Skip to content

w0w, seriU$ neh, 250 2011: 060910

September 6, 2010

Batu bara diramal US$250/ton
OLEH BERLIANA ELISABETH S Bisnis Indonesia
JAKARTA:

Harga batu bara berpotensi menembus level US$250 per ton mulai akhir tahun ini hingga pertengahan tahun depan.
Proyeksi kenaikan harga ini seiring potensi rebound produksi baja (steel) yang terjadi mulai kuartal keempat tahun ini hingga tahun depan. Kondisi ini akan mendongkrak harga batu bara.

Demikian proyeksi Macquarie Group Ltd seperti dikutip Bloomberg, akhir pekan lalu.

Di sisi lain harga kontrak batu bara untuk bahan pembuat baja pada kuartal keempat turun hingga di bawah perkiraan yakni di level US$209 per ton, lebih rendah dari perkiraan US$215 per ton.

Penurunan tidak terjadi untuk harga batu bara yang digunakan untuk memasak khususnya di Australia yang bertengger di atas level US$210 per ton.

Di AS, konsumsi batu bara turun 0,3% sepanjang pekan lalu dari pekan sebelumnya. Menurut analis Genscape Inc, pembangkit listrik di wilayah timur turun 0,2% ketika konsumsi di wilayah barat naik 2,4%. Secara keseluruhan konsumsi turun 0,01% dari tahun lalu.

AS menguasai cadangan batu bara terbesar dunia, dengan setengahnya digu nakan untuk pembangkit listrik, sedangkan pembangkit listrik dari gas alam hanya 20%.

Dalam situs resminya Energy Information Administration AS (EIA) menyebutkan konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik di AS naik 4,8% pada semester I/2010. Kenaikan ini berpotensi berlanjut, seiring dengan produksi batu bara yang diproyeksikan turun 0,2% pada 2010.

EIA memproyeksikan impor batu bara AS pada 2010, turun 15% karena persediaan mencukupi permintaan. Namun pada 2011, impor diproyeksikan naik 35% menjadi 26 juta ton. Angka ini masih lebih rendah dari posisi 20052008 yang mencapai ratarata 34 juta ton.

Ekspor batu bara AS diproyeksikan naik 25% tahun ini dipicu tingginya permintaan untuk metalurgi batu bara di China dan negara-negara lain di Asia. Namun, ekspor untuk tahun depan diproyeksikan tidak berubah dari posisi tahun ini.

Harga batu bara di AS khususnya untuk pembangkit listrik naik 6,7% meski harga di pasar spot lebih rendah. EIA memprediksi harga batu bara untuk pembangkit listrik naik 1,7% menjadi rata-rata 1,7% menjadi US$2,25 per MMBtu pada 2010, dan kemudian akan turun menjadi rata-rata US$2,20 per MMBtu pada 2011.

From → Seputar Indy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: