Skip to content

bereskan lah yang awut-awutan, terutama di dalam sendiri

Januari 26, 2010

Banyak Aktivitas Pertambangan Melanggar Aturan
Selasa, 26 Januari 2010 | 16:50 WIB

TRIBUN BATAM/IMAN SURYANTO
Kerusakan lingkungan akibat pertambangan bauksit di kawasan Bintan, Kepulauan Riau.
TERKAIT:
Sejumlah Proyek Pertambangan Terancam Tertunda
332 Tersangka Pembalakan dan Pertambangan Ilegal
Sisi Ironis Pertambangan
Dana Bagi Hasil Pertambangan Umum Rp 6,6 Triliun
Polemik Industri Pertambangan
GramediaShop: Bisnis, Ekonomi, Asuransi Dan Akuntansi Keuangan Syariah
GramediaShop: Advertising That Sells
JAKARTA, KOMPAS.com – Ribuan kuasa pertambangan telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah pada masa transisi sejak otonomi daerah hingga diberlakukannya Undang Undang Pertambangan Mineral dan Batubara. Di antara ribuan kuasa pertambangan itu, banyak KP yang bermasalah, tidak sesuai peruntukan dan merambah ke hutan lindung dan konservasi.

Kami tidak menolerir profesional tambang yang tidak menerapkan kaidah penambangan yang baik.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia, Irwandy Arif dan Ketua Presidium Masyarakat Pertambangan Indonesia, Herman Afif Kusumo dalam temu media, Selasa (26/1/2010), di Menara Global, Jakarta. Acara itu juga dihadiri Ketua Umum Forum Reklamasi Hutan pada Lahan Bekas Tambang, Jeffrey Mulyono.
Menurut Irwandy, sejak diberlakukannya otonomi daerah per 1 Januari 1001, maka kewenangan pemerintah pusat dilimpahkan ke pemerintah daerah untuk mengelola kuasa pertambangan. Era tahun 2001 sampai diberlakukannya UU Pertambangan Mineral dan Batubara pada 12 Januari 2009 dikenal sebagai masa transisi.
Sejumlah fakta menunjukkan, banyak aktivitas penambangan yang tidak sesuai batas kuasa pertambangannya. Selain itu banyak juga KP-KP yang dikeluarkan pemda yang tidak sesuai peruntukannya. Sebagai contoh, pada daerah yang telah ada KP, PKP2B sebelumnya, bahkan merambah ke hutan lindung dan taman nasional. Selain itu ada juga penambang yang melakukan aktivitasnya tanpa izin resmi.
Aktivitas ini juga tidak mengindahkan kaidah-kaidah penambangan yang baik serta berdampak seirus terhadap lingkungan hidup. Namun penting untuk diingat, tidak sedikit jumlah tambang batubara pemegang PKP2B dan pemegang KP-KP besar termasuk yang dikelola oleh BUMN dan melaksanakan kaidah-kaidah penambangan yang baik dan berwawasan lingkungan.
Irwandy menambahkan, banyak KP yang diterbitkan selama masa transisi memiliki luas daerah amat terbatas dengan luas ratusan hektar yang sangat sulit untuk melaksanakan penambangan yang baik. Oleh karena, secara ekonomis maupun teknis tidak layak, sehingga sangat sulit untuk melakukan pengelolaan lingkungan yang baik seperti terbatasnya lokasi penimbunan overburden, tidak tersedia infrastruktur pendukung.
Karena itu, pihaknya mendesak agar persoalan pertambangan itu diatasi melalui penegakan hukum. Dari aspek regulasi, sebenarnya sektor perta mbangan telah diatur berbagai peraturan perundang-undangan yang apabila ditegakkan secara benar maka dapat menjamin terlaksananya praktik penambangan yang baik. Hal ini pada gilirannya dapat menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
“Dalam penegakan hukum seyogianya dilakukan secara terpadu oleh seluruh instansi atau sektor terkait termasuk instansi-instansi di bawah politik, hukum, keamanan, dan kepolisian RI. Kami tidak menolerir profesional tambang yang mendukung aktivitas penambangan yang tidak menerapkan kaidah penambangan yang baik,” katanya.
Jeffrey menambahkan aktivitas penambangan harus memerhatikan aspek lingkungan. Jadi, seharusnya aktivitas eksplorasi dan eksploitasi pertambangan itu secara otomatis diikuti dengan reklamasi lahan bekas tambang. “Jika reklamasi hutan itu dengan model hutan tanaman industri, maka reklamasi itu justru merupakan investasi yang menguntungkan bagi pemilik kuasa pertambangan,” ujarnya.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: