Skip to content

indy MENGg1URKAN … 220212

Februari 22, 2012

Empat Alasan Saham INDY Menggiurkan

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 22 Februari 2012 | 09:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Secara fundamental, saham INDY dinilai sangat mengiurkan. Faktor kinerja keuangan, cadangan batu bara, biaya produksi dan demand batu bara dunia jadi katalisnya.

Pada perdagangan Selasa (21/2) saham PT Indika Energy (INDY) ditutup menguat Rp150 (5,88%) ke level Rp2.700 dengan intraday tertinggi Rp2.750 dan terendah Rp2.550. Volume transaksi mencapai 71,04 juta unit saham senilai Rp188,6 miliar dan frekuensi transaksi 2.805 kali.

Financial Analyst PT Astronacci Internasional Samuel Kristanto Utomo merekomendasikan buy untuk saham INDY dengan target harga Rp3.650. “Terget tersebut, berdasarkan proyeksi estimated Earning Per Share (EPS) yang dihasilkan perusahaan pada 2012 sebesar Rp395 per lembar sahamnya dan forward Price Earnings Ratio (PER)2012sebesar 6kali,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (21/2).

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam merekomendasikan saham tersebut

1. Favorable Financial Peformance

Pada kuartal ketiga tahun 2011. INDY berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3.532 miliar, meningkat 24,3% dari pendapatan pada kuartal ketiga tahun sebelumnya.Disamping itu, perseroan juga berhasil mempertahankan tingkat return on equity pada tingkat dua digit, yaitu mencapai 10,6% dengan net profit margin sebesar 27,73%.

Untuk proyeksi tahun 2012 INDY berpeluang mencapai target laba per saham (EPS) sebesar Rp395 dan memiliki Price Earning Ratio sebesar 6kali. Kondisi ini ini didukung dengan peningkatan kapasitas produksi dan angka average selling price yang stabil untuk saham ini.

2. More Resources More Power

Tahun ini INDY mengakuisisi perusahaan tambang batu bara, PT Multi Tambangjaya Utama (MTU), guna meningkatkan kapasitas produksi dan persediaan batu baranya di masa depan. MTU merupakan produsen dari thermal coal (6.500 – 7.200 Kcal/kg adb) serta coking coal (7.800 Kcal/kg adb), yang berpusat di Kalimantan Tengah.

MTU mengantongi kontrak yang berakhir pada tahun 2039.Kontrak tersebut mencakup lahan seluas 24.970 hektar. Akuisisi ini akan memberikan tambahan sebanyak 75,2 juta ton batu bara dan persediaan dalam tambang hingga 40,6 juta ton. Melalui aksi korporasi ini emiten berpeluang meningkatkan produksi hingga 4,6 juta ton per tahun.

3. One of Lowest Cost Coal Producer

INDY adalah salah satu emiten batubara yang memiliki biaya produksi penambangan batubara terendah dengan hanya US$42/ ton (termasuk royalty) sehingga dapat menghasilkan harga rata-rata penjualan sebesar US$69.39/ ton.

Rendahnya biaya disebabkan karena infrastruktur dari Proses penambangan yang hanya memerlukan jarak 99-107km mulai dari proses overburden removal hingga proses baging dan shipping.

Disamping itu, INDY memiliki 5 crushers dan stock pile berkapasitas sebesar 400.000 tonyang merupakan komponen penting untuk mengoptimalkan proses produksi. Apa yang dimiliki INDY membuatnya duduk diurutan 3 besar. Dari segi biaya produksi termurah emiten-emiten batubara terbesar di Indonesia.

4. Strong Demand butLow Supply

Tingginya permintaan batubara berdatangan dari 2 negara pengimpor batubara raksasa India dan Cina yang mayoritas digunakan untuk keperluan industri seperti PLN seperti Top 10 customers di tahun 2011 seperti Adani, India, China National Coal Group, Kepco korea, dan Tenaga Malaysia.

Saat ini INDY melayani seluruh permintaan batubara hingga 23,8 juta tons per tahun dari total permintaan sebesar 113juta tonuntuk China, 95juta tonuntuk India dan proyeksi 140 juga ton per tahun untuk Jepang dan 84 juta tonper tahun untuk keperluan power plant Korea.

Dengan memiliki tambang batubara baru dari Multi tambangjaya Utama, INDY akan meningkatkan kapasitas penjualan untuk memenuhi over demand batubara dari seluruh dunia yang dikhususkan pada batubara kalori tinggi diatas 6.500. Karena itu prospek bisnis dari emiten ini masih akan cerah untuk 5 tahun kedepan.

Bagaimana korelasinya dengan IHSG?Hingga pertengahan 2012 IHSG masih berpeluang naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang prima. Sektor batubara memiliki potensi kenaikan yang signifikan tahun ini dimana index coal mining bergerak linear terhadap IHSG dengan korelasi yang relatif tinggi. Artinya, apabila IHSG naik, index coal mining juga akan cenderung menguat.

Karena itu, saham INDY akan terus menguat bersamaan dengan penguatan IHSG. Dari sudut pandang analisa teknikal saham ini telah berbalik arah dari downtrend menjadi uptrend ditandai dengan formasi higher high dan higher low yang memiliki peluang naik hingga area Rp3.600 untuk menutup gap.

Nilai wajar saham ini secara fundamental kebetulan berdekatan dengan area target harga dengan metodologi analisis teknikal. Maka besar peluang area Rp3.600-3.650 akan menjadi target kenaikan saham ini dalam waktu 1 tahun dari sekarang. Pada saat IHSG bergerak pada rentang harga 4.150-4.275.

From → Seputar Indy

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: