Skip to content

sekadar tau yang di balik obligasi indy … 140110

Januari 14, 2010

Jumat, 11/12/2009 09:17 WIB

Hidup seimbang

oleh : Irvin Avriano

Bergelut dengan sektor perbankan tidak melulu harus dengan mengerutkan dahi. Hobi bisa menjadi salah satu kompensasi di luar tekanan pekerjaan yang justru bisa menjamin ide dan semangat tetap segar.

Ini ibarat resep hidup seimbang yang dijalani Kunardy Lie, Direktur Head of Global Banking Indonesia Citibank NA. Memimpin dua divisi di lembaga pembiayaan multinasional itu tidak membuatnya tenggelam dalam ruangan yang bertabur kertas.

Memasuki ruang kerjanya, siapa pun akan merasa serasa masuk ke ruang pamer toko koleksi action figure pahlawan komik. Patung-patung plastik dan keramik itu merepresentasikan tokoh kartun dan rekaan dari beberapa komik asing terkenal.

Berkantor di ruangan lantai 6 Menara Citi itu, businessman bergelar Chartered Financial Analyst (CFA) ini mewarnai tempat kerjanya dengan pajangan tokoh-tokoh dalam film action yang memang menjadi kegemarannya.

Bahkan, di rak buku tidak hanya berjajar buku tentang dunia perbankan, tetapi juga idola Kunardy sejak kecil, seperti The Flash, patung-patung kecil Fantastic 4 The Thing, beberapa karakter Ninja Turtles, dan beberapa franchise X-Men seperti Colossus, Storm, dan Magneto.

Dalam ruangan yang tidak pernah sepi dari alunan beberapa speaker di sudut ruangan itu juga terdapat koleksi figur Thor, jagoan dari legenda Viking yang sangat dipuja bapak tiga anak laki-laki itu.

“Saya baru saja mulai mengoleksi figur-figur pahlawan itu sejak nonton X2,” ujarnya merendah tanpa menyebut berapa ratus juta yang telah dia keluarkan untuk mengumpulkan benda-benda itu.

Kini, tak hanya franchise film tentang mutant, dia juga langsung mengoleksi beberapa tokoh pahlawan lain yang sudah tertahan sejak kecil, salah satunya tokoh The Flash, jagoan berkekuatan lari secepat kilat.

Bagi Kunardy, mengoleksi patung-patung itu tak sekadar hobi. Di balik pajangan seharga Rp800.000 – Rp8 juta itu ada beberapa nilai yang berusaha dipetik Kuniardy dalam hidup dan pekerjaannya.

Potensi untuk berhasil

Layaknya tokoh-tokoh komik berkekuatan super, suami dari Marlene ini percaya dalam setiap anggota tim di divisinya ada potensi besar yang harus ditemukan, dikembangkan, dan disumbangkan sebagai tombak keberhasilan.

“Saya adalah orang yang result oriented. Jadi, hasil yang bagus adalah tujuan mutlak saya,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menerapkan disiplin ketat untuk hasil yang ingin dia capai. Ini tecermin dari dari beberapa foto keluarga yang dipajang di meja buffet ruang kantornya. “Saya berhasil menurunkan berat badan dari sekitar 100 kg menjadi 80 kg dengan makan teratur, termasuk tidak makan malam, kecuali buah.”

Kunardy sangat memahami dunia kerjanya menuntut kedisiplinan dalam bidang investment banking. Jabatannya di perusahaan sebagai negosiator bagi klien domestik, khususnya penerbitan obligasi berdenominasi asing, memang pekerjaan yang tak mudah.

Untuk membentuk struktur surat utang, tuturnya, diperlukan pemahaman yang tajam tentang perusahaan dan profil finansial klien. Dalam menawarkan dan memasarkan surat utang, calon investor dapat memahami keindahan dan keunggulan bisnis dari si calon debitur.

Peraih cum laude dari University of Texas pada 1994 untuk gelar Bachelor of Science in Computer Science itu juga semakin tak lepas dari kesibukan ketika menangani dua divisi sekaligus, corporate banking dan investment banking.

Meskipun bertambah banyak pekerjaaannya, Kuniardy menilai penggabungan dua bagian itu oleh manajemen perusahaan justru menawarkan jasa layanan yang akan memudahkan klien.

“Kami bisa memproses hanya dengan satu kepala saya, tidak seperti perusahaan lain yang dibawahi dua divisi, yang akan membuat klien bekerja dua kali.”

Kemudahan itu, tuturnya, merupakan salah satu daya tarik yang dijunjung perusahaan multinasional itu di pasar modal global. Dia menjelaskan salah satu keberhasilan yang sempat diraihnya bersama dengan tim perusahaan, yaitu saat memacu penerbitan obligasi dari AS di Tanah Air tahun ini.

Optimistis pasar modal Indonesia pasca krisis finansial global, akunya, dimulai ketika perusahaan merekomendasikan kliennya, PT Matahari Putra Prima Tbk, untuk menawarkan surat utang senilai US$150 juta.

Penerbitan melalui anak usaha, Matahari Internasional BV, itu langsung disusul beberapa penerbitan obligasi global lain di Tanah Air, seperti PT Adaro Indonesia, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma), PT Chandra Asri Petrochemical Centre, dan PT Indika Energy Tbk.

Belakangan, sebut saja perannya dalam menstrukturisasi pinjaman sindikasi PT Charoen Pokphand Indonesia senilai US$125 juta pada 2007, pinjaman US$160 juta obligasi PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk pada 2006 dan US$160 juta obligasi PT Ciliandra Perkasa sekaligus IPO di Singapura pada 2007 senilai US$220 juta.

Kunardy tampaknya membuktikan komitmen dan seimbang dalam hidup adalah mutlak untuk memacu pekerjaan. (Aprika R. Hernanda) (redaksi@bisnis.co.id)

bisnis.com

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: