Skip to content

2011 taon batu item … 271210

Desember 27, 2010

Batu Bara, Bisnis Komoditas Paling Panas 2011
Pasalnya permintaan terus melonjak, sementara pasokan terus menciut.
Senin, 27 Desember 2010, 14:54 WIB
Nur Farida Ahniar

VIVAnews- Sektor batu bara masih menjadi salah satu komoditas paling hot tahun depan. Pasalnya permintaan terus melonjak, sementara pasokan terus menciut.

Dalam Catatan Akhir Tahun yang dikeluarkan PT Bahana TCW Investment Management, ketatnya kondisi penawaran-permintaan diperkirakan akan mengerek harga batu bara. Produsen batu bara mengeluh kesulitan mencapai target produksinya.

Curah hujan tinggi tidak hanya menghambat aktivitas penambangan tapi juga penanganan logistik. Hal itu membuat suplai batu bara menciut. Hal ini, menurut Bahana, bisa terus berlangsung selama fenomena La Nina belum mereda.

“Di sisi lain permintaan batu bara terus melonjak,” ujar ekonom Bahana, Budi Hikmat dalam Laporan Catatan Akhir 2010. Dalam jangka pendek, anomali cuaca bisa memperburuk musim dingin di negara empat musim. Akibatnya konsumsi bahan bakar baik batubara, gas maupun diesel akan naik seiring peningkatan konsumsi listrik.

Selain itu, tahun depan kapasitas pembangkit listrik akan bertambah signifikan. PLN memperkirakan 6.000-7.000MW dari program 10.000MW tahap I akan beroperasi tahun depan. Diperkirakan PLN akan membutuhkan tambahan 13 juta ton batubara.

Sedangkan Central Electricity Authority of India menyatakan ada 11.200 MW tambahan kapasitas baru. Tata Power mengestimasi impor batubara India akan bertambah sekitar 10 juta ton menjadi 74 juta ton tahun depan.

Dalam jangka panjang, impor batubara Vietnam juga bisa menjadi sumber pertumbuhan permintaan. Pemerintah Vietnam berencana membangun 4.100 MW selama 2011-2015, dan 4.800 MW selama 2021-2025. Konsekuensinya impor batubara diestimasikan melonjak dari 250 ribu ton tahun ini menjadi 6 juta ton di 2015, 20-25 juta ton di 2020 dan mencapai 40 juta ton di 2025.

Bahana menyarankan untuk investor memilih perusahaan yang labanya paling sensitif dengan kenaikan harga batubara dan mampu meningkatkan produksinya secara signifikan. (hs)
• VIVAnews

Ini Lokasi Cadangan Batu Bara Terbesar RI
Potensi mineral logam dan batu bara tersebar serta banyak terdapat di dalam hutan.
Kamis, 23 Desember 2010, 11:29 WIB
Antique, Iwan Kurniawan

VIVAnews – Kementerian Kehutanan menyadari potensi mineral logam dan batu bara tersebar serta banyak terdapat di dalam kawasan hutan. Khusus untuk potensi batu bara diperkirakan sebanyak 93,4 miliar ton.

“Potensi batu bara diperkirakan 93,4 miliar ton berada di kawasan hutan Sumatera bagian selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis 23 Desember 2010.

Menurut Zulkifli, untuk sebaran potensi mineral logam lainnya seperti emas, nikel, tembaga, perak, dan cobalt terkandung di dalam kawasan hutan di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, serta Papua.

“Salah satu kewenangan Kementerian Kehutanan adalah memberikan akses usaha pemanfaatan mineral. Sejak 2005-2010, kementerian telah mengeluarkan izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH) sebanyak 199 unit pada areal seluas 153 ribu hektare,” kata Zulkifli.

Kementerian Kehutanan juga telah mengeluarkan persetujuan prinsip eksploitasi sebanyak 390 unit pada areal seluas 327 ribu hektare. Sedangkan untuk izin eksplorasi telah dikeluarkan sebanyak 187 unit pada areal lebih dari 1,2 juta hektare.

Kementerian juga mencatat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2008-2010 yang berasal dari penggunaan kawasan hutan sekitar Rp200 miliar per tahun. Pada 2011-2014, pemerintah memperkirakan penerimaan PNBP setiap tahunnya sekitar Rp1 triliun dengan luas areal pinjam pakai kawasan sekitar satu juta hektare. (art)
• VIVAnews

From → Seputar Indy

One Comment
  1. Agung Rangga permalink

    baru tahu saya…
    Thanks infonya…

    http://popnote.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: