Skip to content

sasaran kebutuhan domestik 2012: batu item … 120911

September 11, 2011

Tahun Depan, Pasokan Batu Bara Digenjot
SENIN, 12 SEPTEMBER 2011 | 16:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Jatah batu bara untuk pasokan dalam negeri dipastikan naik untuk tahun depan. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri No 1991 K/30/MEM/2011 tentang penetapan kebutuhan dan persentase minimal penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri.

Peraturan tersebut mengatur jatah untuk Domestic Market Obligation (DMO) sebanyak 24,72 persen dari total produksi batu bara nasional. Produksi batu bara di 2012 diperkirakan mencapai 322 juta ton, sehingga jika dihitung jatah pasokan domestik tahun depan sebanyak 82,07 juta ton atau naik 3,8 persen dari tahun 2011 yang sebanyak 78,97 juta ton.

Alokasi terbesar dari jatah domestik diperuntukkan bagi kebutuhan pembangkit listrik. Pemerintah menjatahkan volume batu bara sebanyak 69,52 juta ton untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Rinciannya, untuk PLN sebanyak 57,2 juta ton, Produsen listrik swasta sebanyak 10,7 juta ton. Sisanya, untuk PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, dan PT Pusaka Jaya Palu Power.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, Supriatna Sahala, menyatakan bahwa produksi batu bara nasional tahun depan sebenarnya bisa lebih tinggi dari 322 juta ton.”Bisa sampai 370 atau 380 juta ton,” katanya kemarin. Tahun ini saja, produksi batu bara diperkirakan dapat mencapai hingga 360 juta ton.

Angka produksi yang dihitung oleh pemerintah memang lebih kecil dibanding realisasi selama ini, karena pemerintah hanya menghitung berdasarkan hasil produksi perusahaan tambang yang terdaftar di pusat dan izin usaha pertambangan (IUP) yang besar. “Sementara kuasa pertambangan kecil dan koperasi yang tidak terdaftar di pusat tidak dihitung.”

Dia menjelaskan, saat ini baru 80 persen perusahaan tambang yang terdaftar di pemerintah pusat. Jika dibandingkan dengan angka produksi yang dirilis Asosiasi, jatah batu bara domestik hanya sekitar 21,5 persen dari total produksi sebanyak 370 juta ton. Meskipun jatah total volume batu bara tahun depan naik,secara persentase justru menurun. Tahun lalu persentase untuk DMO sebesar 29,2 persen dari total produksi, sementara tahun ini hanya 24,72 persen.

GUSTIDHA BUDIARTIE
2012, Kebutuhan Batubara 82,07 Juta Ton
Paling besar dialokasikan untuk pembangkit listrik PLN.
Minggu, 11 September 2011, 09:43 WIB
Aries Setiawan, Iwan Kurniawan

VIVAnews – Kementerian ESDM menargetkan produksi jatah batubara untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) 2012 sebesar 82,07 juta ton, naik 3,8 persen dibandingkan DMO 2011 sebesar 78,97 juta ton.

Target DMO tersebut seperti tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM nomor 1991 K/30/MEM/2011 Tentang Penetapan Kebutuhan dan Presentase Minimal Penjualan Batubara Untuk Kepentingan Dalam Negeri Tahun 2012.

Kementerian ESDM memperkirakan, produksi batubara pada 2012 sebesar 332 juta ton dan Badan Usaha Pertambangan Batubara diwajibkan untuk memenuhi presentase minimal penjualan batubara untuk kepentingan dalam negeri sebesar 24,72 persen (82,07 juta ton) dari perkiraan total batubara.

Menteri ESDM dalam Kepmen ESDM nomor 1991 K/30/MEM/2011 yang dikutip VIVAnews.com, Minggu 11 September 2011 menjelaskan, saat ini terdapat 63 perusahaan pertambangan yang wajib memenuhi DMO. Terdiri dari 40 perusahaan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara, 22 perusahaan izin usaha pertambangan batubara dan satu perusahaan BUMN.

Kebutuhan dalam negeri sebesar 82,07 juta ton tersebut, paling besar dialokasikan untuk pembangkit listrik PLN sebesar 57,20 persen atau sebesar 69,70 presen dari alokasi DMO. Sedangkan pembangkit swasta diperkirakan akan menggunakan batubara sebesar 10,76 juta ton atau 13,11 persen dari alokasi DMO.

Menteri ESDM memperkirakan PT. Kaltim Prima Coal akan menjadi pemasok terbesar batubara dalam negeri sebesar 12,68 juta ton dan PT. Adaro Indonesia diperingkat kedua sebesar 11,74 juta ton. Sedangkan perusahaan BUMN, PT. Bukit Asam diperkirakan akan memproduksi batubara untuk kebutuhan domestik sebesar 3,2 juta ton. (eh)
• VIVAnews

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: