Skip to content

indy dan anak usaha 2010 … 010910

September 1, 2010

TAMBANG, 31 Agustus 2010 | 22.27
Target Produksi INDY Semester I-2010 Tercapai
Abraham Lagaligo
abraham@majalahtambang.com

Jakarta – TAMBANG. PT Indika Energy Tbk (INDY) menyatakan, target produksi batubaranya pada Semester I-2010 ini, sebesar 29 juta ton sudah tercapai. Keberhasilan itu diyakini bakal mendongkrak pendapatan dan laba bersih perseroan.

Selain itu, anak usahanya yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan, PT Petrosea Tbk (PTRO), juga bakal memberikan sumbangan signifikan. Demikian diungkapkan Corporate Secretary INDY, Dedy Happy Hardy, kepada Majalah TAMBANG di Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2010.

Diakui olehnya, sumbangan terbesar perseroan masih berasal dari tambang batubara PT Kideco Jaya Agung, yang beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Penutupan sementara tambang tersebut pada Juni 2010 lalu akibat kecelakaan kerja, tidak banyak berpengaruh.

“Yang ditutup kan cuma sebagian. Itu pun tidak semua,” ujar Dedy. Kendala lainnya dalam produksi, adalah curah hujan yang tinggi. Namun sejauh ini pekerjaan tetap dapat dilakukan on schedule, dan mencapai target yang diharapkan.

Selain melayani permintaan ekspor, batubara dari Kideco juga memasok sejumlah pembangkit listrik di dalam negeri milik PLN. Kualitas batubara yang dihasilkan berkalori 4.000 – 5.400 up, dengan harga rata-rata saat ini USD 42,87 per ton.

Meski demikian, Dedy mengaku belum bisa mengungkapkan pendapatan dan laba bersih INDY sepanjang Semester I-2010. “Laporan keuangan kami masih dalam proses audit. Insya Allah setelah Lebaran ini sudah bisa kami publikasikan,” jawabnya.

Tahun ini, INDY sendiri banyak berharap sumbangan penerimaan dari PTRO, yang baru diakuisisi pada 2009 lalu. Diharapkan PTRO bisa menyumbangkan 30% dari penerimaaan INDY di 2010. Terlebih dengan komposisi kepemilikan yang ada, laporan keuangan PTRO bisa sepenuhnya dikonsolidasikan ke laporan keuangan INDY.

Berbeda dengan Kideco, yang laporan keuangannya tidak bisa langsung dikonsolidasikan ke laporan keuangan perseroan. Sejauh ini, INDY hanya menggenggam 46% saham Kideco. Namun perusahaan batubara itu mampu menyumbangkan sekitar 40% dari penerimaan INDY.

Selain itu, INDY juga memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi minyak dan gas bumi (migas), yakni Tri Patra. Saat ini, anak perusahaan INDY yang diakuisisi pada 2007 itu, sedang mengerjakan sejumlah proyek pipa gas di Sumatera dan Jawa.

Juga pembangunan jaringan kabel fiber optic dan microwave system, yang menghubungkan Jawa, Bali, dan Lombok.

01/09/2010 – 08:30
Indika Energy Targetkan Laba Bersih Naik 25% di Semester I-2010
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Indika Energy Tbk (INDY) menargetkan laba bersih konsolidasi tumbuh 20%-25% pada semester pertama 2010.

Direktur Keuangan PT Indika Energy Tbk, Aziz Armand mengatakan kenaikan laba bersih didukung peningkatan produksi PT Kideco Jaya Agung dan kontribusi PT Petrosea yang diakuisisi pada 2009. Selain itu, perseroan juga memperkirakan memperoleh pendapatan naik 10% pada semester pertama 2010. “Laba bersih bisa tumbuh sekitar 20%-25% karena Petrosea sudah masuk pada 2009 dan peningkatan produksi Kideco,” tutur Aziz, Selasa (31/8) malam.

Aziz mengatakan laporan keuangan semester pertama diperkirakan akan keluar setelah lebaran. Seperti diketahui, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp360,56 miliar dan pendapatan Rp815,17 miliar pada semester pertama 2009.

Perseroan menargetkan produksi batubara mencapai 29 juta ton pada 2010. Belanja modal yang disiapkan untuk Kideco sebesar US$40 juta. Sekretaris Perusahaan INDY, Dedy Hardy mengatakan, penghentian sementara perdagangan PT Kideco pada Juni lalu tidak mempengaruhi produksi Kideco. “Ada kecelakaan membuat penghentian sementara kegiatan pertambangan selama seminggu tetapi tidak mempengaruhi produksi karena telah beroperasi kembali sejak Juli lalu,” ujar Deddy.

Saat ini, perseroan belum berencana untuk melakukan akuisisi tambang batubara. Perseroan juga menyiapkan belanja modal untuk anak usaha pada 2010 antara lain sekitar US$14 juta untuk Tripatra dan sekitar US$51 juta untuk Petrosea. [cms]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: