Skip to content

indy DIBAYANGIN @4750 … 281210

Desember 28, 2010

Fokuslah pada Saham Komoditas!
Headline

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Selasa, 28 Desember 2010 | 06:43 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik diperkirakan melanjutkan penguatan. Kenaikan harga minyak ke atas level US$91 per barel yang diperkuat harga batu bara dan CPO menjadi katalisnya.

Cece Ridwanullah, analis Ekokapital Securities mengatakan, potensi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) hari ini, terutama karena ekspektasi kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini sudah berada di atas US$91 per barel. Kondisi ini, mendapat dukungan dari harga batu bara dan crude palm oil (CPO).

Harga batu bara kembali meroket ke level US$124,75 per metrik ton berdasarkan harga minggu di Newcastle. Begitu juga dengan harga crude palm oil (CPO) di Malaysia yang naik 48 poin (1,31%) ke level RM3.713 atau US$1,200 per ton.

“Sekarang pasar tinggal mencermati ekonomi AS dalam tiga hari terakhir perdagangan bursa tahun ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (27/12). Menurut Cece, diperkirakan, data consumer price index (CPI), belanja konsumen dan penjualan rumah AS akan naik. Menurutnya, keadaan ini akan berimbas positif bagi bursa Wall Street.

“Hal itu akan berimbas positif juga bagi saham di Asia termasuk IHSG,” ucapnya. Dia menegaskan, dalam situasi peluang market bergerak positif, selama tiga hari terakhir perdagangan akhir tahun ini, bisa dimanfaatkan untuk window dressing. “Karena itu, saham-saham batubara dan CPO sentimennya sangat positif,” tuturnya.

Cece memastikan, masih adanya up trend dalam tiga hari ke depan. Ia pun menyarankan investor fokus ke saham-saham di sektor batu bara dan CPO karena kenaikan harga komoditas ini yang signifikan. Begitu juga consumer goods yang selalu naik di akhir tahun. Peluang juga masih ada di grup Astra. “Saya rekomendasikan buy on weakness semua saham di sektor tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Yuganur Wijanarko, senior researcher HD Capital menyarankan, investor memilih saham yang sudah terkoreksi cukup dalam namun memiliki prospek yang cerah di masa mendatang. Menurutnya, dalam tren sideways ini, beberapa emiten di IHSG yang sempat terkorelasi negatif mempunyai prospek upside adjustment ke depan.

Indeks kemarin ditutup naik 13,73 (0,38%) ke 3.625,27. Volume perdagangan mencapai 1,8 miliar saham senilai Rp1,8 triliun. IHSG mengalami net foreign buy mencapai Rp565,6 miliar dengan totap pembelian asing mencapai Rp1,2 triliun dan penjualan asing sebesar Rp712,2 miliar. Selasa (28/12) IHSG akan bergerak di kisaran support 3.570-3.475 dan resistance 3,670-3.750-3.800.

Saham pilihannya adalah PT Delta Dunia Petroindo (DOID) yang disarankan beli dengan target harga di Rp1.570. PT Bank Bukopin (BBKP) disarankan beli dengan target harga di Rp720.

Saham PT Indika Energy (INDY) juga mendapat rekomendasi beli dengan target harga di Rp4.750. Saham PT Telkom (TLKM) disarankan beli di Rp9.700. [mdr]

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: