Skip to content

batu item TETAP diekspor full dah … 170110

Januari 17, 2010

Ekspor Batu Bara Diprediksi Meningkat
Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati
Jumat, 15 Januari 2010 | 20:53 WIB

TERKAIT:
2010, PT BA Proyeksikan Penjualan Batu Bara Naik 20 Persen
PAMA Segera Operasikan Tambang Batubara di Kapuas
PT Bukit Asam Siapkan 50 Juta Dollar AS
JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan pemerintah yang mewajibkan para pengusaha untuk memasok batu bara bagi kebutuhan domestik diperkirakan tidak akan mengganggu kegiatan ekspor bahan tambang itu. Bahkan, nilai ekspor batu bara tahun 2010 diprediksi akan melonjak seiring dengan peningkatan produksi bahan tambang tersebut.

“Semua pengusaha tidak keberatan dan siap melaksanakan kewajiban pemasokan domestik atau DMO batu bara,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia Supriatna Sahala, Jumat (15/1/2010) di Jakarta. “Apalagi pelaksanaan DMO batu bara itu tidak terlalu ketat karena akan mengikuti perkembangan kondisi bisnis batu bara,” ttambahnya.

Menurut Sahala, pemberlakukan kebijakan DMO batu bara tidak mengganggu kinerja ekspor karena kapasitas produksi sudah dinaikkan. Untuk tahun ini, permintaan domestik batu bara diprediksi hanya sebesar 75 ton, sedangkan kapasitas produksi mencapai 280 juta ton. Karena itu, kelebihan produksi yang tidak terserap domestik akan diekspor ke sejumlah negara.

Sejauh ini batu bara dari Indonesia banyak diekspor ke Jepang, China, Korea, dan India. Dengan pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) ASEAN-China, maka volume ekspor batu bara ke China diperkirakan akan meningkat pesat karena hambatan tarif yang selama ini ada sudah dihapuskan.

Sahala menambahkan, kalangan pengusaha tidak keberatan terhadap kewajiban pemasokan domestik dengan syarat harga batu bara untuk domestik mengikuti harga indeks internasional. “Jadi, harga komoditas batu bara di pasar domestik sama dengan pasar internasional. Pemerintah sudah memahami ini sehingga tidak ada harga batu bara dengan perlakuan khusus,” ujarnya.

Terkait dengan kebutuhan batu bara untuk PLN, harga batu bara yang dijual ke perusahaan listrik negara itu sama dengan harga di pasaran karena transaksi penjualan itu termasuk transaksi bisnis. Jika kemampuan pendanaan PLN tidak mencukupi untuk membeli batu bara dengan harga pasar, maka kekurangan pendanaan itu akan dipenuhi oleh pemerintah.

Dengan pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) ASEAN-China, volume ekspor batu bara ke China diperkirakan meningkat pesat karena hambatan tarif yang selama ini ada sudah dihapuskan.
— Supriatna Sahala

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: