Skip to content

indy BETULIN PIPA :D … 070910

September 6, 2010

Kadin Jatim akan laporkan Kodeco ke KPK
Selasa, 07/09/2010 18:22:16 WIB
Oleh: Yuristiarso Hidayat
SURABAYA: Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) akan melaporkan proyek pipanisasi milik Kodeco Energy Co. Ltd kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul dugaan temuan penyimpangan atas sejumlah regulasi dasar dalam pengerjaan proyek itu.

Proyek itu dinilai bertentangan dengan SK Menteri ESDM No. 300.K/38/M.PE/1997, SK Direktur Jendral Perhubungan Laut No GM.771/9/5/DN-07 pada 7 September 2007, dan regulasi Safety of Life at Sea (SOLAS)1997 tentang Keselamatan Alur Pelayaran.

Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti mengatakan pihaknya menilai ada sejumlah regulasi dasar terbitan sejumlah instansi yang dilanggar dalam proses pemasangan pipa Kodeco yang memotong alur pelayaran barat Surabaya tersebut.

“Kadin Jatim mencoba mempelajari sejumlah regulasi terkait proses pemasangan pipa tersebut [pipa Kodeco], indikasinya ternyata ada sejumlah aturan yang telah dilanggar. Temuan ini akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum,” ujarnya kepada Bisnis pada hari ini.

Nyalla secara khusus menegaskan pihaknya berencana mengajukan laporan kepada KPK. Dia menilai laporan ke KPK sudah tepat.

Sejauh ini, tambahnya, pihaknya telah menemukan fakta bahwa meskipun ada pelanggaran dalam pelaksanaan proyek pipanisasi itu, termasuk pemasangan yang memotong alur tepat di Kilometer Point KP) 35-36 dan KP 44-46, proyek itu tetap dilaksanakan dan telah mendapatkan ijin, baik dari pihak BP Migas maupun dari Dirjen Perhubungan Laut.

“Anehnya proyek itu jalan dengan adanya ijin dari instansi terkait, ini mesti ditelusuri. Karena akibat pipa Kodeco itu telah merugikan kalangan dunia usaha, khususnya eksportir-importir maupun perusahaan pelayaran,” ujarnya.

Lebih jauh, dia mengemukakan pipa Kodeco yang telah dialiri gas sejak Juli 2009 itu memicu adanya pembatasan draft kapal maksimal 8,5 meter padahal biasanya draft 10 meter. (esu)
Relokasi pipa Kodeco ditenggat 2012

BISNIS INDONESIA Pemindahan (relokasi) pipa gas Kodeco Energy Co Ltd di alur pelayaran barat Surabaya (APBS) akhirnya disepakati dengan tenggat hingga 2012, sementara pendalaman pemendaman—sebagai tindakan sementara—tetap diberi batas waktu akhir 2010.
Hal itu tertuang dalam hasil kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Pusat, dan pihak Kodeco Energy Co Ltd.

Kesepakatan itu diungkap Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang turut hadir dalam pertemuan di Kementerian Perhubungan pada Rabu, 1 September 2010, pekan lalu. Pertemuan multistakeholder

(lintas pemangku kepentingan) telah menandatangani kesepakatan bersama atas batas waktu pemindahan pipa gas bawah laut milik Kodeco itu.
“Semua pihak terkait, termasuk saya, telah sepakat dan meneken nota kesepakatan itu,” kata Soekarwo kemarin.

Yang dia maskud dengan semua pihak terkait tersebut adalah Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, BP Migas, Kodeco Energy Co Ltd, Administratur Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Gubernur Jatim.

Soekarwo menegaskan dengan kesepakatan itu, maka tidak ada lagi alasan bagi operator migas maupun pihak lainnya untuk me

nunda batas waktu relokasi pipa gas itu.
“Jadi tuntutan kalangan dunia usaha khususnya pelaku usaha di Tanjung Perak telah terpenuhi.

Karena tingkat kerawanannya, maka pipa gas itu hanya boleh berada di situ [APBS] hingga 2012.

Kodeco mesti konsisten untuk melakukan pemindahan dan menyiapkannya sejak saat ini, jangan seperti yang sudah-sudah,” tegasnya.

Kodeco, lanjut dia, tetap harus melakukan proses pemendaman untuk menjaga keamanan dan keselamatan APBS.

“Proses pemendaman pipa hingga minus 19 low water spring (LWS/titik surut laut terendah) merupakan langkah sementara dan itu tetap harus dikerjakan Ko

deco hingga akhir tahun ini. Pasca itu Kodeco diberi 24 bulan untuk memindah pipa gas secara bertahap,” ujarnya.
Upaya pendalaman pemendaman dari -12 LWS menjadi -19 LWS tersebut bukanlah merupakan pekerjaan mudah. Tim Pengawas Pipa Kodeco yang dibentuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) menemukan adanya tiga hambatan teknis dalam proses pendalaman pemendaman tersebut.

Ketiga kendala teknis itu adalah faktor geologis, arus luat, dan lengkungan pipa gas.

La Nyalla Mahmud Mattalitti, Ketua Kadin Jatim, mengatakan secara geologis, di lokasi pemendaman pipa ditemukan banyak batu karang keras. (K21)

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: