masuk] karena proposal penawaran kami 100%, tentunya kami bisa mengajukan proposal lagi untuk 25%,” ujarnya kepada Bisnis pekan ini.

Bahkan, dia menegaskan PTBA tidak akan mengurungkan keinginannya mengakuisisi lahan tambang batu bara Maruwai meskipun tidak sesuai dengan proposal penawaran, yakni hanya 25% saham.

Namun, tegasnya, PTBA mengharapkan kejelasan program BHP Billiton yang membawahi tujuh perusahaan tambang besar, yang lima di antaranya tersebar di Kalteng yaitu di PT Lahai Coal, PT Maruwei Coal, PT Julai Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Sumber Barito Coal.

Adapun di Kaltim terdapat PT Pariho dan PT Ratan Coal. Ketujuh perusahaan itu memiliki izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B).

Sukrisno melihat kejelasan program perusahaan tambang batu bara Australia itu menjadi pertimbangan utama PTBA tetap maju membeli 25% saham itu.

“Kami [PTBA] juga menginginkan agar eksploitasi proyek tambang Maruwai itu bisa dipercepat waktunya sehingga tidak memperpanjang daftar investasi. Tidak menjadi persoalan bagi PTBA kalau hanya 25% saham, asalkan dengan kejelasan konsep dan hak pembeli. Jangan-jangan PTBA dibilang tidak bisa masuk karena menawar terlalu rendah, bukan soal keinginan membeli 100% saham.”

Sukrisno mengakui dengan pembelian 25% saham itu memang tidak begitu menguntungkan bagi perseroan karena hanya bertindak sebagai follower, bukan operator. Namun, PTBA juga tidak ingin melepaskan kesempatan memiliki sejumlah proyek tambang batu bara Maruwai.

BUMN pertambangan itu sebelumnya menegaskan siap mengakuisisi 100% proyek tambang batu bara BHP Billiton Australia, baik secara tunggal maupun dengan menggandeng PT Timah Tbk, PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan Rajawali Corporation.

Sejumlah investor diketahui telah menyatakan minatnya, yaitu PT Adaro Energy Tbk, PT Indika Energy Tbk, PT Bayan Resources Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Medco Energi Internasional Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, Itochu Indonesia, dan satu perusahaan asal China.

Sementara itu, Dirjen Mineral, Batu bara, dan Panas bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan mengaku belum menerima laporan akhir hasil seleksi penentuan mitra perusahaan BHP Billiton.

Oleh Nurbaiti

Bisnis Indonesia

bisnis.com

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: