Skip to content

komedi tragis HARGA BATU item … 210111

Januari 21, 2011

“Pemerintah Kurang Tegas Mengatur Harga Batu Bara”
JUM’AT, 21 JANUARI 2011 | 05:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Supriatna Suhala menyatakan pemasok batu bara tidak bisa disalahkan karena menawarkan harga tinggi pada PT PLN (Persero). Pasalnya, menurut dia, tidak ada aturan yang memaksa pemasok menjual batu bara di level tertentu selama ini.

Dalam Peraturan Menteri Energi Nomor 17 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Batu Bara, menurut dia, hanya diatur harga untuk melindungi sisi pemasukan negara tanpa mempertimbangkan sisi perbelanjaan negara. Beleid itu hanya menyebutkan harga acuan yang dihitung berdasarkan tren harga batu bara selama tiga bulan terakhir.

“Tidak diatur batas harga tertinggi yang boleh dibeli oleh PLN,” kata Supriatna. Hal inilah yang kemudian menjadi celah bagi para pemasok batu bara untuk menentukan harga berdasar perhitungan.

Namun Supriatna paham atas kondisi pemerintah bahwa yang tidak bisa lantas menjadikan harga rendah dari acuan tersebut karena hanya akan merugikan dari sisi penerimaan negara. “Regulasi yang sebenarnya harus diperbaiki.”

Seperti diketahui, PLN menyampaikan keluhan kepada pemerintah tentang harga batu bara yang ditawarkan oleh pemasok rata-rata lebih tinggi 20 persen dari harga acuan yang ditetapkan. Padahal, untuk tahun ini, perusahaan setrum tersebut membutuhkan sekitar 50 juta ton batu bara untuk mengoperasikan pembangkit mereka.

Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji memperkirakan subsidi listrik yang dialokasikan oleh Pemerintah kepada PLN dapat membengkak sekitar Rp 4-7 triliun seiring dengan kenaikan harga batu bara itu. Karena itu, PLN meminta pemerintah mengatur secara tegas soal harga jual batu bara.

Sebab, selama terjadi kenaikan harga batu bara, PLN sulit mencapai kesepakatan harga dengan Perjanjian Karya Pengusahaan Penambangan Batu Bara (PKP2B), yang selama ini memasok ke PLN. Kesulitan itu terutama dilatarbelakangi oleh tren harga batu bara, yang sejak Oktober 2010 terus beranjak naik.

Harga batu bara acuan yang tiap bulan diterbitkan pemerintah bahkan telah menyentuh angka di atas US$ 100 per ton mulai Desember tahun lalu, tepatnya US$ 103,41 per ton. Per Januari, harga batu bara mencapai US$ 112,41 per ton.

GUSTIDHA BUDIARTIE

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: