Skip to content

santanNYA INDY n PTRO … 170910

September 17, 2010

Jumat, 17/09/2010 17:19:27 WIB
Harum Energy pangkas IPO jadi Rp2,6 triliun
Oleh: Wisnu Wijaya
JAKARTA: PT Harum Energy Tbk, produsen batu bara, dikabarkan mengurangi penawaran IPO perusahaan tersebut sebanyak 150 juta saham dengan harga Rp. 5,200 per saham.

Sumber Bisnis yang mengetahui informasi itu mengatakan Harum Energy kemungkinan memangkas jumlah saham yang dilepas pada IPO dari 650 juta saham menjadi 500 juta saham.

“Dengan IPO seharga Rp5.200 per saham, Harum Energy diprediksi menerima dana tunai sebesar Rp2,60 triliun,’ lanjut sumber itu.

Perusahaan itu menargetkan untuk terdaftar di bursa pada 6 Oktober. Dalam aksi korporasinya, Harum energy akan dibantu oleh dua penjamin yaitu PT Ciptadana Securities dan PT Mandiri Sekuritas.

Deutsche Bank dan Goldman Sachs ditunjuk oleh Harum Energy untuk menjual saham di pasar internasional.

Sumber tersebut juga menambahkan investor dapat bertanya mengenai pengurangan jumlah IPO itu kepada Goldman.

“Goldman menawarkkan saham Harum Energy lebih besar dibadingkan dengan penjamin yang lain. Investor bisa memastikannya kepad Goldman soal itu,” lanjutnya.

Sebelumnya, Harum Energy dan para penjamin IPO menawarkannya dengan nilai Rp5.000–Rp6.300, memungkinkan perusahaan untuk memperoleh Rp3,25 triliun-Rp4,09 triliun.

Dalam IPO, PT Karunia Bara Perkasa (KBP) selaku pemilik saham mayoritas akan menjual sekitar 450 juta saham sedangkan sisanya 200 juta saham baru.

Presiden Direktur Ciptadana Securities Budiman Tanja tidak dapat dimintai keterangan, sedangkan Ray A. Gunara, Presdir Harum Energy tidak menjawab telepon selularnya. Ray juga tidak pernah merespons konfirmasi yang disampaikan melalui telepon selularnya.

Satu pialang saham mengatakan penurunan jumlah saham yang akan dilepas dalam IPO tidak disebabkan oleh minimnya minat dari investor.

“Investor sulit mendapatkan barang [saham Harum Energy]. IPO Harum Energy kemungkinan besar hanya strategic listing,” katanya. (wiw)
Saham Harum Energy dipatok Rp5.200
OLEH YENI H. SIMANJUNTAK Bisnis Indonesia
Harga saham Harum Energy dalam rangka penawaran umum perdana ditetapkan sebesar Rp5.200 per saham.
Opsi penjatahan lebih belum diputuskan JAKARTA: Harga saham PT Harum Energy Tbk dalam rang ka penawaran umum perdana (IPO) ditetap kan sebesar Rp5.200 per saham. Namun, jum lah saham (size) yang akhirnya dilego ke pasar belum ditentukan.

Harga penetapan tersebut jauh di bawah target maksimal yakni Rp6.300 per saham, tetapi masih di atas target minimal yang ditetapkan Rp5.000 per saham.
Sumber Bisnis di kalangan pelaku pasar modal yang mengetahui hal tersebut mengatakan hingga kemarin besaran jumlah saham memang belum ditetapkan, sehingga belum diketahui juga apakah rencana opsi penjatahan lebih (greenshoe) akan direalisasikan.

Apabila minat pasar terhadap saham emiten di sektor batu bara tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe), opsi penjatahan lebih sebanyak 65 juta saham terbuka untuk dilakukan.

Namun, apabila minat pasar terhadap saham Harum Energy tidak seperti yang diharapkan oleh emiten tersebut dan para penjamin emisinya, maka jumlah saham yang akhirnya dijual ke publik bisa lebih kecil dibandingkan dengan target yang ditetapkan semula yakni maksimal 650 juta saham.

Dengan harga yang ditetapkan Rp5.200, maka total dana yang bisa diraup oleh Harum Energy dengan menjual 650 juta sahamnya mencapai Rp3,38 triliun. Adapun, jika opsi penjatahan lebih 65 juta saham dapat dilakukan, maka dana yang bisa diperoleh dari opsi itu sebesar Rp338 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, Bisnis belum berhasil memperoleh konfirmasi dari pihak Harum Energy maupun para penjamin emisi yang menangani IPO emiten ini yakni PT Ciptadana Securities, PT Mandiri Sekuritas, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs.

Direktur Harum Energy Ray Antonio Gunara tidak menjawab panggilan telepon dan tidak merespons pesan singkat yang dikirimkan Bisnis ke telepon selulernya. Respons yang sama juga diberikan oleh Direktur Utama Ciptadana Securities Ferry Budi man Tanja dan Head of Invest ment Banking Mandiri Sekuritas Iman Rachman.

Seperti diketahui, PT Karunia Bara Perkasa (KBP), selaku pe megang saham mayoritas Harum Energy, akan menjual maksimal 450 juta sahamnya dalam IPO tersebut. Ditambah dengan 200 juta saham baru, maka total saham yang akan dilepas mencapai 650 juta saham.

Saham perseroan ditargetkan bisa tercatat di BEI pada 6 Oktober. Sebagian dana yang diperoleh dari IPO digunakan untuk investasi infrastruktur sebesar US$50 juta, menambah armada pengangkut batu bara sebesar US$30 juta, dan sisanya untuk modal kerja.

Selain itu, dana hasil IPO juga akan dipakai untuk melunasi sebagian utang perseroan pada DBS Bank Ltd.

Fasilitas pinjaman dari DBS diperoleh pada 30 Maret lalu, yang merupakan fasilitas pinjaman sindikasi berupa pinjaman berulang (revolving credit facility) sebesar US$200 juta. Pada 3 Juni 2010, perseroan menarik pinjaman sindikasi tersebut senilai US$80 juta.

Dalam periode 3 bulan pertama tahun ini, Harum Energy mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp134,1 miliar, dengan total pendapatan Rp894,7 miliar dan laba usaha Rp163,6 miliar. Sepanjang kuartal I/2010, belanja modal perseroan tercatat sebesar Rp138,4 miliar. Pada tahun ini, Harum Energy menargetkan total belanja modal sebesar US$45,2 juta atau sekitar Rp406 miliar.
Penawaran terbatas Dalam perkembangan lain, PT Dayaindo Resources International Tbk melaporkan saham perseroan yang beredar setelah penawaran umum terbatas II menjadi 19,32 miliar saham dari semula 1,68 miliar lembar saham.

Sekretaris Perusahaan Dayaindo Endang Wijaya, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, menyebutkan jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum terbatas II mencapai 17,64 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan penawaran yang disampaikan melalui prospektus sebanyak 18,90 miliar lembar saham.

Perusahaan ini telah melaksanakan penawaran umum terbatas II mulai 12 Juli hingga 23 Agustus 2010, dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp105 per saham.

Adapun, emiten energi lainnya yakni PT Bayan Resources Tbk melaporkan biaya eksplorasi hingga Agustus 2010 telah mencapai Rp13,87 miliar dan US$1,87 juta. (RATNA ARIYANTI) (yeni.simanjuntak@bisnis.co.id)
Petrosea dirikan anak usaha baru
OLEH RATNA ARIYANTI & FAHMI ACHMAD Bisnis Indonesia
JAKARTA:

Article Rank

PT Petrosea Tbk, emiten yang bergerak di bidang rekayasa, konstruksi, dan pertambangan, mendirikan anak usaha baru dengan nama PT POSB Infrastructure Kalimantan.
Richard Bruce Ness, Presiden Direktur Petrosea, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, mengatakan anak usaha ini mengelola pelabuhan khusus.

Petrosea menguasai 99,8% atau sebanyak 499 lembar saham dengan nilai nominal Rp1 juta.

Sejauh ini beberapa perusahaan batu bara menjadi klien perseroan, yang di antaranya Gunung Bayan, Adimitra Baratama Nusantara, serta Santan Batubara.

Hingga saat ini perseroan menjalankan kontrak sebesar US$672 juta, dan dari jumlah itu sebesar US$315 berasal dari Gunung Bayan.

Petrosea sendiri merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk.

Manajemen Indika diketahui berencana memecah nilai saham (stock split) Petrosea dengan rasio 1:5, sebelum dilakukan secondary offering terhadap perusahaan kontraktor pertambangan itu.
Indika dalam waktu dekat ini akan menyerahkan rencana tersebut kepada Bapepam-LK. Sementara itu, secondary offering akan dilaksanakan sebelum Juli 2011.

“Stock split dilakukan agar saham Petrosea menjadi likuid saat dilakukan secondary offering.
Dengan harga saat ini, saham perusahaan kontraktor batu bara itu akan sulit diserap pasar karena terlalu mahal,“ ujar satu sumber Bisnis baru-baru ini..
Pada akhir perdagangan kemarin, saham emiten berkode PTRO ini berada di level Rp22.800 per saham atau naik 20% (Rp3.800) dari posisi sehari sebelumnya, sehingga membentuk kapitalisasi pasar sebesar Rp2,3 triliun.

Saham Petrosea yang beredar di pasar saat ini hanya tinggal 1,45% atau setara dengan 100,86 juta saham, menyusul pengambilalihan 98,55% saham perseroan oleh Indika pada tahun lalu.

Vice President & Investor Relations Indika Energy, Retina Ro sabai saat dikonfirmasi mengenai informasi stock split menyatakan tidak bersedia berkomentar.

“Kami belum bisa berkomentar dulu mengenai Petrosea. Memang, kami akan melakukan secondary offering sesuai dengan ketentuan Bapepam. Rencana itu kami laksanakan sebelum Juli 2011,“ ujar baru-baru ini.

Sejauh ini beberapa perusahaan batu bara menjadi klien Petrosea di antaranya Gunung Bayan, Adimitra Baratama Nusantara, serta Santan Batubara. Hingga saat ini perseroan menjalankan kontrak sebesar US$672 juta, dan dari jumlah itu sebesar US$315 berasal dari Gunung Bayan.

Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 9,66% pada 2009 dari US$1,76 juta pada 2008 menjadi US$1,59 juta karena kemerosotan pendapatan, dari US$205,79 juta per 2008 menjadi US$171,83 juta per 2009.

Tahun lalu Petrosea sanggup menekan pos beban usaha hingga 33,39% dari US$175,12 juta pada 2008 menjadi US$116,64 juta.

Alhasil, laba kotor perseroan pada 2009 bisa melonjak hingga 79,95% menjadi US$55,19 juta. Saham perseroan dengan kode PTRO pada penutupan perdagangan hari ini naik Rp3.800 atau 20% ke level Rp22.800 sehingga membentuk kapitalisasi pasar sebesar Rp2,3 triliun.
Biaya eksplorasi Di sisi lain, biaya eksplorasi PT Bayan Resources Tbk hingga Agustus 2010 telah mencapai Rp13,87 miliar dan US$1,87 juta.

Jenny Quantero, Direktur Bayan Resources, dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebutkan bahwa eksplorasi pada bulan lalu dilakukan di tujuh wilayah.

Sedangkan kegiatan eksplorasi PT Kuasing Inti Makmur, anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Muara Bungo, Jambi, menghabiskan dana sebesar US$131.068 pada Agustus.

Heri Santoso, Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebutkan anggaran yang disiapkan untuk eksplorasi pada Agustus mencapai US$150.000.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: