Skip to content

indy tertekan … 200810

Agustus 20, 2010

Perbaikan anjungan Kodeco butuh US$15 juta
OLEH RUDI ARIFFIANTO Bisnis Indonesia
JAKARTA:

Article Rank

Kodeco Energy Co Ltd diperkirakan membutuhkan dana sekitar US$15 juta untuk perbaikan anjungan KE-40 Blok West Madura yang tertabrak kapal kargo yang terakhir teridentifikasi sebagai MV Timur Galaxy.
Eksekutif yang mengetahui informasi tersebut menyebutkan pekerjaan inspeksi terhadap kelaikan anjungan, termasuk pemeriksaan terhadap struktur bawah air dan fasilitas permukaan anjungan KE-40 telah tuntas.

Saat ini, tuturnya, tim forensik dari Polairud memulai penyidikan terhadap peristiwa penabrakan oleh kapal kargo terhadap anjungan KE-40 tersebut.

“Dari inspeksi itu sementara diketahui anjungan Ke-40 masih dalam posisi stabil dan aman. Kerusakan yang cukup signifikan hanya terdapat pada tangga dan jembatan anjungan,” katanya kepada Bisnis kemarin.

Dia menuturkan kendati masih dalam kondisi stabil, anjungan yang sudah condong dengan kemiringan 40 derajat tersebut membutuhkan perbaikan agar bisa dioperasikan kembali.

Menurut dia, biaya untuk perbaikan anjungan diperkirakan bisa menelan dana sekitar US$15 juta—US$20 juta.

“Mungkin perbaikannya butuh dana sekitar US$15 juta–US$20 juta. Kemungkinan pihak operator dan mitranya akan melakukan perbaikan itu segera setelah operator membuat perencanaan perbaikan,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan peralatan pencegahan tumpahan minyak sejauh ini masih tetap disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Tim yang terdiri dari Tier 2 Area V yang beranggotakan Pertamina, Santos, dan Hess, serta Slickbar Indonesia siap diaktifkan bila diperlukan.

Selain mengenai upaya perbaikan, dia menyebutkan kapal kargo penabrak an

jungan kini telah berhasil diidentifikasi.
Tim forensik Polairud telah menemukan jejak fisik pada anjungan KE-40 yang berupa pecahan-pecahan cat yang berasal dari buritan kapal MV Timur Galaxy.

“Namun, sayangnya ternyata pihak Adpel Tanjung Perak justru meminta kepada Polairud untuk melepas kapal tersebut. Sejauh ini belum diketahui alasan pihak Adpel Tanjung Perak tersebut,” katanya.

Ketika dikonfirmasi, hingga berita ini diturunkan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi R. Priyono belum merespons pesan singkat yang dilayangkan Bisnis.

Seperti diketahui, pada 11 Agustus 2010 pukul 18.53 WIB sebuah kapal kargo menabrak anjungan KE-40 West Madura yang dioperasikan oleh Kodeco Energy. Akibat dari peristiwa tersebut, operasi KE-40 terpaksa dihentikan sementara dengan kehilangan produksi sekitar 1.800 barel per hari minyak dan 15 juta kaki kubik per hari gas.
Kodeco Energy kini menguasai 25% hak partisipasi di Blok West Madura.

Adapun, CNOOC dan Pertamina Hulu Energi yang bermitra dengan Kodeco masing-masing menguasai hak partisipasi 25% dan 50%.

Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur menyatakan dukungan atas upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memindahkan pipa gas milik Kodeco Energy karena keberadaan pipa tersebut dinilai mengganggu perekonomian wilayah ini.

“Dukungan tersebut kami wujudkan dengan membentuk Tim Teknis Pengawas Pipa Kodeco. Mereka akan bertugas mengawasi, memperbarui segala informasi, upaya kelanjutan pendalaman, dan pemindahan pipa itu,” kata Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti (Bisnis, 19 Agustus).

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: