Skip to content

investor cemas, INDY UNJUK GIGI … 220110

Januari 22, 2010

2/01/2010 – 16:48
Penutupan IHSG
Investor Cemas, IHSG Bertahan di Atas 2.600
Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Akhir pekan ini, indeks saham terpaksa berlabuh di zona merah, seiring jatuhnya bursa regional dan global. Aksi investor asing yang mulai keluar dari saham-saham unggulan, menjadi pemicunya.

Pada perdagangan Jumat (22/1), IHSG ditutup merosot 28,042 poin (1,06%) ke level 2.610,340. Indeks saham unggulan LQ 45 juga melemah 6,466 poin (1,25%) ke level 511,947.

Indeks saham di awal perdagangan ini anjlok cukup tajam 1,95% ke level 2.586. Aksi jual investor asing terus mendera pasar, sehingga bursa pada sesi siang melorot ke level 2.581. Meskipun ada upaya penguatan, namun indeks hanya berhasil bergerak ke 2.610, masih di teritori negatif.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG akhir pekan ini terimbas negatifnya bursa regional Asia sejak awal perdagangan, menyusul pelemahan bursa global. “Investor memanfaatkan momentum ini untuk merealisasikan keuntungannya,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, sentimen negatif dari kebijakan pengetatan kredit China, masih membayangi pasar. Hal ini menyusul pertumbuhan GDP China pada kuartal empat 2009, yang melebihi estimasi analis. “Adanya pengetatan pinjaman ini dikhawatirkan membuat investor asing lari dari emerging market, termasuk Indonesia,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, rencana Presiden Obama yang membatasi ruang bisnis perbankan AS, yaitu dengan larangan memiliki hedge fund. Hal ini dikhawatirkan bisa menggerus laba bank, mengingat sektor ini merupakan salah satu sumber penghasilan perbankan. Indeks Dow Jones pun dini hari tadi anjlok 213 poin (2,01%).

Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor properti yang masih bertahan di zona hijau. Sedangkan sektor aneka industri memimpin pelemahan, dengan turun 3,4%, disusul sektor tambang 1,5%, manufaktur 1,3% dan infrastruktur 1,15%. Demikian pula sektor perdagangan yang melemah 0,9%, finansial dan perkebunan 0,7%, konsumsi 0,5% dan industri dasar 0,3%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup aktif, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4.079 juta lembar saham, senilai Rp 4,356 triliun dan frekuensi transaksi 80.553 kali. Sebanyak 54 saham naik, 101 saham turun dan 74 stagnan. Investor asing lebih banyak melakukan penjualan, dimana pembelian mencapai Rp 797,19 miliar, dan penjualan Rp 1,811 triliun. Sehingga total transaksi mencatatkan penjualan bersih 1,014 triliun.

Beberapa emiten unggulan yang melemah antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.450 menjadi Rp 33.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.700 menjadi Rp 31.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 menjadi Rp 31.700, PT TB Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 menjadi RP 17.200, Indocement (INTP) turun Rp 300 menjadi Rp 13.400.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 8.100, BTN (BBTN) naik Rp 10 menjadi Rp 1.030, Indika Energy (INDY) naik Rp 25 menjadi Rp 2.575.

IHSG tergelincir di tengah pelemahan bursa Asia. Indeks Hang Seng merosot 136,49 poin (0,65%) ke level 20.726,18, indeks Komposit Shanghai juga turun 30,27 poin (0,96%) ke level 3.128,59 dan indeks Nikkei-225 melemah 277,86 poin (2,56%) ke level 10.590,55, Kospi turun 2,19% ke 1684,35 dan Straits Times tekoreksi 1,1% di posisi 2.819,71. [ast/mdr]

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: