Skip to content

harga batu item KEREN … 261110

November 25, 2010

Emerging market topang saham batu bara
OLEH ARIF GUNAWAN S.

Bisnis Indonesia
JAKARTA

Article Rank

0diggsdigg

Prospek saham emiten batu bara tahun depan akan dipicu pertumbuhan permintaan dari negara berkembang (emerging market) terutama China dan India, di tengah belum signifikannya permintaan negara maju dalam periode pemulihan resesi.

Dalam situasi itu, harga batu bara dunia diperkirakan bergerak ke level US$110 per ton pada tahun depan, atau naik 22% dibandingkan dengan harga batu bara pada awal tahun ini di kisaran US$90 per ton.

Kepala Riset PT Phillip Securities Indonesia Arief Budiman mengatakan negara emerging market akan mendorong pertumbuhan permintaan batu bara dunia meski ada bahan bakar alternatif.

“Batu bara masih menjadi bahan bakar dominan untuk pembangkit listrik China dan India, menyumbang pertumbuhan permintaan batu bara 84%,“ paparnya dalam ulasan sektor batu bara, kemarin.

Permintaan jangka pendek China, lanjutnya, memiliki efek besar terhadap pasar dunia terlebih pemenuhan batu bara dari impor belum cukup memenuhi kebutuhan tersebut. Konsumsi batu bara negara ini saja menyumbang 43% permintaan batu bara termal dunia.

Bloomberg melaporkan China berencana menaikkan pengiriman batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, menyusul penurunan cadangan stok batu bara negara tersebut pada level yang membahayakan.

Cadangan pembangkit listrik utama Negeri Tirai Bambu tersebut kini turun di bawah level US$35 juta ton, anjlok dari posisi pertengahan November sebesar US$38 juta ton.

Kementerian perhubungan negara tersebut akan menggunakan tambahan 2.614 kereta untuk mengirim batu bara ke pembangkit listriknya, sehingga pada Desember nanti akan ada pengiriman sebanyak 45.000.

Harga batu bara termal tercatat terus melonjak setelah harga acuan menyentuh US$111,25 per ton pada pekan kedua November, dibandingkan dengan US$90,5 pada awal 2010. Kenaikan itu ditopang faktor kunci seperti harga minyak dunia yang naik dan tingginya eksposur batu bara termal terhadap emerging market.

“Kami masih memandang positif harga batu bara thermal karena energi permintaan negara emerging market seharusnya masih akan tumbuh selama 2011-2012. Impor baru bata termal India juga diperkirakan meningkat dua kali lipat dalam 5 tahun ke depan,“ papar Arief.

Dia memproyeksikan harga acuan batu bara akan berada di kisaran US110 per ton pada tahun depan, dan akan kembali naik menjadi US$115 per ton pada 2012 dan merekomendasikan beli empat saham unggulan sektor batu bara yakni PT Adaro Energy Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: