Skip to content

ngancam neh yo … 200110

Januari 20, 2010

Rabu, 20/01/2010 19:08 WIB
Pemerintah Pesimistis Ekspor Batubara Dihentikan
Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance

Jakarta – Pemerintah pesimistis penghentian ekspor batubara secara bertahap dapat dilakukan dengan mudah. Pasalnya, daya serap batubara di dalam negeri masih sangat rendah yaitu hanya 25-30 persen dari total produksi .

“Jadi itu tidak mudah,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Direktorat Mineral Batubara dan Panas Bumi, Witoro Soelarno dalam pesan singkatnya kepada detikFinance , Rabu (20/1/2010)

Menurut Witoro, penghentian ekspor batubara secara bertahap baru bisa dilakukan jika adanya permintaan batubara dalam negeri naik secara signifikan.

Pasalnya, penurunan produksi juga tidak mungkin dilakukan karena produksi batubara dari tambang tergantung pada kesiapan lapangan, peralatan dan tenaga kerja.

“Target produksi nasional jangka panjang relatif tetap atau tidak meningkat signifikan, artinya pemintaan dalam negeri naik maka otomatis ekspor akan menyesuaikan,” kata dia.

Namun Witoro menambahkan pihaknya tetap akan memperhatikan usulan dari Dewan Energi Nasional (DEN) dalam rangka optimalisasi pemanfaatan batubara yang merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak terbarukan.
(epi/dnl)

20/01/2010 – 14:45
DEN Usulkan Penghentian Ekspor Batubara

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) tengah merumuskan rekomendasi yang berisi usulan penghentian ekspor batubara secara bertahap guna lebih memperkuat ketahanan energi nasional.

Hal itu dikatakan Anggota DEN Rinaldi Dalimi dalam rapat kerja Ketua Harian DEN yang juga Menteri ESDM Darwin Saleh dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (20/1). Usulan tersebut dengan pertimbangan produk batubara sebaiknya disimpan sebagai cadangan energi masa depan. “Saat ini, rekomendasi itu sedang kami diskusikan baik strategi dan untung atau ruginya. Kami harapkan sudah keluar bulan Februari ini,” katanya.

Menurut dia, penyimpangan batubara sebagai energi masa depan akan memberikan keuntungan maksimal bagi negara karena harga batubara akan semakin mahal. Untuk itu kalau hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka tingkat produksi saat ini yang mencapai 250 juta ton per tahun, baru akan mencapai titik impas 20-30 tahun lagi. “Sementara, harga batubara 30 tahun kemudian, tentunya akan makin mahal,” ujarnya.

Rinaldi menambahkan, penghentian ekspor batubara juga akan menjamin pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. “Jangan lagi pasokan batubara ke dalam negeri terganggu karena ekspor,” lanjutnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, pemakaian batubara di dalam negeri sebaiknya diganti secara bertahap dengan energi terbarukan seperti panas bumi, air, surya, angin, dan juga nabati.

Selain penghentian ekspor batubara, DEN juga mengusulkan pengutamaan pemakaian gas buat pupuk, target pemakaian energi terbarukan dalam bauran energi nasional sebesar 75 persen pada 2050, dan pemanfaatan energi nuklir.

Organisasi DEN diketuai presiden, wakilnya adalah wakil presiden, dan ketua harian adalah menteri ESDM. Anggota DEN berjumlah 15 orang yang terdiri dari tujuh unsur pemerintah yakni menkeu, menneg PPN/Bappenas, menhub, menperin, mentan, menristek, dan menneg LH.

Sisanya, delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan yakni Agusman Effendi dari konsumen, Herman Agustiawan dari konsumen, Rinaldi Dalimi dari akademisi, Tumiran dari akademisi, Eddie Widiono dari industri, Herman Darnel Ibrahim dari industri, Widjajono Partowidagdo dari teknologi, dan Mukhtasor dari lingkungan hidup. [*/hid]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: