Skip to content

indy n pgas … 160810

Agustus 16, 2010

JAKARTA–MI: Anjungan KE40 milik Kodeco Energy yang terletak di perairan Laut Jawa, sekitar 80 km sebelah Utara Kota Gresik, Jawa Timur, tertabrak kapal kargo, Rabu (11/8) pukul 18.53 WIB. Akibat kecelakaan tersebut, anjungan saat ini dalam kondisi condong ke arah barat daya kurang lebih 40 derajat. Kondisi anjungan sendiri dalam keadaan stabil dan tidak terdapat kebocoran minyak dari insiden tersebut.

“Hingga saat ini, kondisi anjungan dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa, tidak ada tumpahan minyak, dan tidak terjadi kebakaran,” kata Deputi Pengendalian Operasi, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Budi Indianto melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Minggu (15/8).

Akibat insiden tersebut kerusakan pun terjadi pada landasan sandaran kapal dan tangga di sisi utara anjungan. Beberapa peralatan seperti separator dan hand rail juga terlepas. Investigasi pun telah dilakukan BP Migas, Direktorat Jenderal Migas, Kodeco Energy, Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP), dan TNI AL. Hasil sementara menunjukkan telah terindikasi kapal yang diduga menabrak anjungan tersebut.
“Hasil investigasi tersebut akan kami selidiki lebih lanjut,” imbuh Budi.

Budi menjelaskan, meski tidak ada indikasi yang mengarah terjadinya kebocoran minyak, BP Migas dan Kodeco terus memonitor anjungan dan teta

Sumber : MEDIA INDONESIA
8/2010 – 12:51
Tabrakan Kapal Kargo
Kondisi Anjungan Kodeko Aman
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Anjungan KE40 milik Kodeco Energy yang terletak di perairan Laut Jawa, yang tertabrak kapal kargo dalam kondisi aman.

Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, anjungan Kodeco terletak di sekitar 80 km sebelah Utara Kota Gresik, Jawa Timur, tertabrak kapal kargo, Rabu (11/8), pukul 18.53 WIB.

Akibat kecelakaan tersebut, anjungan saat ini dalam kondisi condong ke arah barat daya kurang lebih 40 derajat. Terjadi kerusakan pada landasan sandaran kapal dan tangga di sisi utara anjungan. Beberapa peralatan seperti separator dan hand rail juga terlepas.

“Hingga saat ini, kondisi anjungan dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa, tidak ada tumpahan minyak, dan tidak terjadi kebakaran,” kata Deputi Pengendalian Operasi, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), Budi Indianto, di Jakarta, Sabtu kemarin.

Investigasi telah dilakukan BPMIGAS, Direktorat Jenderal Migas, Kodeco Energy, Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP), dan TNI AL. Hasil sementara menunjukkan telah terindikasi kapal yang diduga menabrak anjungan tersebut. “Tapi akan kami selidiki lebih lanjut,” katanya.

Budi menjelaskan, meski tidak ada indikasi yang mengarah terjadinya kebocoran minyak, BPMIGAS dan Kodeco terus memonitor anjungan dan tetap menggelar peralatan penanggulangan tumpahan minyak untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Langkah pengamanan dilakukan dengan penyiapan oil boom yang akan didukung peralatan gabungan dari HESS, Santos, JOB Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ), dan Kangean Energy. Selain itu, telah disiagakan bantuan dari pihak ketiga, yaitu Slickbar Indonesia untuk membantu pengamanan anjungan. “Seluruh peralatan dapat digerakan dalam jangka waktu tiga jam ke lokasi kejadian,” kata Budi.

Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan, Elan Biantoro, menambahkan, setelah kejadian, anjungan KE40 yang terdapat tujuh sumur langsung dimatikan. Kerugian produksi diperkirakan sebesar 1.600 barel minyak per hari dan 15 juta standar kaki kubik gas per hari.

Terkait perbaikan anjungan, telah dimulai proses assessment untuk mengetahui kestabilan anjungan. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga minggu. “Setelah itu, baru dapat dianalisa berapa lama proses perbaikan dan akan diketahui apakah anjungan dapat berproduksi kembali atau tidak,” kata Elan.

Tindakan jangka pendek, Kodeco telah memobilisasi kapal inspeksi Remotely Operated Vehicle (ROV) menuju KE40. Kapal tersebut akan memeriksa struktur di bawah permukaan laut untuk mengetahui tanda-tanda kerusakan fisik lainnya.

Saat ini Kodeco mengoperasikan 14 anjungan yakni KE5, KE6, KE23, KE30, KE32, KE38, KE40, KE56, Poleng AW, BW, CW, DW, Poleng Processing Platform, dan Central Processing Platform (CPP) dengan total Produksi gas sebesar 205 juta standar kaki kubik per hari dan produksi minyak dan kondensat sebesar 30.000 barel per hari. Konsumen gas hasil produksi Kodeco adalah PLN, PGN, dan Petro Kimia Gresik (PKG). Sementara minyak mentah disimpan di FSO Madura Jaya untuk memenuhi kilang minyak pertamina di Balikpapan dan Cilacap. [hid]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: