Skip to content

anak usaha indy @ipo harum energy … 140910

September 14, 2010

PT Indika Energy Tbk (INDY) mengkaji pemecahan nilai saham (stock split) anak usahanya, PT Petrosea Tbk (PTRO). Pasalnya, harga PTRO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai terlalu mahal. (Investor Daily)
Indika siapkan stock split Petrosea
OLEH BAMBANG P. JATMIKO & WISNU WIJAYA Bisnis Indonesia
JAKARTA

PT Indika Energy Tbk berencana memecah nilai saham (stock split) anak usahanya, PT Pet rosea Tbk dengan rasio 1:5, se be lum dilakukan secondary of fe r ing terhadap perusahaan kon trak tor pertambangan itu.
Sumber Bisnis yang menge ta hui rencana itu mengatakan In dika dalam waktu dekat ini akan menyerahkan rencana tersebut ke pada Bapepam-LK. Sementara

itu, secondary offering akan dilak sa nakan s ebelum Juli 2011.
“Stock split dilakukan agar sa ham Petrosea menjadi likuid sa at dilakukan secondary offering. De ngan harga saat ini, saham per usa haan kontraktor batu bara itu akan sulit diserap pasar karena ter lalu mahal,” ujarnya pekan lalu.

Pada akhir penutupan pekan la lu, saham emiten berkode PTRO ini berada di level Rp18.500 per saham. Bahkan, sa ham Petrosea sempat menyentuh le vel Rp19.200 per saham pada

18 Agustus.
Sa ham Petrosea yang beredar di pasar saat ini hanya tinggal 1,45% atau setara dengan 100,86 ju ta saham, menyusul peng am bil alihan 98,55% saham per se ro an oleh Indika pada tahun lalu.

Vice President & Investor Re la tions Indika Energy, Retina Ro sa bai saat dikonfirmasi mengenai in formasi itu menyatakan tidak ber sedia berkomentar.

“Kami belum bisa berkomentar du lu mengenai Petrosea. Me mang, kami akan melakukan se con dary offering sesuai dengan

ke tentuan Bapepam. Rencana itu ka mi laksanakan sebelum Juli 2011,” ujarnya.
Sementara itu terkait dengan ki nerja Indika, sepanjang se mes ter I perusahaan ini diperkirakan men catat pertumbuhan laba ber sih semester I/ 2010 naik sebesar 20% hingga 25%.

Salah satu penopang kenaikan ada lah kinerja anak usaha per seroan yang diakuisisi pada 2009, PT Petrosea, Tbk telah di kon so li da sikan secara penuh.

Direktur Keuangan Indika Energy Azis Arman menuturkan

se lain konsolidasi Petrosea, produksi batu bara anak usaha yang lain, PT Kideco Jaya Agung tercatat mengalami kenaikan.
“Kami melihat ada kenaikan antara 20% dan 25% untuk laba bersih. Namun, untuk angka se benarnya, kami masih me nye lesaikan audit. Ke mungkinan la poran keuangan akan selesai se ha bis Lebaran,” ujarnya pekan lalu.

Menurut Azis, dari sisi pen da pat an, Indika mencatat kenaikan 10% jika dibandingkan de ngan periode yang sama tahun lalu.

Harum Energy bidik produksi 14,5 juta ton
Senin, 13/09/2010 23:00:38 WIB
Oleh: Yuda Prihantoro
JAKARTA: PT Harum Energy berencana menggenjot volume produksi batu bara pada 2012 sebesar 14,5 juta ton atau naik 95,94% dari target produksi tahun ini sebesar 7,4 juta ton dan tahun lalu sebanyak 5,8 juta ton.

Direktur Harum Energy Eddy Sumarsono mengatakan kontribusi target produksi 2012 masih berasal dari tiga anak usahanya yakni PT Mahakam Sumber Jaya, PT Santan Batubara, dan PT Tambang Batubara Harum. Khusus untuk Santan Batubara, setengah kepemilikannya dipegang oleh PT Petrosea Tbk.

“Perkiraan kontribusi terbesar untuk produksi 2012 berasal dari Mahakam sebesar 9 juta ton, kemudian Santan sebesar 4 juta ton, dan Tambang Batubara Harum diharapkan bisa menyumbang 1,5 juta ton,” kata Eddy kepada Bisnis, sore ini.

Adapun untuk bidikan produksi tahun ini, Harum Energy hanya mengharapkan sumbangan dari Mahakam dan Santan Batubara, yang masing-masing sebesar 5,2 juta ton dan 2,2 juta ton.

Eddy menyebutkan Tambang Batubara Harum baru akan berproduksi mulai tahun depan.

Jika ditotal, Harum Energy memiliki cadangan batu bara sekitar 123 juta ton di tambang yang berlokasi di Kalimantan Timur. Sementara itu, sumber daya batu baranya yang belum diolah memiliki cadangan sebesar 480 juta ton.

Selain siap memaksimalkan sumber yang ada, Harum Energy juga berniat mengakuisisi beberapa kuasa penambangan (KP). Sayangnya, Eddy enggan menjelaskan secara detail mengenai rencana tersebut.

“Akuisisi kemungkinan tidak tahun ini. Kami tidak mematok batas waktu akuisisi. Bisa saja sebelum 2012. Soal sumber dan besaran pendanaannya juga masih belum bisa saya sebutkan,” kilahnya.

Sekretaris Perusahaan Harum Energy Alexandra Mira mengatakan sampai dengan Agustus 2010, produksi dan penjualan diproyeksikan masih sesuai dengan target setahun yang telah ditetapkan. Namun demikian, dia enggan menyebutkan angka volume yang dimaksud.

Selain menjual ke dalam negeri, Harum Energy juga mengekpor produksinya ke beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Ketika ditanya apakah Harum Energy turut terlibat dalam penjualan batu bara ke megaproyek 10.000 Megawatt (MW) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Alexandra hanya berujar, “Kami selama ini sudah secara aktif berpartisipasi dalam tender pengadaan pasokan ke PLN.” (gak)
Harum Energy genjot produksi batu bara
JAKARTA:

Article Rank

PT Harum Energy be rencana menggenjot volume pro duk si batu bara pada 2012 sebesar 14,5 juta ton atau naik 95,94% dari target produksi tahun ini yang men capai 7,4 juta ton.
Direktur Harum Energy Eddy Su marsono mengatakan total volume produksi perseroan tahun lalu ter ca tat 5,8 juta ton.

Kontribusi target produksi 2012 ma sih berasal dari tiga anak usa hanya yakni PT Mahakam Sumber Jaya, PT Santan Batubara, dan PT Tambang Batubara Harum. Khusus untuk Santan Batubara, setengah kepemilikannya dipegang oleh PT Petrosea Tbk.

“Perkiraan kontribusi terbesar untuk produksi 2012 berasal dari Ma hakam sebesar 9 juta ton, ke mu dian Santan sebesar 4 juta ton, dan Tambang Batubara Harum di ha rap kan bisa menyumbang 1,5 juta ton,” kata Eddy kepada Bisnis kemarin.

Adapun untuk bidikan produksi ta hun ini, Harum Energy hanya meng harapkan sumbangan dari Mahakam dan Santan Batubara yang masing-masing sebesar 5,2 juta ton dan 2,2 juta ton. Eddy me nye butkan Tambang Batubara Harum

baru akan berproduksinya mulai ta hun depan.
Jika ditotal, Harum Energy me miliki cadangan batu bara sekitar 123 juta ton ditambangnya yang ber lokasi di Kalimantan Timur. Se men tara sumber daya batu baranya yang belum diolah menjadi cadangan se besar 480 juta ton.

Selain siap memaksimalkan sum ber yang ada, Harum Energy juga ber niat mengakuisisi beberapa kua sa penambangan (KP). Sayangnya, Eddy enggan menjelaskan secara de tail mengenai rencana tersebut.

“Akuisisi kemungkinan tidak tahun ini. Kami tidak mematok batas wak tu akuisisi. Bisa saja sebelum 2012.

Soal sumber dan besaran pen da na an nya juga masih belum bisa saya se butkan,” kilahnya.

Sekretaris Perusahaan Harum Ener gy Alexandra Mira mengatakan sampai dengan Agustus 2010, pro duksi dan penjualan pihaknya ma sih sesuai dengan target setahun yang telah ditetapkan. Namun de mi kian, dia enggan menyebutkan ang ka volume yang dimaksud.

Selain menjual ke dalam negeri, Ha rum Energy juga mengekpor pro duksinya ke beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Ketika ditanya apakah Harum

Energy turut terlibat dalam pen ju al an batu bara ke megaproyek 10.000 megawatt (MW) PT Perusahaan Lis trik Negara (Persero), Alexandra ha nya berujar, “Kami selama ini sudah secara aktif berpartisipasi dalam ten der pengadaan pasokan ke PLN.” Saat ini, Harum Energy juga te ngah menyiapkan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Rencananya, perseroan akan menawarkan 650 juta lembar saham atau setara dengan 24% dari total saham yang akan dicatatkan pada 6 Okto ber 2010 dengan harga Rp5.000Rp6.300 per saham. Itu artinya, Harum Energy bisa mendapatkan dana segar antara Rp3,25 triliun dan Rp,4,09 triliun.
Dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang yang salah satunya kepada DBS sebesar US$80 juta. Ha rum pun juga siap melakukan eks pansi pada bisnis batu bara dengan menyuntikkan dana US$50 juta ke Santan Batubara.

Sekitar US$30 juta la gi akan di pakai PT Layar Lintas Ja ya, anak usa ha yang bergerak di bi dang logis tik, untuk membeli 10 unit kapal tun da dan 10 unit kapal tong kang.

“Layar Lintas Jaya saat ini me miliki sekitar 30 set kapal tunda,” tu tup Ed dy. (10)

From → Seputar Indy

One Comment
  1. apa yang akan akan diberikan desa batu kajang, tentang hasil bumi warga setempat ,untuik dampak kegiatan perusahaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: