Skip to content

batubara dan INDIA-INDONESIA … 260810

Agustus 26, 2010

India ‘kuasai’ jalur kereta api
OLEH ZUFRIZAL Bisnis Indonesia

loading

Investor harus berkoordinasi dengan pemda JAKARTA: Perusahaan India semakin gencar membidik proyek infrastruktur di Indonesia, khususnya jalur kereta api sebagai sarana transportasi pengangkut batu bara bernilai triliunan rupiah.

Awal pekan ini, Reliance Power Ltd menyatakan siap merealisasikan investasi US$5 miliar membangun jalur kereta api pengangkut batu bara dan mengembangkan tambang batu bara di Sumatra Selatan, kini giliran PT Adani Global.
Perusahaan milik Adani Group, India itu tahun depan bakal menggarap jalur kereta api angkutan batu bara sepanjang 270 kilometer di Sumatra Selatan dari Tanjung Enim ke Tanjung Carat (Tanjung Api-Api) senilai US$1,6 miliar.

Proyek itu digarap bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk, PT Adani Global, serta Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.

“Pendanaan akan dilakukan sepenuhnya oleh PT Adani Global, sedangkan Bukit Asam akan menyuplai produksi batu bara yang akan diangkut dengan kapasitas 34 juta per ton, dari total kapasitas coal terminal sebesar 50 juta per tahun,“ ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan saat penandatanganan head of agreement proyek tersebut, kemarin.

Hadir pada acara itu a.l. Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menteri Perindustrian M.S.
Hidayat dan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin.

Presdir PT Adani Global Ganeshan V. menuturkan untuk tahap awal nilai investasi pembangunan rel kereta Tanjung Enim ke Tanjung Carat diperkirakan mencapai US$1,65 miliar, tetapi tidak menutup kemungkinan investasi yang lebih besar lagi.

Dia menjelaskan dalam proyek tersebut Pemerintah Daerah memiliki andil 2%, selebihnya milik Adani. “Share kepemilikan saham untuk Adani mencapai 98%.“

Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs resmi Adani, disebutkan kelompok usaha asal India itu merupakan perusahaan perdagangan dan juga pengembangan infrastruktur yang berdiri sejak 1988 dan kini memiliki cabang di sejumlah negara yakni Indonesia, Singapura, Dubai, Mauritius, dan Virginia.

Gubernur Alex Noerdin mengaku tidak ada masalah terkait dengan pembebasan lahan karena proyek tersebut telah melewati sejumlah kajian dan pembahasan selama 3 tahun. Selain itu, tiga kabupaten yang dilewati jalur kereta api yakni Muara Enim, Lahat, dan Banyuasin berkomitmen dalam proyek itu.

Adapun, Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utaya menjelaskan kerja sama tersebut menjadi satu titik awal adanya kepercayaan investor kepada daerah yang harus terus dikembangkan untuk menarik investor lain.

Ganeshan menuturkan jika realisasi proyek rel kereta api di Sumsel ini berhasil, pihaknya berencana mengembangkan sejumlah jalur perkeretaapian lainnya di Indonesia.

“Indonesia sangat menarik untuk menjadi tempat investasi di sektor infrastruktur. Potensi penggunaannya besar, terutama di luar Jawa,“ katanya.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk menargetkan bisa memproduksi batu bara sebesar 70 juta ton pada 2016, seiring dengan rampungnya tiga jaringan kereta api pengangkut komoditas itu.

Tahun ini perseroan menargetkan produksi batu bara sebe sar 12 juta–13 juta ton dan tahun depan sebesar 14 juta ton.

Dirut PTBA Sukrisno menuturkan tiga jaringan yang dibangun adalah Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), jaringan kereta milik Adani Global, serta jaringan milik PT Kereta Api (PTKA).

“Jaringan tersebut sebenarnya bisa selesai pada 2014. Namun untuk mencapai produksi maksimal, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk memproduksi secara penuh sesuai dengan kapasitas jalur kereta.“

Beroperasi 2013 Pembangunan jalur kereta api Adani Global, kata Gita, diharapkan mulai tahun depan dan pada 2013 bisa dioperasikan penuh.

Dia menjelaskan proyek ini merupakan realisasi dari kerja sama proyek dengan skema pembiayaan pemerintah swasta yang tengah digenjot pemerintah.

Saat ini, proses pelaksanaan proyek jalur KA ini sedang menyelesaikan tahap pembebasan lahan dan pendanaannya.

“Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang memadai seperti ini, akan merangsang masuknya investasi jangka panjang dan bernilai tambah. Investasi jenis smart capital seperti inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia,“ ujar Kepala BKPM.

Realisasi proyek itu diharapkan juga dapat mendorong percepatan realisasi pembangunan pabrik peleburan aluminium senilai US$3,2 miliar yang merupakan kerja sama antara Pemprov Sumsel dan National Aluminium Company Ltd (Nalco) yang merupakan BUMN aluminium India.

Pasalnya, proyek yang ditargetkan bisa menampung aluminium sebesar 500.000 ton per tahun itu, sampai kini belum terealisasi karena terganjal masalah kepastian pasokan batu bara. Padahal, kerja sama pembangunan sudah diteken sejak 2008.
Makin aktif Berdasarkan catatan Bisnis, perusahaan energi asal India sejak beberapa tahun terakhir semakin gencar membidik tambang batu bara di Indonesia, termasuk membangun jaringan infrastrukturnya.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi, yang terus meningkat seiring dengan tumbuhnya perekonomian India.

Reliance Power Ltd, misalnya, tengah menggarap pembangkit listrik dengan kapasitas 35.000 megawatt di India.

Oleh karena itu, Wapres Boediono saat menerima CEO Reliance Power Ltd Jayarama Prasad Chalasani meminta agar perusahaan asal India itu juga menggarap proyek listrik di Indonesia.

Terkait dengan rencana Reliance Power, Gita mengemukakan instansinya akan mengkaji usulan perusahaan India itu.

Investor juga diminta berkoordinasi dengan pemda terkait rencana investasi tersebut. Pasalnya, kegiatan proyek akan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat setempat. (zufrizal @bisnis.co.id) Reportase: 06/MIA CHITRA DINISARI/ BAMBANG P. JATMIKO

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: