Skip to content

saham batu item jadi arang … 160810

Agustus 16, 2010

JAKARTA. Harga batubara tergelincir. Harga di Newscastle yang biasa menjadi acuan para pebisnis batubara, akhir pekan lalu US$ 90 per ton, melorot dari pekan sebelumnya di US$ 96 per ton. Biarpun melorot, rata-rata harga batubara di tahun ini masih lebih tinggi daripada harga rata-rata selama tahun lalu.

Tren harga yang melandai tentu akan berimbas ke rapor emiten batubara. Itu sebabnya, sejumlah emiten sudah merancang strategi untuk mengurangi dampak buruk dari penurunan harga.

PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) berniat memperpendek masa kontrak penjualan dengan pembeli mancanegara dari semula per enam bulan menjadi per tiga bulan. “Jadi kami bisa memanfaatkan keuntungan tambahan dari fluktuasi harga batubara,” terang Achmad Sudarto, Sekretaris Perusahaan PTBA.

PTBA juga berencana menggenjot volume produksi dengna mengakuisisi sejumlah perusahaan tambang di Kalimantan. PTBA menargetkan, produksi tahun ini mencapai 14,5 juta ton, meningkat 15% dari volume produksi di 2009.

Christine Salim, Analis Samuel Sekuritas Indonesia menambahkan, volume produksi PTBA bisa naik lebih tinggi lagi. “Jika rel kereta api batubara sudah beroperasi, kapasitas produksi PTBA akan naik hingga dua kali lipat,” ujar Cristine.

Diversifikasi ekspor

Sedangkan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menghindari sawab penurunan harga di pasar global dengan mengalihkan pasar ekspor. Jika sebelumnya Jepang menjadi tujuan utama ekspor, ITMG mulai tahun ini juga menyasar pasar Eropa, Taiwan, China, dan Korea.

ITMG menargetkan penjualan batubara sepanjang tahun ini mencapai 23 juta ton. “Jumlah kontrak yang sudah kami teken sekitar 81% dari target penjualan 2010,” ujar Direktur Keuangan ITMG Edward Manurung.

Sementara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) punya cara lain menaikkan pendapatan. Emiten saham ini mendirikan pabrik peningkatan kualitas batubara berkapasitas 1 juta ton per tahun.

Para analis menilai harga saham sektor tambang batubara sudah kemahalan. Analis meminta investor tidak gegabah berbelanja saham batubara. “Ada saham yang sudah mahal. Ini terlihat dari rasio harga terhadap laba (PE) saham itu yang melebihi PE pasar,” ujar Shurabi Chopra, Analis Bahana Securities.

Sumber : KONTAN.CO.ID

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: