Skip to content

batu item, ogah ngerem … 100810

Agustus 10, 2010

10/08/2010 – 06:41
Cermati Saham Batubara & CPO
Natascha & Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Selasa (10/8) akan melanjutkan penguatan. Cermati saham yang diburu investor asing, yakni dari sektor batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO).

Suryadi Chandra Kasih dari AM Capital mengatakan indeks saham hari ini masih berpeluang menguat. Terutama karena indeks pada perdagangan sebelumnya masih bertahan di atas level support 3.000.

“Kalau hari ini ada kenaikan, maka MACD (Moving Average Convergence Divergence) mengarah ke level 3.300. Tapi kalau gagal, maka indeks akan bergerak lagi ke arah 2.900,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Pergerakan indeks juga tergantung aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik. Asing hingga kini masih berekspektasi, bahwa Moody’s dan S&P akan menaikkan rating Indonesia menjadi Investment Grade. Terutama karena semua indikator mendukung RI meraih pencapaian tersebut.

“Dengan masih tingginya spekulasi dari asing ini, IHSG kalaupun ada koreksi tidak akan dalam. Pasalnya, hal ini akan dimanfaatkan investor untuk melakukan pembelian lagi,” ujarnya.

Suryadi menambahkan, aliran dana asing yang masuk ini akan cenderung mengarah ke sektor perkebunan minyak kelapa sawit (CPO) dan batu bara, yang hingga kini belum naik signifikan. “Apalagi asing memiliki keterikatan historis dengan saham di bursa Indonesia,” katanya.

Menurutnya, asing banyak menempatkan saham-saham di Indonesia, terutama di sektor komoditas, yang bernilai tinggi di pasar dunia. Misalkan saja CPO, dimana Indonesia menjadi salah satu negara produsen CPO terbesar dunia, selain Malaysia.

Demikian juga untuk batubara. Kualitas sumber daya tak terbarukan dari perut bumi Indonesia itu termasuk terbaik kedua setelah Australia, baik dari segi jenis maupun kalorinya.

Adapun dari segi cadangan dan produksinya, batubara Indonesia yang paling unggul. Hal itulah yang menjadi pertimbangan investor asing memburu saham sektor batu bara dan sawit. “Selain didukung kenaikan underlying-nya,” imbuhnya.

Untuk saham batu bara, Suryadi memilih efek terbitan PT Adaro Energy (ADRO), PT Bukit Asam (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan PT Indika Energy (INDY).

Adapun sektor perkebunan jagoannya ialah PT London Sumatra Plantation (LSIP) dan PT Gozco Plantation (GZCO). ”Rekomendasi beli untuk emiten-emiten ini,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (9/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,005 poin (0,71%) ke level 3.082,598. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat. Volume transaksi tercatat 2,895 miliar lembar saham dengan nilai Rp2,983 triliun dan frekuensi 89.361 kali.

Sebanyak 118 saham naik, 82 saham turun, dan 85 saham stagnan. Penguatan juga didukung aktivitas investor asing, yang mencatatkan transaksi beli bersih (net foreign buying) Rp246 miliar. Nilai transaksi beli investor asing mencapai Rp905 miliar dan nilai transaksi jual Rp658 miliar. [mdr]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: