Skip to content

harga batu item global @$100 … 040610

Juni 4, 2010

‘Harga DMO batu bara harus di bawah ekspor’
Jumat, 04/06/2010 05:26:19 WIB
Oleh:
JAKARTA: Pemerintah diminta menetapkan ketentuan wajib pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO) batu bara dengan harga di bawah rerata harga ekspor terendah guna menjamin ketahanan energi nasional.

Djasarmen Purba, Wakil Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bidang Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Ekonomi Lainnya, mengungkapkan selama ini pengguna batu bara dalam negeri, terutama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membeli bahan bakar pembangkit tersebut dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga ekspor.

“Dengan selisih harga yang terlalu tinggi tersebut mengakibatkan biaya operasional industri yang menggunakan batu bara, termasuk PLN menjadi lebih mahal. Harga listrik juga makin melonjak,” kata dia kemarin.

Dia mencontohkan PLN selama ini membeli batu bara untuk kebutuhan pembangkitnya dengan harga mencapai US$100/ton atau setara dengan Rp1,5 juta/ton. Sementara itu, lanjut dia, rerata harga ekspor di pasar dunia hanya berkisar US$68/ton atau setara dengan Rp750.000/ton.

“Menjadi wajar biaya operasional PLN melonjak karena harga bahan bakarnya juga mahal. Bahkan, pada 2008 PLN sempat impor batu bara dari Australia. Akibatnya, malah tarif listrik yang dinaikkan.”

Dia menilai tata niaga batu bara selama terbilang bebas karena hanya berdasarkan kondisi pasar yang selalu berfluktuatif.

Menurut dia, pemerintah cq Kementerian ESDM seharusnya mulai menata permintaan dan penawaran batu bara dalam negeri dengan mengutamakan keamanan pasokan energi dalam negeri, tanpa harus mengesampingkan kepentingan pengusaha.

Seperti diketahui, PLN memperkirakan kebutuhan batu bara pembangkit perusahaan listrik pelat merah itu mencapai 95,3 juta ton hingga 2014 disebabkan oleh banyaknya PLTU yang mulai beroperasi selama kurun waktu tersebut.

Pinjaman lunak

Pada bagian lain, PLN memperoleh pinjaman lunak dari Agence Francaise de Development (AFD) sebesar US$50 juta guna menutup sebagian dari kebutuhan US$119 juta proyek peningkatan distribusi listrik Jawa-Bali.

Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, menuturkan investasi yang besar diperlukan dalam peningkatan sistem distribusi listrik agar sejalan dengan peningkatkan produksi dan konsumsi listrik di Tanah Air.

Penerusan pinjaman tersebut rencananya akan digunakan untuk memperbaiki jaringan distribusi di lima wilayah PLN di Pulau Jawa dan Bali dengan memasang transformator dan kapasitor yang baru.

“PLN, sebagai institusi pelaksana, akan bertanggung jawab atas keseluruhan pengawasan teknis dan pelaksanaan proyek.”

Oleh Nurbaiti & Agust Supriadi
Bisnis Indonesia

Impor batu bara China naik
Kamis, 03/06/2010 00:53:43 WIB
Oleh:
MELBOURNE: China dan India diprediksi mengubah lanskap permintaan batu bara yang dikirim via transportasi laut untuk pembangkit tenaga listrik dalam 10 tahun mendatang.

Laporan Deutsche Bank AG menyatakan kedua negara itu akan mendominasi impor batu bara dalam periode itu dengan menggeser kebutuhan negara-negara barat.

“Pasar batu bara akan mengalami transformasi signifikan, seperti yang sudah terjadi pada bijih besi dalam dekade terakhir.” (Bloomberg/aph)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: