Skip to content

transpor lebe murah … 200810

Agustus 20, 2010

Jumat, 20/08/2010 04:02:40 WIB
Tarif kapal batu bara merosot
Oleh: Tularji

JAKARTA: Tarif angkutan (freight) komoditas batu bara dengan menggunakan kapal bulk carrier jenis handymax dan panamax dari Indonesia ke China turun jauh di bawah tarif ideal menyusul anjloknya tarif sewa kapal jenis itu di pasar global.

Pada awal Juli 2010, tarif angkutan batu bara dari Indonesia ke negeri tirai bambu itu anjlok. Tarif pengangkutan dari Indonesia ke China Selatan tercatat turun US$3 per ton dari US$20 per ton pada awal Juni 2010 menjadi US$17 per ton pada awal Juli 2010.

Sementara itu, tarif angkutan batu bara dari Indonesia ke China Utara yang pada awal Juni tahun ini masih mencapai US$27 per ton juga anjlok hingga 15% menjadi US$22 per ton—US$23 per ton pada awal Juli 2010.

Ketua Bidang Pemberdayaan Industri Maritim Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Ibnu Wibowo mengatakan kondisi tarif pengangkutan batu bara dari Indonesia ke China hingga Agustus 2010 belum berubah.

Menurut dia, tarif pengangkutan batu bara dari Indonesia ke China itu masih jauh dibawah tarif ideal.
”Kondisi tarif pada Agustus ini masih rendah, tidak jauh berbeda dengan kondisi Juli yang lalu,” katanya kepada Bisnis kemarin.

Ibnu yang juga Direktur Utama PT PANN Multifinance itu menjelaskan tarif angkutan batu bara ke China yang mulai membaik pada semester I tahun ini bisa kembali tertekan setelah China mendapatkan pasokan batu bara alternatif dari Afrika Selatan.

Namun, belum bisa dipastikan apakah penurunan tarif angkutan batu bara ke negara itu akan berlanjut hingga akhir tahun meski kondisi itu cukup mengejutkan pelayaran nasional.

“Selama ini, China tercatat sebagai negara tujuan ekspor utama batu bara Indonesia,” ujarnya.

Tarif ideal
Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional DPP INSA Djoni Sutji mengatakan tarif angkutan batu bara dari Indonesia ke China Utara idealnya US$30 per ton, sedangkan ke China Selatan US$25 per ton. “Freight ke China jauh dibawah tarif ideal itu,” katanya.

Dia menduga pengiriman sedikitnya 2.000 unit kapal bulk carrier baik jenis hanymax maupun panama selama periode 2010 sampai 2012 dari China, Korea Selatan dan Jepang berpengaruh ke tarif pengangkutan komoditas tambang itu.

Sebab, katanya, tarif sewa kapal jenis itu di pasar global juga anjlok sejak Juli dan terus berlanjut sampai Agustus. “Selain dipengaruhi delivery 2.000 unit bulk, China juga mulai mengurangi pasokan batu bara dan bijih besi,” ujarnya.

Meskipun tarif angkutan turun, sektor pengangkutan batu bara ekspor tetap menarik sebab volume ekspor komoditas itu mencapai 220 juta ton per tahun dengan nilai ongkos angkut total US$6,6 miliar. (sut)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: