Skip to content

jual indy, kata analis … 230910

September 23, 2010

23/09/2010 – 14:16
Inilah Saham Rekomendasi Jual
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia masih terpuruk di zona negatif. Koreksi pun diperkirakan masih berlanjut, menyusul aksi profit taking beberapa saham berkapitalisasi besar.

Demikian ujar Yuganur Wijanarko, analis pasar modal dari HD Capital. Menurutnya, IHSG hari ini sangat rentan terkoreksi hingga ke level 3.300. Di tengah kondisi ini, Ia merekomendasikan investor untuk ambil untung di beberapa emiten yang sudah naik tajam.

Salah satu emiten yang disarankan untuk dilepas adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Menurutnya, sentimen positif dari penawaran saham perdana (IPO) anak perusahaannya, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), sudah tercermin dalam rally beberapa hari perdagangan terakhir.

“Alhasil, indeks INDF yang sudah sangat jenuh beli (overbought), jadi rentan koreksi pullback,” ujarnya. Seperti diketahui, ICBP akan segera menggelar IPO, dengan melepas 20% saham ke publik.

Manajemen berencana sebagian besar dana hasil IPO, yakni 70-80%, digunakan untuk melunasi utang yang totalnya mencapai Rp5,1 triliun, terdiri Rp1,1 triliun utang bank dan Rp4 triliun ke pemegang saham. Sisanya untuk mengembangkan usaha. “Investor sebaiknya profit taking dulu, karena saham INDF bisa terkoreksi hingga Rp5.150,” katanya.

Saham lain yang disarankan Yuga untuk dijual adalah PT Bumi Resources (BUMI). Menurutnya, aksi ambil untung dapat membuat pullback yang cukup serius kembali ke breakout point di garis trend-line. “Rekomendasi jual dengan target koreksi dapat mencapai Rp1.990,” ujarnya.

Beberapa sentimen negatif yang dinilai dapat memicu aksi profit taking pada saham batu bara ini adalah kenaikan saham BUMI yang sudah cukup tajam, keadaan jenuh beli overbought, dan rating Ba3 dengan negative outlook dari Moodys.

Senada dengan Purwoko Sartono dari Panin Sekuritas yang merekomendasikan jual saham BUMI, menyusul tekanan pada perdagangan kemarin. Menurutnya, tanda-tanda koreksi kemarin mulai terlihat, karena pasar menunggu realisasi penawaran 10% saham BUMI baru tanpa HMETD menjelang akhir September ini. “Rekomendasi jual BUMI hingga aksi korporasinya terlaksana,” ucapnya.

Selain BUMI, Purwoko juga menyarankan investor melepas saham PT Bank Bukopin (BBKP). Pasalnya, kesepakatan jual BBKP dengan Jamsostek tidak menarik, maksimal hanya bernilai Rp600. Harga ini terdiskon 18,9% dari penutupan kemarin di Rp740 per saham. “Masih ada potensi pelemahan saham BBKP. Rekomendasi sell,” ujarnya.

Manajemen Jamsostek menyatakan sudah mencapai kesepakatan dengan BBKP untuk membeli 20-30% saham BBKP. Namun, Jamsostek hanya menyebutkan kisaran harganya, yaitu Rp450-600 per saham. Sedangkan untuk penandatanganan perjanjian jual beli diperkirakan dilakukan bulan depan.

Terkait perjanjian ini, Jamsostek telah menyatakan beberapa komitmen. Yakni pembelian saham BBKP adalah untuk jangka panjang dan bukan untuk diperjualbelikan. Selain itu, Jamsostek juga siap membantu menjadi pembeli siaga (standby buyer) terhadap rights issue BBKP tersebut.

Sedangkan PT Astra International (ASII) juga mendapat tekanan jual. Selain turunnya penjualan otomotif Agustus lalu, pembatasan kuota premium di Jawa dan Bali awal Oktober oleh PT Pertamina menjadi katalis lainnya. Kebijakan ini diambil agar penyaluran BBM bersubsidi tidak melebihi kuota BBM 2010 pemerintah.

Di sisi lain Trimegah Securities melihat ada potensi pelemahan pada saham PT Indika Energy (INDY). Secara teknikal, INDY yang masih bergerak dalam downtrend channel-nya, kembali melanjutkan koreksi. Hal ini didukung volume empat hari terakhir pada trend turun, meski bertahan di atas rata-rata dari 20 harinya.

Pergerakan stochastic yang melanjutkan trend turun, mengindikasikan berlanjutnya tekanan jual pada INDY. “Rekomendasi trading sell dengan target support di level 38,2% retracement, yaitu di kisaran 3.025-3.050,” ujarnya dalam riset terbarunya.

Sementara saham PT Bank Danamon (BDMN) dinilai sudah terkoreksi cukup dalam, dengan volatilitas tinggi dibarengi volume yang turun signifikan dan berada di bawah rata-rata 20 harinya.

Dengan pembentukan trend turun pada stochastic, terlihat kuatnya tekanan jual di pasar. “Rekomendasi sell on strength pada level resistance di 5.750-5.800 yang merupakan level 100% dari Fibonacci retracement,” imbuhnya.

Sedangkan rally yang terus berlanjut, telah membawa PT Kalbe Farma (KLBF) breakout dari level resistance uptrend channel-nya, diikuti pergerakan volume yang mulai menanjak dan berada di atas rata-rata 20 hari.

Stochastic yang masih bergerak naik, meski telah berada di area overbought, menunjukkan KLBF mulai rawan terhadap tekanan jual. “Kami merekomendasikan sell on strength pada level resistance di 2.800-2.825 atau berada di level 176,4% retracement,” ucapnya. [mdr]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: