Skip to content

yang pengennya agar tidak asal jalan … 140110

Januari 14, 2010

Rabu, 13/01/2010 00:00 WIB

‘Jangan hanya business as usual’

oleh :

JAKARTA: Harga mineral dan batu bara yang tetap ‘seksi’ rupanya telah menarik minat investor untuk ikut mencoba gurihnya komoditas itu meskipun ada beberapa regulasi yang masih belum kelar di sektor itu. Salah satunya adalah Valco Corporation, perusahaan yang selama ini berkecimpung di industri minyak dan gas bumi.

Berkaitan dengan itu, Bisnis mewawancarai Presiden sekaligus pendiri Valco Corporation M. Hadi Bil’id, di kantornya kemarin. Berikut petikannya.

Sebagai pimpinan perusahaan yang banyak bersinggungan dengan bidang industri, terutama sektor energi dan sumber daya mineral, menurut Anda bagaimana iklim investasi saat ini?

Sebenarnya kita boleh bersyukur dengan kondisi perekonomian dan industri saat ini yang tidak terlalu terpengaruh oleh krisis ekonomi global yang terjadi selama 2008. Banyak negara lain yang mengalami perlambatan ekonomi, tetapi Indonesia masih bisa bertahan.

Persoalannya, harus ada satu keinginan serius regulator di sektor itu untuk lebih proaktif mencarikan kendala investasi sekaligus jalan keluarnya. Permasalahan itu harus dicarikan solusinya dan jangan hanya bergerak untuk business as usual.

Jalan keluar seperti apa?

Kami sebagai pengusaha sebenarnya tidak perlu pernyataan atau program yang aneh-aneh. Yang penting itu kepastian dan jaminan berusaha. Saya tidak melihat hal ini sesuatu yang negatif. Namun, setiap persoalan tentunya sangat memengaruhi iklim investasi. Misalnya, kasus-kasus politik dan skandal Century harus secepatnya dituntaskan. Bila berlarut-larut malah akan membuat investor berpikir berkali-kali untuk menanamkan modalnya di negara ini.

Langkah konkret seperti apa yang sebenarnya diinginkan pengusaha?

InsyaAllah, saya yakin tahun ini akan lebih baik dan memiliki kemajuan yang positif untuk berusaha dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Langkah penting yang harus dilakukan pemerintah itu adalah pendekatan bisnis (business approach) dari semua sektor.

Dalam konteks regional, Kita harus belajar dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Dubai, dan lainnya. Pemerintah bisa mem-back up keinginan pebisnis melalui kebijakan-kebijakan yang saling mendukung dari berbagai sektor. Bila tidak ada sinkronisasi itu, tentu sangat sulit mengembangkan iklim investasi negara ini.

Banyak kalangan mengeluhkan soal regulasi di negeri ini. Bagaimana Anda melihat itu?

Saya tidak tahu apakah pemikiran saya ini didengarkan. Pemerintahan kita ini miskin koordinasi antardepartemen sehingga malah menghambat investasi. Selama ini bila ada persoalan di lintas departemen, harus diselesaikan dengan cara formal dan menempuh sistem birokrasi yang tidak berujung. Seharusnya ada satu lembaga, misalnya BKPM yang diberi kewenangan koordinasi antardepartemen bila terbentur dengan satu hal.

Keberpihakan kepada investor seperti apa yang Anda maksudkan?

Investor itu menginginkan keberpihakan dari pemerintah secara umum dan menyeluruh, bukan hanya berpihak pada satu investor saja. Tidak ada pilih kasih.

Valco sendiri mau ke arah mana investasinya?

Perusahaan kami bergerak hampir di semua sektor industri sumber daya alam. Kami juga masuk ke infrastruktur, telekomunikasi, dan makanan. Memang selama ini lebih banyak di industri minyak dan gas serta kelistrikan, tetapi kami berminat ekspansi ke sektor pertambangan mineral dan batu bara mulai tahun ini.

Bisa Anda gambarkan beberapa proyek yang digarap Valco?

Selama ini kami banyak di pembangkit, seperti pembangunan PLTG Belawan, PLTU Paiton, PLTU Suralaya, beberapa pembangkit swasta lainnya. Untuk proyek 10.000 MW saya juga ikut. Bahkan Valco sudah lulus prakualifikasi (PQ) proyek PLTU Bali 2×100 MW dan tinggal penawaran harga. Saya juga sedang menunggu result PLTU Pemalang 2.000 MW.

Untuk proyek tambang, apa saja yang sedang dijajaki?

Sekarang saya sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan tambang besar, salah satunya BHP Billiton. Kami siap mengakuisisi 100% saham BHP Billiton karena kami inginnya menjadi mayoritas. Komunikasi dengan manajemen BHP Billiton masih berlangsung. Bahkan, kami juga akan menjajaki dengan Pemprov Papua, terkait dengan rencana pemda tersebut membeli 9,36% saham PT Freeport Indonesia.

Apa pertimbangan Anda masuk ke sektor mineral dan batu bara?

Mineral itu tidak akan ada habisnya. Sekarang tinggal persoalan regulasinya saja yang harus dicarikan jalan keluar yang tepat dan balance antara pemerintah pusat dan daerah. Hanya itu kendala utama di sektor tambang.

Bagaimana pencapaian investasi Valco sepanjang 2009 dan target 2010?

Secara umum pertumbuhan investasi kita cukup bagus dan kita tidak terlalu kena imbas selama setahun ini. Rencananya tahun ini juga bidik oil company di Eropa yang ingin go public. Perusahaan dalam kesulitan pendanaan sehingga ingin melepas sahamnya. Kita akan menangkap peluang itu.

Target investasi tahun lalu malah mencapai US$1 triliun dan itu di luar estimasi awal. Tahun ini kita juga membidik investasi sebesar US$1 triliun, termasuk di Middle East. Sekarang saja kita sedang mengelola dana sampai US$3 triliun.

Pewawancara: Nurbaiti

Bisnis Indonesia

bisnis.com

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: