Skip to content

indy beraksi akuisisi neh … 010311

Maret 1, 2011

PT Indika Energy Tbk (INDY) dipastikan akan merealisasikan akuisisi 51% saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), setelah proses menyelesaikan penawaran saham perdana (IPO).

“Aksi korporasi ini akan dilakukan maksimal 6 bulan atau 180 hari setelah perdagangan saham perdana tercatat di bursa,” ujar sumber yang mengetahui rencana akuisisi tersebut di Jakarta, Selasa (1/3).

Sumber membisikkan harga akuisisi MBSS ditentukan berdasarkan pergerakan harga saham di pasar. Jika harga di pasar lebih tinggi 5% dari harga perdana, maka pelaksanaan akuisisi MBBS pada harga kurang lebih 5%.

“Hal yang sama dilakukan jika harga sahamnya turun,” paparnya.

Bahkan, seorang analis yang enggan disebutkan namanya membenarkan hal tersebut. Ia merekomendasikan beli saham INDY dengan target harga Rp6.200 per saham.

http://www.topsaham.com/new1/index.php?option=com_content&view=article&id=3672:indy-dipastikan-beli-51-saham-mitrabahtera-setelah-ipo&catid=37:rumorsaham&Itemid=54

Sumber : TOPSAHAM.COM
PT Indika Energy Tbk (INDY) dipastikan menjadi pengendali baru atas PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk, dengan pembelian 51% saham milik PT Patin Resources, Patricia Pratiwi Suwati Prasatya, dan Ingrid Ade Sundari Prasatya. Pembelian dilakukan melalui eksekusi hak (opsi beli), Indika akan membeli saham di harga 5% lebih tinggi atau rendah dari harga perdana saham (IPO) MBSS.

Demikian disampaikan Direktur Utama MBSS, Patricia Pratiwi di Hotel Pacific Place, SCBD Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Patricia menambahkan, masuknya Indika Energy sebagai pengendali baru dengan pembelian 51% saham MBSS, akan terjadi 180 hari setelah MBSS listing. INDY akan membeli saham milik Patin Resources sebanyak 981,265 juta lembar. Indika juga membeli saham milik Patricia Pratiwi Suwati Prasatya dan dan Ingrid Ade Sundari Prasatya punya masing-masing 275 juta lembar.

“Dengan masuknya Indika menjadi very good partner. Indika coba approach setelah kita lakukan proses IPO. Dan kita berpikir ini sinergi yang baik,” jelasnya.

Option agreement telah disepakati antara Indika dan MBSS pada 26 November 2011 dengan penandatanganan kerja sama, dan kemudian diubah dengan Addendum terhadap option agreement per 18 Februari 2011.

Pasca IPO, Indika Energy akan mengeksekusi haknya (opsi beli). Harga pembelian dipastikan 5% lebih tinggi atau rendah dari harga saham IPO MBSS. Namun kepastian batas atas atau bawah yang diambil, harus melihat harga pasar yang terbentuk sejak 6 bulan MBSS mencatatkan saham perdananya.

Selanjutnya, Indika akan jadi pengendali baru Mitrabahtera Segara Sejati dengan kepemilikan 912,913 juta lembar saham. Sementara kepemilikan Patricia Pratiwi Suwati Prasatya dan dan Ingrid Ade Sundari Prasatya akan hilang. Sedangkan saham MBSS milik Patin Resources hanya 618.351.414 juta lembar atau 34,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

“Opsi pasti akan dilaksanakan. Mereka full commitment,” imbuh Patricia.

Namun, Vice President Riset Valbury Asia Futures, Nico Omer Jonckheere menyebut saham MBSS diperkirakan tidak diminati investor. Keberadaan Indika yang akan masuk sebagai pemilik baru MBSS tak cukup membantu performa perseroan ke depan.

Nico menyebut, investor melihat secara fundamental valuasi saham calon emiten. Bukan dari di mana emiten bernaung dalam suatu grup besar, tapi performanya menjanjikan.

“Saham ini tidak terlalu menggiurkan. Jangan liat grupnya. Tapi per perusahaan per perusahaan. Kalau Indika sendiri bagus,” jelasnya kepada detikFinance, Selasa (1/3/2011).

Hari ini, perseroan menyampaikan due dilligence penawaran umum saham perdana sebanyak 215 juta lembar saham biasa, atau 12,3% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan kisaran harga Rp 1.500-1.900 per lembar, total dana yang dihimpun MBSS Rp 322,5- Rp 408,5 miliar.

Memang yang terpenting bagi investor, ucap Nico, adalah pricing yang ditawarkan. Apakah rentan Rp 1.500-1.900 tergolong mahal untuk perusahaan jasa pelayaran angkutan barang curah (batu bara, transhipment, dan pengoperasian pelabuhan penunjang? Seluruhnya harus dilihat dari prospektus dan harga final sebelum penawaran saham MBSS.

“Lihat pricingnya, harga nanti kalau beli bisa naik atau tidak. Kalau kata-kata kan bisa dimainkan,” ucapnya.

Menurut Penjamin emisi efek perseroan, Iman Rachman dari Mandiri Sekuritas, penetapan harga mengacu pada price earning 8,7-11 kali. PE ini sudah didiskon dari rata-rata industri 14 kali.

“Mungkin relatif mahal bagi sebagian investor, terutama ritel. Tapi pE masih relatif lebih murah dibandingkan industri,”. Kata Iman.

Sumber: detikcom
PT Indika Energy Tbk menyatakan minat terhadap saham PT Mitrabahtera Segara Sejati. Rencananya, Indika akan mengambil saham pendiri sebanyak 51 persen, setelah Mitrabahtera go public. “Kami akan menggunakan harga pasar,” kata Wakil Direktur Indika, Whisnu Wardhana, di Jakarta, Selasa 1 Maret 2011.

Whisnu mengatakan, perseroan belum dapat memutuskan kapan saham itu bisa dieksekusi. “Itu tergantung, nanti yang memutuskan penjamin emisinya,” kata dia.

Mitrabahtera akan melepas 215 juta saham ke publik atau setara dengan 12,3 persen dari total saham perseroan. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT OSK Nusadana Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi IPO.

Dalam uji tuntas hari ini, Mitrabahtera menetapkan harga saham perdana berkisar antara Rp1.500 – 1.900 per saham. Total dana yang akan diperoleh dari IPO ini antara Rp322,5 miliar hingga Rp408,5 miliar.

Dana hasil IPO ini untuk membeli 20-30 kapal tunda dengan kekuatan 1.200-2.800 HP, kapal tongkang dengan kapasitas 270-365 feet, dan floating crane berkapasitas 20 – 45 ribu ton per hari.

Bookbuilding IPO ini akan dilakukan pada 1-15 Maret 2011. Masa Penawaran Umum pada 25, 28, dan 29 maret 2011. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada Senin, 4 April 2011.

Menurut Head of Investment OSK Nusadana Securities, Mardy Susanto, harga saham penawaran Mitrabahtera mengindikasikan rasio harga saham terhadap laba (PE Ratio) sebesar 8,7-11 kali. “Kalo PE untuk industri 14 kali.”

http://bisnis.vivanews.com/news/read/207126-indika-lirik-saham-mitabahtera

Sumber : VIVANEWS.COM
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk siap menawarkan harga saham perdana (IPO) pada kisaran Rp 1.500-1.900 per lembar. Penawaran awal (bookbuliding) rencananya terlaksana pada 1-15 Maret 2011.

Demikian disampaikan Direktur Utama MBSS, Patricia Pratiwi dalam paparan publik, di Hotel Ritz Calton, Jakarta, Selasa (1/3/2011).

PT Mitra Bahtera Segara Sejati menawarkan 215 juta lembar saham biasa, atau 12,3% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Hingga perkiraan dana yang bisa diraih mencapai Rp 322,5- Rp 408,5 miliar.

Perseroan telah menunjuk PT OSK Nusadana Sekurities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi. Alokasi dana setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk pembelian kapal tunda dan tongkang atau floating crane.

Perseroan akan membeli 20-30 kapal tunda, tokang dan floating crane. Perseroan akan membeli kapal tunda dengan kekuatan 1.200-2.800 HP, kapal tongkang dengan kapasitas 270-365 feet dan floating crane dengan kapasitas 20 ribu-45 ribu ton/hari.

Sumber: detikcom
PT Mitrabahtera Segara Sejahtera Tbk (MBSS) menargetkan bisa mengangkut 51 juta ton batu bara di 2011 ini, di mana pada 2010 total angkut batu bara mencapai 39 juta ton batu bara.

Demikian disampaikan Vice President Director MBSS, Rico Rustombi, kala ditemui dalam acara Penawaran Umum Perdana Saham Mitrabahtera Segara Sejati, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Perseroan yang bergerak di bidang jasa pelayaran angkutan barang-barang curah terutama batu bara, dari kegiatan stock-pilling hingga transhipment (floating crane), optimis di 2011 ini bisa mengangkut batu bara mencapai 51 juta ton karena tren produksi batu bara yang saat ini sedang dalam keadaan membaik.

“Kita optimistis di 2011 ini bisa mengangkut batu bara mencapai 51 juta ton karena tren produksi batu bara yang saat ini sedang dalam keadaan membaik,” ungkap Rico.

Sekadar informasi, pendapatan perseroan per 30 September 2010 sebesar Rp552,9 miliar dan perseroan pun memproyeksikan sampai akhir 2010 pendapatan bisa mencapai Rp765 miliar. Kemudian laba bersih perseroan per September 2010 adalah sebesar Rp157,8 miliar.

Adapun klien dari perseroan sendiri, antara lain PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP), PT Adaro Energy Tbk, PT Berau Coal Tbk (BRAU), Kaltim Prima Coal (KPC), PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Holcim.

http://economy.okezone.com/read/2011/03/01/278/430152/anak-usaha-indy-targetkan-angkut-51-juta-ton-batu-bara

Sumber : OKEZONE.COM

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: