Skip to content

batu item dan saham membara … 180810

Agustus 18, 2010

18/08/2010 – 11:14
Saham Batubara Masih Membara
Jagad Ananda

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Seiring melemahnya harga minyak dunia, harga batubara pun ikut terkikis. Tapi penurunan masih terbatas, sehingga saham-sahamnya masih layak dikoleksi.

Itulah rangkuman wawancara INILAH.COM dengan sejumlah pelaku pasar, Selasa (17/8). Salah satu buktinya lihat saja pergerakan harga minyak dunia. Kendati sudah mengalami penurunan hingga 9% dalam dua pekan terakhir, toh si emas hitam masih bertahan di atas US$75 per barel.

Untuk pengiriman September depan, minyak berada di level US$75,92 atau naik 0,9% dibandingkan sehari sebelumnya. Penurunan itu, seperti diungkapkan di atas, diikuti dengan terkikisnya harga batubara dunia.

Di pasar Newcastle, batubara kini diperdagangkan pada level US$90 per ton atau turun sekitar 6,2%. Namun, harga yang terbentuk tahun ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata tahun lalu yang hanya berada di level US$71,5 per ton.

Artinya emiten batubara masih tetap diuntungkan. Sayang, karena besarnya ‘nafsu investor’, sejumlah sahamnya yang beredar di bursa sudah masuk ke area mahal.

Saham terbitan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) misalnya, sudah berada di level Rp38.650 per lembar pada Senin (16/8) lalu. Padahal para analis memasang target harga untuk efek ini hanya Rp35.350.

PT Bayan Resources (BYAN) juga demikian. Saham ini sudah ditransaksikan pada harga Rp8.400, sementara target harganya cuma Rp8.000. Walhasil, yang harganya masih berada di bawah target adalah PT Bukit Asam (PTBA), PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Bumi Resources.

Efek ADRO, jika dibandingkan dengan target harga yang dipasang analis, Rp2.600 masih memiliki potensi penguatan 26,8%. Sedangkan PTBA berpeluang untuk naik sebesar 22,7%.

Emiten dengan potensi penguatan paling besar adalah BUMI. Gara-gara isu yang menerpa induk perusahaannya (Bakrie & Brothers), saham ini terus mengalami penurunan hingga ke level Rp1.490.

Namun, karena kinerjanya tidak berubah, para analis tetap memasang target harga saham ini Rp3.300. Dengan kata lain, saham ini masih memiliki potensi menguat hingga 121%.

“Untuk jangka panjang, BUMI layak dikoleksi sekarang,” kata seorang kepala riset di sebuah perusahaan sekuritas asing. Ia yakin, ketika persoalan yang membelit Grup Bakrie selesai, harga BUMI akan melesat. [mdr]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: