Skip to content

indy NGUTANK bwat EKSPANSI lage … 120210

Februari 12, 2010

Indika finalkan pinjaman JBIC

JAKARTA: PT Indika Energy Tbk memfinalisasi pinjaman dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation) guna mendanai pembangunan pembangkit listrik yang akan dijalankan oleh anak usaha perseroan, PT Cirebon Electric Power.
Vice President & Investor Relations Retina Rosabai menuturkan saat ini pembicaraan belum final. Lembaga keuangan asal Jepang itu menyatakan berkomitmen untuk mendanai proyek yang dijalankan perseroan.

“Mungkin beberapa waktu ke depan pembicaraan bisa diselesaikan. Yang pasti, JBIC merupakan salah satu lembaga keuangan yang siap mendanai pembangkit listrik di Cirebon,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pekan ini, Cirebon Electric Power, mengantongi pinjaman US$170 juta dari ING Bank N.V. Singapura dan kreditur lainnya. Menurut rencana, dana pinjaman itu akan digunakan untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas 1×660 MW di Cirebon.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Rabu malam disebutkan Indika, perusahaan yang dikendalikan oleh konglomerat Sudwikatmono, akan menjamin kelangsungan pembayaran 20% atau US$34 juta dari total pinjaman tersebut.

Indika Energy memiliki 15% saham Cirebon Power secara tidak langsung melalui Indika Power Investments Pte Ltd, sedangkan INDY menguasai 20% saham Indika Power.

Indika Energy juga memiliki 5% saham Cirebon Power melalui anak usahanya PT Indika Infrastruktur Investindo. Pemegang saham pengendali INDY adalah PT Indika Mitra Energy sebesar 56% dan PT Bhakti Tunas Manunggal sebesar 17,12%.

Axia Power Holdings B.V. merupakan pemegang 32% saham Cirebon Power, sedangkan Komipo Global Pte Ltd menguasai 27.5%. Samtan Co Ltd memiliki 20% saham.

Berbagai komitmen

Berdasarkan catatan Bisnis, di luar JBIC, Indika juga telah mendapatkan komitmen dari berbagai bank untuk mendanai Cirebon Power. Bank-bank itu di antaranya Korea Exim Bank, serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

JBIC dan Korea Exim Bank akan mengucurkan 50% dari kebutuhan pendanaan. Pinjaman yang diperoleh itu cukup menguntungkan perseroan, lantaran suku bunganya berada di bawah suku bunga dolar AS yang ditetapkan Bank Indonesia.

Proyek pembangkit Cirebon Power memerlukan pendanaan total US$779 juta dengan sumber pendanaan sebesar 30% berasal dari ekuitas. Sisanya sebesar 70% akan dipenuhi pinjaman bank. Dengan asumsi US$1 setara dengan Rp9.350, jumlah pinjaman kontraktor pembangkit itu mencapai Rp5,09 triliun.

Pembangkit listrik Cirebon diharapkan selesai dibangun dan mulai berproduksi pada 2011. Berdasarkan perjanjian penjualan listrik, PLTU Cirebon akan memasok listrik ke PLN selama 30 tahun sejak dimulainya operasi.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
e-trading:
INDY: Indika Finalkan PInjaman JBIC

PT Indika Energy Tbk memfinalisasi pinjaman dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation) guna mendanai pembangunan pembangkit listrik yang akan dijalankan oleh anak usaha perseroan, PT Cirebon Electric Power.

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: