Skip to content

Rp menguat, indy miris SENYUMnya …300310

Maret 30, 2010

Tergerus Kurs, Laba Bersih Indika Energy Anjlok 33%
Selasa, 30 Maret 2010 – 08:03 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan penurunan laba bersih (net profit) hingga 33,09 persen pada tahun 2009 menjadi Rp726 miliar. Padahal, pada akhir tahun 2008 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,085 triliun.

Demikian diungkapkan oleh SVP Investor Relations INDY Retina Rosabai dalam keterangan tertulis yang diterima okezone di Jakarta, Selasa (30/3/2010).

Kendati demikian, seharusnya laba bersih (core net profit) perusahaan batubara tersebut tumbuh drastis 36,2 persen menjadi Rp1,2 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp322 miliar. “Turunnya laba bersih karena adanya rugi kurs dan kerugian lainnya (amortisasi),” jelasnya.

Di mana perseroan mencatat rugi kurs sebesar Rp245,33 miliar, padahal pada tahun 2008 sebelumnya perseroan mencatatkan keuntungan dari kurs ini sebesar Rp194,84 miliar. Beban amortisasi aset juga bertambah menjadi Rp40,17 miliar, padahal sebelumnya hanya Rp18,3 miiliar.

Padahal, pendapatan perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp2,487 triliun pada tahun 2009 jika dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebesar Rp2,314 triliun. Akibatnya laba kotor perseroan juga ikut meningkat menjadi Rp620 miliar dari sebelumnya Rp287 miliar.

Laba operasi juga meningkat menjadi Rp191 miliar dari sebelumnya yang hanya sebesar Rp123 miliar. Begitu juga dengan ebitda yang naik Rp1,475 triliun dari sebelumnya Rp1,025 triiliun.

Sementara itu terlihat juga jika total utang perseroan meningkat menjadi Rp5,051 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp2,7 triliun. Akan tetapi, total aset perseroan juga meningkat menjadi Rp11,68 triliun dari sebelumnya Rp8,7 triliun.

Gross margin perseroan juga naik menjadi 24,9 persen dari sebelumnya 12,4 persen, lalu operation margin juga naik menjadi 7,7 persen dari sebelumnya 5,3 persen. Tetapi net margin malah turun menjadi 29,2 persen dari sebelumnya 46,9 persen.

Sementara return on asset (ROA) juga turun menjadi 6,2 persen jika dibandingkan dengan sebelumnya yang sebesar 12,5 persen, begitu juga dengan return on equity (ROE) turun menjadi 13,6 persen dari sebelumnya 20,8 persen.

Sementara itu, laba bersih anak usaha INDY, PT Kideco Jaya Agung mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi USD288 juta, atau naik 25,5 persen dari tahun 2008 sebelumnya sebesar USD299 juta.

Dimana pendapatan Kideco juga mengalami kenaikan sebanyak 21,3 persen, menjadi USD1,3 miliar dari tahun 2008 sebelumnya yang sebesar USD1,1 miliar.(wdi)

Rugi kurs, laba Indika menurun 33,10%
Selasa, 30/03/2010 00:36:14 WIBOleh: Bambang P. Jatmiko & Wisnu Wijaya
JAKARTA (Bisnis.com): PT Indika Energy Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp725,67 miliar pada akhir 2009, atau turun 33.10% jika dibandingkan dengan akhir 2008 sebesar Rp1,08 triliun karena rugi selisih kurs.

Direktur Keuangan Indika Azis Arman saat dihubungi Bisnis.com menuturkan penurunan laba bersih disebabkan oleh rugi kurs yang dicatat perseroan sebesar Rp245 miliar.

“Sumbangan laba dari perusahaan asosiasi meningkat dari Rp1,02 triliun pada 2008 menjadi Rp1,47 triliun pada tahun lalu. Namun, kami mencetak rugi selisih kurs Rp245 miliar pada 2009 dibandingkan dengan laba kurs Rp199 miliar pada 2008. Namun, dari sisi operasional, kami membukukan pertumbuhan,” ujarnya tadi malam.

Menurut dia, jika melihat laba bersih inti (core profit), tanpa menghitung kerugian yang bersifat nontunai, Indika bisa mencetak kenaikan core profit dari Rp890 miliar pada 2008 menjadi Rp1,2 triliun pada tahun lalu.

Dari sisi operasional, perusahaan yang dikendalikan oleh pengusaha Sudwikatmono itu mencetak pertumbuhan laba usaha 55,28% dari Rp123 miliar pada 2008 menjadi Rp191 miliar pada tahun lalu.

Pendapatan Indika selama tahun lalu sebesar Rp2,48 triliun atau naik 7,47% jika dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya sebesar Rp2,31 triliun.

Kinerja Indika disumbang oleh sejumlah anak usahanya yaitu Tripatra Engineering dan Petrosea.

Total sumbangan perusahaan asosiasi selama 2009 kepada perseroan mencapai Rp1,4 triliun, atau naik 43,9% dari 2008 sebesar Rp1,02 triliun.

Tripatra selama 2009 tercatat meraup pendapatan di atas US$100 juta, sedangkan Petrosea pada periode tersebut meraup pendapatan US$171,82 juta.

“Untuk Petrosea, kami baru memasukkan laporan keuangannya kepada Indika mulai semester II. Kami memproyeksikan tahun ini Petrosea bisa memberikan sumbangan yang lebih besar,” lanjut Azis. (bpj/wiw)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: