Skip to content

indy maseh bisa nyalip balek seh … 220110

Januari 22, 2010

Bukit Asam Raih Kontrak Rp 3,76 T
22/01/2010 08:55:04 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) meraih kontrak pasokan 5,5 juta ton batubara senilai Rp 3,76 triliun dari PT Indonesia Power.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Achmad Sudarto mengungkapkan, perseroan dan Indonesia Power telah mencapai kesepakatan harga jual batubara senilai Rp 685 ribu per ton.

“Pasokan batubara sebanyak 5,5 juta ton tersebut untuk kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya, Jawa Barat,” kata Achmad Sudarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/1).

Menurut Achmad, harga jual batubara tersebut akan berlaku untuk pengiriman 1 Januari-31 Desember 2010. Batubara yang dikirim Bukit Asam adalah batubara berkalori 5.000 kcal per kg GAR.

Dia menambahkan, dalam nota kesepahaman itu juga disepakati Indonesia Power menjamin pembayaran invoice Bukit Asam selambat-lambatnya 30 hari sejak invoice diterima lengkap oleh Indonesia Power. Untuk setiap hari keterlambatan, Indonesia Power akan membayar denda ke perseroan sebesar 2% per tahun dari jumlah tagihan yang terlambat dibayar.

Direktur Utama Bukit Asam Sukrisno sebelumnya mengatakan, laba bersih perseroan hingga akhir 2009 diperkirakan mencapai Rp 2,8 triliun, naik sekitar 65% dibandingkan 2008 sebesar Rp 1,7 triliun. Peningkatan produksi batubara Bukit Asam dan stabilnya harga komoditas dunia telah mendorong pertumbuhan laba BUMN tersebut.

Sukrisno juga optimistis laba bersih Bukit Asam tahun ini kembali bertumbuh, seiring meningkatnya produksi batubara. Guna mendorong pencapaian laba yang tinggi, perusahaan itu akan terus meningkatkan produksi melalui eksploitasi tambang secara optimal.

Bukit Asam menargetkan produksi batubara 100 juta ton pada 2014 dibanding saat ini 10 juta ton. Perusahaan pelat merah itu juga tengah menjajaki akuisisi tambang batubara senilai Rp 1,5-2 triliun guna meningkatkan kapasitas produksi pada 2010. “Kami sedang melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap enam perusahaan tambang di Kalimantan,” tutur Sukrisno.

Dia menambahkan, tambang yang diincar Bukit Asam bisa berupa lahan yang belum dikembangkan (greenfield) atau tambang yang sudah beroperasi. Untuk membiayai akuisisi, Bukit Asam bakal menggunakan kas internal dan pinjaman bank. Saat ini, BUMN itu tidak memiliki utang dan memiliki pinjaman siaga Rp 4-5 triliun dari sejumlah bank lokal.

Bukit Asam baru-baru ini beraliansi dengan PT Rajawali Corporation untuk mengakuisisi tambang batubara senilai US$ 400 juta milik BHP Billiton Ltd di Maruwai, Kalimantan Tengah. Bukit Asam juga mengajak PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) untuk bergabung dalam satu konsorsium bersama Rajawali.

Namun, Bukit Asam gagal masuk seleksi akhir akuisisi tambang batubara tersebut. Perseroan mengajukan penawaran akuisisi 100% saham tambang Maruwai kepada BHP, produsen batubara terbesar di dunia. Calon pembeli lainnya adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Itochu Indonesia.

Proyek batubara Maruwai terdiri atas tujuh konsesi yang dikelola anak usaha BHP di Indonesia, yakni PT Lahai Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Kalteng Coal, PT Julai Coal, PT Pari Coal, PT Ratah Coal, dan PT Maruwai Coal. Luas konsesi tambang batubara itu sekitar 355 ribu hektare (ha). (epa)

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: