Skip to content

kemenarikan batu item emang lom terhenti … 180110

Januari 18, 2010

EKONOMI
18/01/2010 – 15:08
Saham Batubara Masih Menggoda
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Pesona saham batubara memang belum pudar. Selain prediksi kenaikan harga komoditas, prospek penguatan emiten sektor ini juga terbuka menyusul kelonggaran penjualan produksi batubara secara bisnis.

Hal ini diungkapkan Samuel sekuritas. Menurutnya, pernyataan pemerintah bahwa produsen batubara dapat menjual hasil produksi batubara secara business to business, membawa sentimen positif bagi sektor ini.

Investor pun disarankan melakukan pembelian untuk beberapa saham yang, “Kami rekomendasikan maintain buy untuk PT Bumi Resources (BUMI) dan PT TB Bukit Asam (PTBA),” ungkap Head of Research Samuel sekuritas Christine Salim dalam riset, Senin (18/1).

Seperti diketahui, Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi Kementerian ESDM mengutarakan bahwa produsen batubara dapat menjual hasil produksi batubara dengan harga kesepakatan kontrak (business to business), meski pemerintah telah menetapkan harga batubara nasional. Namun, harga rata-rata untuk total penjualan setiap perusahaan, harus lebih tinggi dari harga acuan.

Selain itu, pemerintah pusat dan daerah nantinya akan bekerja sama mengawasi setiap kegiatan penjualan batubara, baik perusahaan pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) maupun kuasa pertambangan (KP).

Saham batubara lain yang direkomendasikan Christine adalah PT Adaro Energy (ADRO). Hal ini terkait peluang perseroan menguasai 25% saham tambang Maruwai yang akan dilepas BHP Billiton. Namun, BHP dikabarkan masih ingin menjadi pemegang saham mayoritas di Maruwai. “Rekomendasi buy on weakness ADRO, di support level 1990 dengan target harga mencapai Rp1.960,”paparnya.

ADRO saat ini sudah mengajukan harga penawaran tertinggi ketimbang perusahaan lain, seperti PTBA, PT Indika Energi (INDY), Rajawali Corpora, dan BUMI. Adapun PTBA dkabarkan tidak masuk shortlist, karena emiten ini ingin menguasai kepemilikan mayoritas di Maruwai. INDY pun diindikasikan akan melakukan aksi serupa.

Emiten sektor batubara juga menarik, didukung harga batubara yang diprediksi terus merambat naik. Selain pemulihan ekonomi global, kenaikan harga komoditas ini juga didukung peningkatan kebutuhan pada musim dingin di Eropa dan China.

Hal ini tak mengherankan, mengingat kontribusi komoditas tak terbarukan yang cukup besar terhadap kebutuhan energi dunia, yaitu mencapai 23%. Sedangkan dari pasar domestik, kebutuhan akan batubara ditopang proyek listirik 10 ribu mega watt. Pemerintah sendiri memprediksi, kebutuhan batubara dalam negeri tahun ini mencapai 65 juta ton.

Awal pekan ini saja, harga batu bara di Newcastle terpantau naik tipis 2.3% ke US$97.8 per ton. Padahal, harga minyak dan metal mengalami pelemahan, dimana harga minyak bertengger di level US$77.2/barel. Sementara harga soft commodity turun setelah pemerintah AS memprediksi bakal terjadi kelebihan suplai pada 2010.

Saham tambang hari ini tertekan akibat turunnya harga minyak. Namun, koreksi ini dinilai hanya sementara, karena pergerakan harga minyak sebenarnya masih berada dalam tren penguatan.

“Koreksi harga minyak saat ini hanya bersifat tenikal,” kata Research analyst Bhakti Securities Reza Nugraha.

Menurutnya, faktor January effect masih mendukung saham sektor pertambangan. Apalagi harga batubara di China kini berada di level yang cukup tinggi. Saham pilihannya adalah BUMI. “Investor asing masih akan melakukan pembelian BUMI secara bertahap,” ulasnya.

Sedangkan Nico Omer Jonckheere dari Valbury Asia Securities lebih menyukai PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). Sentimen positif berasal dari posisi keuangan perseroan yang masih sangat sehat.

Hal ini ditunjang kadar kalori batubara yang lebih tinggi ketimbang produsen batubara lain, di kisaran 5.300-7.300 kilo kalori per kilogram. Bisnis ITMG pun semakin menarik terkait rencana perseroan menaikkan produksi tahun ini sebesar 10%. “Rekomendasi beli dengan target harga Rp41.700,”ujarnya. [mdr]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: