Skip to content

kerugian indy … 070710

Juli 7, 2010

07/07/2010 – 17:18
Tambang Kideko Beroperasi Kembali
Susan Silaban

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Kideko Jaya Agung (Kideko), yang 48% sahamnya dimiliki PT Indika Energi Tbk (INDY) telah beroperasi kembali di lokasi tambangnya, Kalimantan Timur pada 5 Juli 2010.

“Kami telah menerima pemberitahuan dari Departemen Energi, Pertambangan dan Mineral untuk melanjutkan operasi pemindahan tanah tersebut pada lokasi tambang yang di Timur Kalimantan efektif 5 Juli 2010,” ujar SVP Investor Relations Indika, Retina Rosabai dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (7/7).

Adanya kecelakan di tambang Kideko pada minggu lalu memakan korban pada kecelakaan yang melibatkan karyawan dari kontraktor penambangan Kideco. “Kami sangat menyesalkan insiden ini dan berbelasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum, seorang karyawan dari kontraktor penambangan,” ujarnya.

Kideco sedang mengkaji dan akan menerapkan prosedur keamanan ketat untuk memastikan bahwa semua karyawan dan kontraktor mematuhi protokol keselamatan. “Keamanan rakyat kita dan semua orang yang bekerja di situs kami, sangat penting terutama bagi kami dan bukan sesuatu yang kita akan berkompromi,” tandasnya. [san/cms]
Rabu, 07/07/2010 12:02 WIB
Tambang Kideco Ditutup, Jadwal Produksi Batubara Indika Molor
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Tambang milik PT Kideco Jaya Agung, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) telah dibuka oleh pemerintah setelah pada pekan lalu ditutup sementara. Dengan penutupan selama 8 hari ini, Indika menyatakan menderita kerugian akibat molornya jadwal produksi.

Demikian disampaikan Direktur Indika Energy Azis Armand kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (7/7/2010)

“Selama penutupan pasti ada kerugian, namun hanya scheduling saja,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah menutup sementara sebagian wilayah Tambang milik PT Kideco Jaya Agung yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Karena telah terjadi kecelakaan tambang yang menyebabkan hilangnya nyawa 5 karyawan perseroan sepanjang tahun ini.

“Ditutup sementara oleh Inspektur Tambang yang melakukan investigasi karena tahun ini sudah ada 5 kecelakaan fatal di Kideco,” ujar Kasubdit Keselamatan,Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3), Direktorat Tekhnik dan Lingkungan Mineral, Batubara dan Panas Bumi (Minerbapabum) Dirjen Minerbapabum Syawaluddin Lubis pekan lalu.

Korban tewas adalah karyawan Kideco dengan rincian Januari dua korban, Mei dua korban serta Juni 1 orang. Selain korban meninggal, ada juga karyawan yang mengalami luka berat dan ringan.

“Sehingga diputuskan untuk melakukan penghentian sementara sampai pihak Kideco melakukan perbaikan K3,” jelasnya.

Untuk itu, Indika berjanji untuk melakukan evaluasi terhadap standar prosedural perseroan dalam berproduksi. Sebagai salah satu anak usaha, lanjutnya, sudah menjadi tanggung jawab Indika agar kecelakaan tidak terjadi lagi.

“Itu concern kami. Akan ada perbaikan, saya optimis bisa teratasi,” papar Azis.

(wep/dnl)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: